alexametrics
21.6 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Dikukuhkan, Gubes Ke-19 UIN Maliki Berterima Kasih atas Jasa Ibunda

MALANG KOTA – Memasuki pekan kedua di bulan Oktober, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang kembali mengukuhkan guru besar (Gubes). Kali ini, Prof Dr H Saifullah SH MHum disahkan menjadi Guru Besar Ilmu Hukum dalam rapat terbuka senat UIN Maliki Malang, Rabu (14/10).

Menjadi Guru Besar ke-19 Alumnus Universitas Muhammadiyah Jember tersebut menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas jasa ibundanya di hadapan para tamu undangan.
”Saya tidak akan pernah melupakan jasa ibunda saya yang berjuang mengantarkan untuk dapat kuliah di tanah Jawa, hingga kini saya bisa menjadi seperti ini,” ujarnya.

Dalam pengukuhan yang juga dihadiri Wakil Bupati Lumajang Ir Indah Amperawati, Saifullah juga didampingi oleh istri beserta anaknya. Menyampaikan orasi ilmiah berjudul Senjakala Keadilan: Risalah Paradigma Baru Penegakan Hukum di Indonesia, pria kelahiran Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur tersebut sempat menyinggung soal hukum di Indonesia yang mengalami kendala cukup ironis.

Prof Saifullah mencontohkan banyaknya terjadi kejahatan sejak masa pandemi Covid-19. Seperti guru dipolisikan karena memukul atau mencubit anak didiknya. Lalu, soal harta warisan yang menyebabkan ibu kandung digugat anaknya.

Bahkan, Prof Saifullah menyebutkan, angka kriminalitas meningkat sebesar 19,72 persen dalam tiga bulan pertama masa pandemi. Dan terus naik menjadi 38,45 persen di pekan ke dua bulan Juni.

Sementara itu, Rektor UIN Maliki Prof Dr Abdul Haris MAg mengungkapkan kekagumannya pada sosok Saifullah, ”Beliau adalah sosok pendidik dalam bidang hukum tapi juga penegak hukum yang tekstual dan kontekstual,” ujarnya.

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo

MALANG KOTA – Memasuki pekan kedua di bulan Oktober, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang kembali mengukuhkan guru besar (Gubes). Kali ini, Prof Dr H Saifullah SH MHum disahkan menjadi Guru Besar Ilmu Hukum dalam rapat terbuka senat UIN Maliki Malang, Rabu (14/10).

Menjadi Guru Besar ke-19 Alumnus Universitas Muhammadiyah Jember tersebut menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas jasa ibundanya di hadapan para tamu undangan.
”Saya tidak akan pernah melupakan jasa ibunda saya yang berjuang mengantarkan untuk dapat kuliah di tanah Jawa, hingga kini saya bisa menjadi seperti ini,” ujarnya.

Dalam pengukuhan yang juga dihadiri Wakil Bupati Lumajang Ir Indah Amperawati, Saifullah juga didampingi oleh istri beserta anaknya. Menyampaikan orasi ilmiah berjudul Senjakala Keadilan: Risalah Paradigma Baru Penegakan Hukum di Indonesia, pria kelahiran Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur tersebut sempat menyinggung soal hukum di Indonesia yang mengalami kendala cukup ironis.

Prof Saifullah mencontohkan banyaknya terjadi kejahatan sejak masa pandemi Covid-19. Seperti guru dipolisikan karena memukul atau mencubit anak didiknya. Lalu, soal harta warisan yang menyebabkan ibu kandung digugat anaknya.

Bahkan, Prof Saifullah menyebutkan, angka kriminalitas meningkat sebesar 19,72 persen dalam tiga bulan pertama masa pandemi. Dan terus naik menjadi 38,45 persen di pekan ke dua bulan Juni.

Sementara itu, Rektor UIN Maliki Prof Dr Abdul Haris MAg mengungkapkan kekagumannya pada sosok Saifullah, ”Beliau adalah sosok pendidik dalam bidang hukum tapi juga penegak hukum yang tekstual dan kontekstual,” ujarnya.

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/