alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

900 Sekolah di Kota Malang Langsung Menggelar PTM 100 Persen

MALANG KOTA – Lampu hijau digelarnya pembelajaran tatap muka (PTM) langsung disambut antusias sekolah-sekolah di Kota Malang. Dari catatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), kemarin (14/3) sudah ada 900 sekolah yang telah menggelarnya.

Rinciannya terdiri dari 500 satuan pendidikan tingkat PAUD, 250 SD negeri/ swasta, dan 150 SMP negeri/swasta. Meski sudah banyak sekolah yang menggelar PTM, Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana memastikan bila pihaknya tidak mengekang. ”Kami awal itu sarankan 50 persen. Tapi bagi yang mampu 100 persen juga tidak apa-apa. Mayoritas hari ini juga sudah 100 persen,” terangnya.

Di tempat terpisah, tampak Wali Kota Malang Sutiaji meninjau pelaksanaan PTM di SMPN 8 Kota Malang. Pada kesempatan itu, dia menyampaikan bila pemberlakuan PTM bukan didasarkan pada level PPKM. Namun didasarkan pada surat keputusan bersama (SKB) yang dikeluarkan tiga menteri. Sutiaji juga mengakui bila tingkat keberhasilan sistem pendidikan memang lebih akurat jika dilakukan dengan tatap muka. Sebab sejak digelar pembelajaran daring, materi pelajaran yang bisa dijangkau baru 40 persen.

Dengan kembali digelarnya PTM, pihaknya berharap ketertinggalan 60 persen materi ajar bisa dikejar. ”Khususnya untuk pelajar kelas 9,” kata Sutiaji. Senada dengannya, Kepala SMP Negeri 8 Kota Malang Anny Yulistyowati mengakui bila PTM lebih memudahkan proses belajar mengajar bagi siswa dan guru. ”Karena saat ada permasalahan apa pun, bisa langsung ditanyakan ke guru,” ujar dia.

Mulai kemarin, tercatat sekolahnya sudah menggelar 100 persen PTM. Sesuai SKB tiga menteri, durasi pembelajaran dibatasi maksimal enam jam. Di SMP Negeri 8 Kota Malang, siswa memulai pembelajaran pada pukul 7.15 WIB hingga 11.30 WIB. Agar tidak terjadi kerumunan, pihaknya juga sudah menyusun skema untuk kepulangan siswa. ”Jadi jam pulang siswa kelas 7, 8, dan 9 tidak sama. Kami gilir setiap hari yang pulang duluan siapa,” kata dia.

Sama seperti SMP Negeri 8 Kota Malang, SDN Kebonsari 2 juga sudah melakukan PTM 100 persen mulai kemarin. Kepala SDN Kebonsari 2 Suharsono mengatakan bila keputusan itu diambil berkat dorongan dari orang tua siswa. Beranjak dari itu, dia sebelumnya sudah melakukan pembahasan terkait PTM dengan internal sekolah, termasuk Satgas Covid-19. ”Untuk kelas 1 dan 2 masuk mulai pukul 07.00 sampai 10.00. Kemudian, kelas 3 dan 4 masuk mulai pukul 07.15 sampai pukul 11.00. Lalu, kelas 5 dan 6 masuk pukul 08.00 sampai pukul 12.00,” papar Suharsono.

Hal serupa juga diterapkan di SDN Bunulrejo 2. Kepala SDN Bunulrejo 2 Elly Nurul Ilmi. Di sana, skema pembagiannya tidak terlalu detail. ”Pertama, karena sekolah kami terletak di lingkungan yang relatif sepi. Sebab, tetangga kami ya hanya lapangan. Kedua, saat pemberlakuan PTM 100 persen di beberapa waktu lalu, sekolah kami tidak mencatat adanya siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19,” paparnya. Alasan ketiga karena semua orang tua siswa sepakat untuk memberlakukan PTM 100 persen langsung. (adk/dre/by)

 

MALANG KOTA – Lampu hijau digelarnya pembelajaran tatap muka (PTM) langsung disambut antusias sekolah-sekolah di Kota Malang. Dari catatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), kemarin (14/3) sudah ada 900 sekolah yang telah menggelarnya.

Rinciannya terdiri dari 500 satuan pendidikan tingkat PAUD, 250 SD negeri/ swasta, dan 150 SMP negeri/swasta. Meski sudah banyak sekolah yang menggelar PTM, Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana memastikan bila pihaknya tidak mengekang. ”Kami awal itu sarankan 50 persen. Tapi bagi yang mampu 100 persen juga tidak apa-apa. Mayoritas hari ini juga sudah 100 persen,” terangnya.

Di tempat terpisah, tampak Wali Kota Malang Sutiaji meninjau pelaksanaan PTM di SMPN 8 Kota Malang. Pada kesempatan itu, dia menyampaikan bila pemberlakuan PTM bukan didasarkan pada level PPKM. Namun didasarkan pada surat keputusan bersama (SKB) yang dikeluarkan tiga menteri. Sutiaji juga mengakui bila tingkat keberhasilan sistem pendidikan memang lebih akurat jika dilakukan dengan tatap muka. Sebab sejak digelar pembelajaran daring, materi pelajaran yang bisa dijangkau baru 40 persen.

Dengan kembali digelarnya PTM, pihaknya berharap ketertinggalan 60 persen materi ajar bisa dikejar. ”Khususnya untuk pelajar kelas 9,” kata Sutiaji. Senada dengannya, Kepala SMP Negeri 8 Kota Malang Anny Yulistyowati mengakui bila PTM lebih memudahkan proses belajar mengajar bagi siswa dan guru. ”Karena saat ada permasalahan apa pun, bisa langsung ditanyakan ke guru,” ujar dia.

Mulai kemarin, tercatat sekolahnya sudah menggelar 100 persen PTM. Sesuai SKB tiga menteri, durasi pembelajaran dibatasi maksimal enam jam. Di SMP Negeri 8 Kota Malang, siswa memulai pembelajaran pada pukul 7.15 WIB hingga 11.30 WIB. Agar tidak terjadi kerumunan, pihaknya juga sudah menyusun skema untuk kepulangan siswa. ”Jadi jam pulang siswa kelas 7, 8, dan 9 tidak sama. Kami gilir setiap hari yang pulang duluan siapa,” kata dia.

Sama seperti SMP Negeri 8 Kota Malang, SDN Kebonsari 2 juga sudah melakukan PTM 100 persen mulai kemarin. Kepala SDN Kebonsari 2 Suharsono mengatakan bila keputusan itu diambil berkat dorongan dari orang tua siswa. Beranjak dari itu, dia sebelumnya sudah melakukan pembahasan terkait PTM dengan internal sekolah, termasuk Satgas Covid-19. ”Untuk kelas 1 dan 2 masuk mulai pukul 07.00 sampai 10.00. Kemudian, kelas 3 dan 4 masuk mulai pukul 07.15 sampai pukul 11.00. Lalu, kelas 5 dan 6 masuk pukul 08.00 sampai pukul 12.00,” papar Suharsono.

Hal serupa juga diterapkan di SDN Bunulrejo 2. Kepala SDN Bunulrejo 2 Elly Nurul Ilmi. Di sana, skema pembagiannya tidak terlalu detail. ”Pertama, karena sekolah kami terletak di lingkungan yang relatif sepi. Sebab, tetangga kami ya hanya lapangan. Kedua, saat pemberlakuan PTM 100 persen di beberapa waktu lalu, sekolah kami tidak mencatat adanya siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19,” paparnya. Alasan ketiga karena semua orang tua siswa sepakat untuk memberlakukan PTM 100 persen langsung. (adk/dre/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/