alexametrics
32 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Sempat Luring, Sekolah Terdampak Gempa Malang Terpaksa Daring Lagi

MALANG – Gempa bermagnitudo 6,1 skala Richter (SR) Sabtu lalu (10/4) tidak hanya meluluhlantakkan banyak rumah warga. Rusaknya bangunan sekolah juga ikut berdampak pada sistem pembelajaran di kawasan terdampak. Pembelajaran tatap muka yang baru berlangsung sekitar sepekan, kini terpaksa kembali daring alias online lagi.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Malang Rachmat Hardijono mengatakan, sebelum gempa, pihaknya sudah menerapkan sekolah tatap muka. Tepatnya dimulai 5 April lalu. Tetapi, karena banyak bangunan sekolah yang rusak akibat gempa, pihaknya menginstruksikan sekolah di kawasan tersebut tidak melanjutkan pembelajaran tatap muka. Dengan kata lain, pembelajaran tatap muka yang baru berlangsung sekitar lima hari terpaksa kembali daring lagi.

Mayoritas sekolah yang kembali menerapkan pembelajaran daring ada di Malang Selatan, seperti Sumbermanjing Wetan, Turen, Dampit, Bantur, Kalipare, Pagelaran, Donomulyo, dan Wajak. Sedangkan dua kecamatan lain ada di kawasan Malang Timur, yakni Jabung dan Poncokusumo.
”Memang yang paling parah ada di wilayah selatan. Kami mencatat di beberapa kecamatan itu mengalami dampak paling parah,” ujar Rachmat kemarin (15/4). Sedangkan daerah yang tidak terimbas gempa tetap diminta melanjutkan pembelajaran tatap muka.

Terpisah, Kepala SMP PGRI 5 Bantur Warsono mengatakan, pihaknya juga terpaksa menunda pelaksanaan sekolah tatap muka. Rencananya, dia akan menggelar sekolah tatap muka pada 19 April mendatang bersamaan dengan Kota Malang. Itu dilakukan karena reruntuhan bangunan masih ada di sana. ”Beberapa ruang kelas kami masih rusak dan diharapkan akan diperbaiki pelan-pelan juga,” kata Warsono.

Kerusakan di ruang kelas, dia mengatakan, terdiri atas plafon hingga genteng yang runtuh. Selain ruang kelas yang rusak, ruang kerja kepsek juga mengalami kerusakan. Terutama dari beton tembok yang retak.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala SMP Ahmad Yani, Turen, Halimah. Dia mengatakan, sekolah tatap muka belum dilaksanakan. Itu karena hingga kini pihaknya masih menerapkan libur puasa selama empat hari. ”Kami sementara tidak menggelar tatap muka karena masih libur puasa,” katanya.(rmc/adn/c1/dan)

MALANG – Gempa bermagnitudo 6,1 skala Richter (SR) Sabtu lalu (10/4) tidak hanya meluluhlantakkan banyak rumah warga. Rusaknya bangunan sekolah juga ikut berdampak pada sistem pembelajaran di kawasan terdampak. Pembelajaran tatap muka yang baru berlangsung sekitar sepekan, kini terpaksa kembali daring alias online lagi.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Malang Rachmat Hardijono mengatakan, sebelum gempa, pihaknya sudah menerapkan sekolah tatap muka. Tepatnya dimulai 5 April lalu. Tetapi, karena banyak bangunan sekolah yang rusak akibat gempa, pihaknya menginstruksikan sekolah di kawasan tersebut tidak melanjutkan pembelajaran tatap muka. Dengan kata lain, pembelajaran tatap muka yang baru berlangsung sekitar lima hari terpaksa kembali daring lagi.

Mayoritas sekolah yang kembali menerapkan pembelajaran daring ada di Malang Selatan, seperti Sumbermanjing Wetan, Turen, Dampit, Bantur, Kalipare, Pagelaran, Donomulyo, dan Wajak. Sedangkan dua kecamatan lain ada di kawasan Malang Timur, yakni Jabung dan Poncokusumo.
”Memang yang paling parah ada di wilayah selatan. Kami mencatat di beberapa kecamatan itu mengalami dampak paling parah,” ujar Rachmat kemarin (15/4). Sedangkan daerah yang tidak terimbas gempa tetap diminta melanjutkan pembelajaran tatap muka.

Terpisah, Kepala SMP PGRI 5 Bantur Warsono mengatakan, pihaknya juga terpaksa menunda pelaksanaan sekolah tatap muka. Rencananya, dia akan menggelar sekolah tatap muka pada 19 April mendatang bersamaan dengan Kota Malang. Itu dilakukan karena reruntuhan bangunan masih ada di sana. ”Beberapa ruang kelas kami masih rusak dan diharapkan akan diperbaiki pelan-pelan juga,” kata Warsono.

Kerusakan di ruang kelas, dia mengatakan, terdiri atas plafon hingga genteng yang runtuh. Selain ruang kelas yang rusak, ruang kerja kepsek juga mengalami kerusakan. Terutama dari beton tembok yang retak.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala SMP Ahmad Yani, Turen, Halimah. Dia mengatakan, sekolah tatap muka belum dilaksanakan. Itu karena hingga kini pihaknya masih menerapkan libur puasa selama empat hari. ”Kami sementara tidak menggelar tatap muka karena masih libur puasa,” katanya.(rmc/adn/c1/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru