alexametrics
21.1 C
Malang
Monday, 20 September 2021

Fakultas Humaniora UIN Malang Siap Hadapi 4.0

MALANG KOTA – Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menggelar forum Asosiasi Dosen Ilmu Adab (ADIA) 2021 dan 3rd Annual International Conference on Language, Literature, and Media (AICOLLIM), secara virtual, Rabu (15/9).

Rektor UIN Maliki Malang, Prof H Dr M Zainuddin MA dalam sambutannya mengaku sangat mengapresiasi kegiatan dalam forum tersebut. “Forum seperti ini sangat penting karena menyangkut 3 hal yang tidak bisa dipisahkan yakni, bahasa, sastra dan media. Apalagi saat ini era 4.0 yang dihadapkan pada internet of change,” ujarnya.

Dengan digelarnya kegiatan tersebut, dirinya berharap ke depan para dosen dan mahasiswa nantinya bisa berbicara dengan menggunakan bahasa yang baik, santun, valid dan bisa diterima.

“Semoga dengan diadakan forum ini nanti bisa memberikan manfaat serta menghasilkan rumusan yang baik,” tambahnya.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementrian Agama Prof Dr Suyitno MAg, sebagai pembuka acara sekaligus keynote speaker, mengatakan kegiatan tersebut perlu didukung untuk memberikan ruang positif pada para akademisi.

“Sebagai Fakultas Humaniora dan Adab, tiga hal tersebut di era revolusi industri ini sangat penting,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan perekembangan dari era revolusi 1.0 hingga 4.0. Tentu di era-era tersebut mengalami perubahan. Seperti di era 1.0 guru atau dosen menjadi sumber utama dari segala informasi utama. Kemudian 2.0 guru atau dosen berperan namun bukan satu-satunya pemegang peran.

Saat revolusi 3.0, pendidikan ditandai dengan guru atau dosen sebagai fasilitator. Sedangkan pada 4.0 menurutnya, perubahan jauh lebih kencang. Yakni guru atau dosen bukan hanya menjadi fasilitator tapi juga sebagai pembelajar.

“Di era 4.0 hal tersebut terjadi, karena peran media sudah sangat penting dan menjadi pusat pembelajaran,” tambahnya.

Ketua AIDA Dr H Barsihannor menjelaskan, kegiatan yang diadakan selama dua hari ini merupakan agenda tahunan yang sejatinya digelar di tahun 2020 lalu. Namun, harus tertunda akibat pandemi Covid-19. Kendati demikian, pihaknya tetap optimis untuk menggelar di tahun ini dan berharap menghasilkan berbagai gagasan yang bermanfaat, dan mengedepankan program relevan disituasi mendatang.

Pewarta : Roisyatul Mufidah (cj3)/David

MALANG KOTA – Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menggelar forum Asosiasi Dosen Ilmu Adab (ADIA) 2021 dan 3rd Annual International Conference on Language, Literature, and Media (AICOLLIM), secara virtual, Rabu (15/9).

Rektor UIN Maliki Malang, Prof H Dr M Zainuddin MA dalam sambutannya mengaku sangat mengapresiasi kegiatan dalam forum tersebut. “Forum seperti ini sangat penting karena menyangkut 3 hal yang tidak bisa dipisahkan yakni, bahasa, sastra dan media. Apalagi saat ini era 4.0 yang dihadapkan pada internet of change,” ujarnya.

Dengan digelarnya kegiatan tersebut, dirinya berharap ke depan para dosen dan mahasiswa nantinya bisa berbicara dengan menggunakan bahasa yang baik, santun, valid dan bisa diterima.

“Semoga dengan diadakan forum ini nanti bisa memberikan manfaat serta menghasilkan rumusan yang baik,” tambahnya.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementrian Agama Prof Dr Suyitno MAg, sebagai pembuka acara sekaligus keynote speaker, mengatakan kegiatan tersebut perlu didukung untuk memberikan ruang positif pada para akademisi.

“Sebagai Fakultas Humaniora dan Adab, tiga hal tersebut di era revolusi industri ini sangat penting,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan perekembangan dari era revolusi 1.0 hingga 4.0. Tentu di era-era tersebut mengalami perubahan. Seperti di era 1.0 guru atau dosen menjadi sumber utama dari segala informasi utama. Kemudian 2.0 guru atau dosen berperan namun bukan satu-satunya pemegang peran.

Saat revolusi 3.0, pendidikan ditandai dengan guru atau dosen sebagai fasilitator. Sedangkan pada 4.0 menurutnya, perubahan jauh lebih kencang. Yakni guru atau dosen bukan hanya menjadi fasilitator tapi juga sebagai pembelajar.

“Di era 4.0 hal tersebut terjadi, karena peran media sudah sangat penting dan menjadi pusat pembelajaran,” tambahnya.

Ketua AIDA Dr H Barsihannor menjelaskan, kegiatan yang diadakan selama dua hari ini merupakan agenda tahunan yang sejatinya digelar di tahun 2020 lalu. Namun, harus tertunda akibat pandemi Covid-19. Kendati demikian, pihaknya tetap optimis untuk menggelar di tahun ini dan berharap menghasilkan berbagai gagasan yang bermanfaat, dan mengedepankan program relevan disituasi mendatang.

Pewarta : Roisyatul Mufidah (cj3)/David

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru