alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Proposal PKM UB Tembus 5 Besar Nasional

MALANG KOTA – Sebanyak 236 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Brawijaya (UB) lolos seleksi untuk mendapat pendanaan dari Dirjen Dikti. Jumlah tersebut menempatkan UB di posisi keempat setelah Universitas Gadjah Mada (UGM) sebanyak 348 proposal, Institute Sepuluh Nopember (ITS) sebanyak 298 proposal, dan Institut Pertanian Bogor (IPB) sebanyak 244 proposal.

Koordinator PKM UB Dr Agr Sc Hagus Tarno SP MP mengatakan, kenaikan jumlah proposal PKM tahun ini tidak terlepas dari program 1.500 proposal yang dicanangkan oleh UB. Di antara proposal yang lolos seleksi untuk dikucuri dana adalah PKM Kewirausahaan sebanyak 51 proposal, PKM Karsa Cipta atau PKM KC berkisar 42 proposal, PKM Penerapan Iptek atau PKM PI mencapai 19 proposal, PKM Pengabdian Masyarakat atau PKM PM ada 20 proposal, PKM Riset Eksakta atau PKM RE ada 71 proposal, PKM Riset Sosial Humaniora atau PKM RSH lolos sekitar 21 proposal, dan PKM Gagasan Futuristik Konstruktif atau PKM GFK sebanyak 12 proposal.

”Peningkatan jumlah proposal juga dipengaruhi oleh koordinasi intensif antara rektorat yang dibantu oleh Lingkar Riset dalam merangsang pembuatan proposal. Juga ada faktor meningkatnya jumlah dosen pendamping dan reviewer Internal di masing-masing fakultas,” ujar Hagus.

Hagus menambahkan, jika tahun lalu pelaksanaan PKM dilakukan secara daring, maka di tahun 2021 ini kemungkinan akan digelar hybrid dengan mengombinasikan luring dan daring.

Juga ada penambahan kategori. Yakni PKM Karya Inovatif yang dikelola oleh Dirjen Vokasi Kemendikbud. Sayangnya, informasi yang belum optimal diperoleh berbagai universitas itu mengakibatkan tidak banyak yang mengajukan usulan PKM. UB misalnya, hanya mengirimkan enam proposal dan belum ada yang diterima.

Di pihak lain, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UB, Prof Dr Drs Abdul Hakim MSi menambahkan, PKM tahun ini menuntut tingkat intelektualitas yang lebih tinggi agar pendanaannya ditanggung Dirjen Dikti. Oleh karena itu, dia ingin mahasiswanya total meraih juara. Tak cukup juara saja, dia ingin juga penelitian mahasiswa bisa berkelanjutan.

“Sehingga harus bisa menghasilkan produk Iptek yang lebih berkualitas. Semoga tim PKM UB bisa lebih banyak yang lolos ke Pimnas 2021,” jelas dia. (adn/dan/rmc)

MALANG KOTA – Sebanyak 236 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Brawijaya (UB) lolos seleksi untuk mendapat pendanaan dari Dirjen Dikti. Jumlah tersebut menempatkan UB di posisi keempat setelah Universitas Gadjah Mada (UGM) sebanyak 348 proposal, Institute Sepuluh Nopember (ITS) sebanyak 298 proposal, dan Institut Pertanian Bogor (IPB) sebanyak 244 proposal.

Koordinator PKM UB Dr Agr Sc Hagus Tarno SP MP mengatakan, kenaikan jumlah proposal PKM tahun ini tidak terlepas dari program 1.500 proposal yang dicanangkan oleh UB. Di antara proposal yang lolos seleksi untuk dikucuri dana adalah PKM Kewirausahaan sebanyak 51 proposal, PKM Karsa Cipta atau PKM KC berkisar 42 proposal, PKM Penerapan Iptek atau PKM PI mencapai 19 proposal, PKM Pengabdian Masyarakat atau PKM PM ada 20 proposal, PKM Riset Eksakta atau PKM RE ada 71 proposal, PKM Riset Sosial Humaniora atau PKM RSH lolos sekitar 21 proposal, dan PKM Gagasan Futuristik Konstruktif atau PKM GFK sebanyak 12 proposal.

”Peningkatan jumlah proposal juga dipengaruhi oleh koordinasi intensif antara rektorat yang dibantu oleh Lingkar Riset dalam merangsang pembuatan proposal. Juga ada faktor meningkatnya jumlah dosen pendamping dan reviewer Internal di masing-masing fakultas,” ujar Hagus.

Hagus menambahkan, jika tahun lalu pelaksanaan PKM dilakukan secara daring, maka di tahun 2021 ini kemungkinan akan digelar hybrid dengan mengombinasikan luring dan daring.

Juga ada penambahan kategori. Yakni PKM Karya Inovatif yang dikelola oleh Dirjen Vokasi Kemendikbud. Sayangnya, informasi yang belum optimal diperoleh berbagai universitas itu mengakibatkan tidak banyak yang mengajukan usulan PKM. UB misalnya, hanya mengirimkan enam proposal dan belum ada yang diterima.

Di pihak lain, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UB, Prof Dr Drs Abdul Hakim MSi menambahkan, PKM tahun ini menuntut tingkat intelektualitas yang lebih tinggi agar pendanaannya ditanggung Dirjen Dikti. Oleh karena itu, dia ingin mahasiswanya total meraih juara. Tak cukup juara saja, dia ingin juga penelitian mahasiswa bisa berkelanjutan.

“Sehingga harus bisa menghasilkan produk Iptek yang lebih berkualitas. Semoga tim PKM UB bisa lebih banyak yang lolos ke Pimnas 2021,” jelas dia. (adn/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru