alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Sekolah di Malang Masih Daring, Peran Orang Tua Semakin Penting

MALANG KOTA – Para siswa kelas I SD dan VII SMP di Kota Malang saat ini tengah memasuki tahun ajaran baru 2021/2022. Sama seperti tahun sebelumnya, pembelajaran daring masih harus mereka lakukan. Problem klasik pun berpotensi terjadi lagi. Seperti pemberian materi dari guru kepada siswa yang kurang maksimal serta permasalahan jaringan internet yang kadang lemot.

Untuk itu, peran orang tua siswa bakal diandalkan saat ini. ”Saat ini, peranan orang tua memang saat ini jadi kunci keberhasilan kedua setelah guru,” papar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana SE MM. Pihaknya mendorong agar siswa dan orang tua bisa memahami situasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang tengah berlangsung saat ini.

Di sisi lain, guru saat ini juga dituntut untuk berinovasi dalam menyampaikan materi pembelajaran. Secara umum, mantan kepala Bagian (Kabag) Umum Pemkot Malang itu tak ingin pembelajaran daring menuai permasalahan di kemudian hari. ”Kami juga pasrah dan mohon maaf dengan keadaan ini yang harus daring lagi. Tetapi, mari bersinergi mendorong siswa supaya tetap bisa belajar dan memahami materi,” ujar pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi. Dia menekankan adanya perbaikan kualitas pendidikan di sistem daring. Terutama saat kasus Covid-19 yang kini tengah melonjak tinggi. Dia mengatakan, indikator keberhasilan proses pembelajaran saat ini perlu ditingkatkan. ”Memang harus ada pendampingan dari orang tua, tapi juga harus melihat lagi jika ada siswa yang kesusahan harus ada solusi lain supaya bisa terbantu,” ungkapnya.

Arief bersama anggota dewan lainnya juga berharap angka penyebaran Covid-19 di Kota Malang dapat ditekan lagi. Vaksinasi terhadap anak usia 12-17 tahun juga diharapkan mampu meningkatkan kekebalan siswa ketika sekolah kembali digelar secara tatap muka. ”Terutama vaksinasi ditambah saja agar masyarakat umum khususnya anak usia 12-17 tahun dapat tervaksin,” tambahnya.

Terpisah, Ketua Dewan Pendidikan Kota Malang Dr Nur Fajar Arif MPd turut menanggapi perihal animo masyarakat mengenai pembelajaran daring. Fajar–sapaan akrabnya– memaparkan bahwa pembelajaran daring mau tidak mau harus dilakukan saat ini. ”Tantangannya ya mau tidak mau guru dan orang tua harus bersinergi,” singkatnya. Hal ini juga berorientasi terhadap karakter dan ketahanan siswa agar tetap memahami materi pelajaran.

Di sisi lain, pembelajaran daring ini mempunyai pengaruh besar yang positif tentunya dalam ranah kesehatan. Fajar menambahkan bahwa pembelajaran daring saat ini di-plot untuk memutus rantai Covid-19 pada klaster peserta didik. Untuk memaksimalkannya, dia berharap ke depan para pendidik bisa memberi ruang kreasi pada anak-anak yang melangsungkan pembelajaran secara daring. ”Anak-anak kita sangat butuh perhatian, semua pihak ayo dukung kebijakan pemerintah untuk atasi pandemi dan tetap jaga prokes,” tandasnya. (rmc/cj4/adn/c1/by)

MALANG KOTA – Para siswa kelas I SD dan VII SMP di Kota Malang saat ini tengah memasuki tahun ajaran baru 2021/2022. Sama seperti tahun sebelumnya, pembelajaran daring masih harus mereka lakukan. Problem klasik pun berpotensi terjadi lagi. Seperti pemberian materi dari guru kepada siswa yang kurang maksimal serta permasalahan jaringan internet yang kadang lemot.

Untuk itu, peran orang tua siswa bakal diandalkan saat ini. ”Saat ini, peranan orang tua memang saat ini jadi kunci keberhasilan kedua setelah guru,” papar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana SE MM. Pihaknya mendorong agar siswa dan orang tua bisa memahami situasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang tengah berlangsung saat ini.

Di sisi lain, guru saat ini juga dituntut untuk berinovasi dalam menyampaikan materi pembelajaran. Secara umum, mantan kepala Bagian (Kabag) Umum Pemkot Malang itu tak ingin pembelajaran daring menuai permasalahan di kemudian hari. ”Kami juga pasrah dan mohon maaf dengan keadaan ini yang harus daring lagi. Tetapi, mari bersinergi mendorong siswa supaya tetap bisa belajar dan memahami materi,” ujar pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi. Dia menekankan adanya perbaikan kualitas pendidikan di sistem daring. Terutama saat kasus Covid-19 yang kini tengah melonjak tinggi. Dia mengatakan, indikator keberhasilan proses pembelajaran saat ini perlu ditingkatkan. ”Memang harus ada pendampingan dari orang tua, tapi juga harus melihat lagi jika ada siswa yang kesusahan harus ada solusi lain supaya bisa terbantu,” ungkapnya.

Arief bersama anggota dewan lainnya juga berharap angka penyebaran Covid-19 di Kota Malang dapat ditekan lagi. Vaksinasi terhadap anak usia 12-17 tahun juga diharapkan mampu meningkatkan kekebalan siswa ketika sekolah kembali digelar secara tatap muka. ”Terutama vaksinasi ditambah saja agar masyarakat umum khususnya anak usia 12-17 tahun dapat tervaksin,” tambahnya.

Terpisah, Ketua Dewan Pendidikan Kota Malang Dr Nur Fajar Arif MPd turut menanggapi perihal animo masyarakat mengenai pembelajaran daring. Fajar–sapaan akrabnya– memaparkan bahwa pembelajaran daring mau tidak mau harus dilakukan saat ini. ”Tantangannya ya mau tidak mau guru dan orang tua harus bersinergi,” singkatnya. Hal ini juga berorientasi terhadap karakter dan ketahanan siswa agar tetap memahami materi pelajaran.

Di sisi lain, pembelajaran daring ini mempunyai pengaruh besar yang positif tentunya dalam ranah kesehatan. Fajar menambahkan bahwa pembelajaran daring saat ini di-plot untuk memutus rantai Covid-19 pada klaster peserta didik. Untuk memaksimalkannya, dia berharap ke depan para pendidik bisa memberi ruang kreasi pada anak-anak yang melangsungkan pembelajaran secara daring. ”Anak-anak kita sangat butuh perhatian, semua pihak ayo dukung kebijakan pemerintah untuk atasi pandemi dan tetap jaga prokes,” tandasnya. (rmc/cj4/adn/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/