alexametrics
26C
Malang
Friday, 5 March 2021

Smart Wastafel Buatan Siswa SMK di Malang Siap Diproduksi Massal

MALANG KOTA – Inovasi smart wastafel besutan tim SMK PGRI 3 Kota Malang (Skariga) siap diproduksi massal. Wastafel tersebut memiliki kemampuan sebagai tempat cuci tangan dilengkapi sabun, mesin pengering, hingga pendeteksi suhu tubuh secara otomatis.

Smart wastafel ini juga dapat menampilkan berbagai informasi terkait Covid-19. Mulai dari jumlah kasus positif Covid-19 hingga mendeteksi suhu sekitar ruangan.

Kabid Kreatif Promosi SMK PGRI 3 Kota Malang, Riyandi Agung Saputro SOr mengatakan, saat ini alat tersebut masih dalam tahap pengembangan lagi. Menurutnya, alat tersebut akan disempurnakan dengan audio.

”Butuh 3 minggu untuk mengerjakan ini (smart westafel) sehingga akan ada penyempurnaan sebelum ada yang memesan,” katanya.

Sebelumnya, pada sekitar November 2020, inovasi smart wastafel ini lolos seleksi untuk bersaing dengan 30 peserta dari 16 SMK, 14 perguruan tinggi vokasi, dan lembaga pelatihan khusus di ajang karya /kompetensi vokasi (V-Factor) Indonesia yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.

Lebih lanjut, Skariga menyatakan siap jika ada yang memesan alat tersebut. Masyarakat dapat membeli alat tersebut dengan sistem pre-order.

”Ke depannya, smart westafel menjadi teknologi yang dikenal masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan,” tandasnya.

Pewarta: Aditya Novrian

MALANG KOTA – Inovasi smart wastafel besutan tim SMK PGRI 3 Kota Malang (Skariga) siap diproduksi massal. Wastafel tersebut memiliki kemampuan sebagai tempat cuci tangan dilengkapi sabun, mesin pengering, hingga pendeteksi suhu tubuh secara otomatis.

Smart wastafel ini juga dapat menampilkan berbagai informasi terkait Covid-19. Mulai dari jumlah kasus positif Covid-19 hingga mendeteksi suhu sekitar ruangan.

Kabid Kreatif Promosi SMK PGRI 3 Kota Malang, Riyandi Agung Saputro SOr mengatakan, saat ini alat tersebut masih dalam tahap pengembangan lagi. Menurutnya, alat tersebut akan disempurnakan dengan audio.

”Butuh 3 minggu untuk mengerjakan ini (smart westafel) sehingga akan ada penyempurnaan sebelum ada yang memesan,” katanya.

Sebelumnya, pada sekitar November 2020, inovasi smart wastafel ini lolos seleksi untuk bersaing dengan 30 peserta dari 16 SMK, 14 perguruan tinggi vokasi, dan lembaga pelatihan khusus di ajang karya /kompetensi vokasi (V-Factor) Indonesia yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.

Lebih lanjut, Skariga menyatakan siap jika ada yang memesan alat tersebut. Masyarakat dapat membeli alat tersebut dengan sistem pre-order.

”Ke depannya, smart westafel menjadi teknologi yang dikenal masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan,” tandasnya.

Pewarta: Aditya Novrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru