alexametrics
21.3 C
Malang
Monday, 4 July 2022

SDN Songgokerto Sabet Adiwiyata hingga Kasek Penggerak

KOTA BATU – Tiga tahun belakangan ini, SDN Songgokerto 3 Batu menorehkan banyak prestasi. Di antaranya, mendapatkan akreditasi A untuk perpustakaan Jitabsara, meraih penghargaan Adiwiyata nasional, dan lolos program Kepala Sekolah Penggerak.

Perpustakaan Jitabsara (Jiwa Tangguh Karena Aksara) berhasil karena inlistlite. Fungsinya untuk pendataan buku secara digital. Selain itu juga ada penambahan tempat baca, geulis dan nobar film.

”Selama pandemi Covid-19, sekolah membuat Gerobak Buku untuk meminjam dan membaca buku ke rumah siswa tiap seminggu sekali,” ujar Kepala Perpustakaan SDN Songgokerto 3 Batu Sumarmi SPdi, kemarin.

Pada tahun ini, lanjutnya, perpustakaan bekerja sama dengan Teh Sisri. Kerja sama ini untuk program kampung dongeng. Juga menggandeng perpustakaan keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah untuk meningkatkan budaya literasi.

Sedangkan dalam bidang lingkungan, SDN Songgokerto 3 meraih Adiwiyata Nasional karena inovasi Batik Eco Pounding. Juga ada program One Family One Ecobrick dengan ikon angsa raksasa berbahan botol bekas, Poster Lingkungan 2D, pengolahan botol bekas menjadi icon angsa dengan Sanggar Bronjong Sejahtera.

Pada 2021 lalu, SDN Songgokerto 3 lolos seleksi program Sekolah Penggerak untuk angkatan 2. Sekaligus menjadi satu-satunya sekolah di Songgokerto yang lolos.

Program dilakukan dengan penguatan manajerial kepala sekolah melalui sistem kepemimpinan terbuka dan penyeleseian masalah dengan pola refleksi. Penerapan pendidikan karakter dengan istigosah dan pengajian di sekolah tiap Jumat legi melibatkan wali murid dan tokoh masyarakat.

Pengembangan budaya didukung salah satu guru Afrian Saputra, yang memiliki keahlian dalang tingkat Nasional melalui ekskul karawitan. Kerja sama dengan eksternal dilakukan antara lain, Sekolah Sri Bestari Malaysia di bidang sains. Program ini melalui Inquiry Based Science Education (IBSE), Pusat Pembinaan Keluarga (PUSPAGA) untuk membentuk kesamaan pola asuh di rumah dan sekolah.

Kepala SDN Songgokerto 3 Batu Helmina Mauludiyah MPd berharap agar dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2022/2023 ini sekolah mampu memenuhi target, yakni 20 siswa. ”Sekolah selalu meningkatkan prestasi dan inovasi, penerapan pendidikan karakter sejak dini dengan mengajak guru lebih peduli, menerapkan pendidikan yang menghamba  terhadap siswa, sesuai filosofi Ki Hajar Dewantara, yakni tut wuri handayani, ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso,” katanya.(bes/dan)

KOTA BATU – Tiga tahun belakangan ini, SDN Songgokerto 3 Batu menorehkan banyak prestasi. Di antaranya, mendapatkan akreditasi A untuk perpustakaan Jitabsara, meraih penghargaan Adiwiyata nasional, dan lolos program Kepala Sekolah Penggerak.

Perpustakaan Jitabsara (Jiwa Tangguh Karena Aksara) berhasil karena inlistlite. Fungsinya untuk pendataan buku secara digital. Selain itu juga ada penambahan tempat baca, geulis dan nobar film.

”Selama pandemi Covid-19, sekolah membuat Gerobak Buku untuk meminjam dan membaca buku ke rumah siswa tiap seminggu sekali,” ujar Kepala Perpustakaan SDN Songgokerto 3 Batu Sumarmi SPdi, kemarin.

Pada tahun ini, lanjutnya, perpustakaan bekerja sama dengan Teh Sisri. Kerja sama ini untuk program kampung dongeng. Juga menggandeng perpustakaan keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah untuk meningkatkan budaya literasi.

Sedangkan dalam bidang lingkungan, SDN Songgokerto 3 meraih Adiwiyata Nasional karena inovasi Batik Eco Pounding. Juga ada program One Family One Ecobrick dengan ikon angsa raksasa berbahan botol bekas, Poster Lingkungan 2D, pengolahan botol bekas menjadi icon angsa dengan Sanggar Bronjong Sejahtera.

Pada 2021 lalu, SDN Songgokerto 3 lolos seleksi program Sekolah Penggerak untuk angkatan 2. Sekaligus menjadi satu-satunya sekolah di Songgokerto yang lolos.

Program dilakukan dengan penguatan manajerial kepala sekolah melalui sistem kepemimpinan terbuka dan penyeleseian masalah dengan pola refleksi. Penerapan pendidikan karakter dengan istigosah dan pengajian di sekolah tiap Jumat legi melibatkan wali murid dan tokoh masyarakat.

Pengembangan budaya didukung salah satu guru Afrian Saputra, yang memiliki keahlian dalang tingkat Nasional melalui ekskul karawitan. Kerja sama dengan eksternal dilakukan antara lain, Sekolah Sri Bestari Malaysia di bidang sains. Program ini melalui Inquiry Based Science Education (IBSE), Pusat Pembinaan Keluarga (PUSPAGA) untuk membentuk kesamaan pola asuh di rumah dan sekolah.

Kepala SDN Songgokerto 3 Batu Helmina Mauludiyah MPd berharap agar dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2022/2023 ini sekolah mampu memenuhi target, yakni 20 siswa. ”Sekolah selalu meningkatkan prestasi dan inovasi, penerapan pendidikan karakter sejak dini dengan mengajak guru lebih peduli, menerapkan pendidikan yang menghamba  terhadap siswa, sesuai filosofi Ki Hajar Dewantara, yakni tut wuri handayani, ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso,” katanya.(bes/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/