alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Digirex Campus 2021

Arisan Jamban Antar Mahasiswi STIKES Widyagama Husada Raih Prestasi

MALANG KOTA – Jamban, ternyata bisa membawa seorang mahasiswi STIKES Widyagama Husada meraih prestasi selama 2 tahun berturut-turut. Dia adalah Nika Ilmiyanti, mahasiswi Prodi Kesehatan Lingkungan STIKES Widyagama Husada.

Nika juga berkesempatan berbagi pengalamannya selama menuntut ilmu di STIKES Widyagama Husada, dalam Digitalk bertajuk “Mahasiswa Berprestasi? Kalian Juga Bisa Kok” yang disiarkan langsung di channel YouTube Radar Malang TV hari ini, Kamis (17/6).

Dalam kesempatan itu, Nika mendapatkan prestasi selama 2 tahun berturut-turut berkat gagasannya tentang Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). “Kalau di Kota Malang sudah 100 persen rumah punya jamban. Nah, di sini bagaimana saya mendorong masyarakat untuk punya jamban yang sehat,” tutur Nika.

Ciri jamban yang sehat menurut Nika adalah jamban yang tertutup, kedap air dan saluran airnya tidak dibuang sembarangan. Mayoritas, tidak banyak jamban yang salurannya di buang ditempat yang tepat. Salah satu kendalanya adalah pada biaya.

Nika pun mencoba memecahkan masalah tersebut melalui metode arisan jamban. “Pertama ditentukan dulu lokasi yang betul-betul membutuhkan jamban yang sehat,”terangnya. Lalu, masyarakat setempat bisa berpartisipasi dalam arisan jamban, layaknya arisan pada umumnya.

Warga bisa iuran dalam jumlah tertentu, sehingga pembuatan jamban yang sehat dilakukan secara bergiliran. Sehingga masyarakat tidak keluar biaya yang banyak sekaligus untuk punya jamban yang sehat.

Berkat gagasannya itu, dia berhasil menyisihkan partisipan kompetisi yang total keseluruhan ada 25 mahasiswa. Tema yang diberikan adalah Sustainable Development Goals (SDG). Kemudian, dari 25 mahasiswa tersebut disaring menjadi 10 mahasiswa dari masing-masing prodi, sarjana dan diploma.
Selama proses seleksi, para partisipan menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia dalam mempresentasikan gagasannya. Terpilihlah 2 juara, 1 dari sarjana dan 1 dari diploma.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Jamban, ternyata bisa membawa seorang mahasiswi STIKES Widyagama Husada meraih prestasi selama 2 tahun berturut-turut. Dia adalah Nika Ilmiyanti, mahasiswi Prodi Kesehatan Lingkungan STIKES Widyagama Husada.

Nika juga berkesempatan berbagi pengalamannya selama menuntut ilmu di STIKES Widyagama Husada, dalam Digitalk bertajuk “Mahasiswa Berprestasi? Kalian Juga Bisa Kok” yang disiarkan langsung di channel YouTube Radar Malang TV hari ini, Kamis (17/6).

Dalam kesempatan itu, Nika mendapatkan prestasi selama 2 tahun berturut-turut berkat gagasannya tentang Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). “Kalau di Kota Malang sudah 100 persen rumah punya jamban. Nah, di sini bagaimana saya mendorong masyarakat untuk punya jamban yang sehat,” tutur Nika.

Ciri jamban yang sehat menurut Nika adalah jamban yang tertutup, kedap air dan saluran airnya tidak dibuang sembarangan. Mayoritas, tidak banyak jamban yang salurannya di buang ditempat yang tepat. Salah satu kendalanya adalah pada biaya.

Nika pun mencoba memecahkan masalah tersebut melalui metode arisan jamban. “Pertama ditentukan dulu lokasi yang betul-betul membutuhkan jamban yang sehat,”terangnya. Lalu, masyarakat setempat bisa berpartisipasi dalam arisan jamban, layaknya arisan pada umumnya.

Warga bisa iuran dalam jumlah tertentu, sehingga pembuatan jamban yang sehat dilakukan secara bergiliran. Sehingga masyarakat tidak keluar biaya yang banyak sekaligus untuk punya jamban yang sehat.

Berkat gagasannya itu, dia berhasil menyisihkan partisipan kompetisi yang total keseluruhan ada 25 mahasiswa. Tema yang diberikan adalah Sustainable Development Goals (SDG). Kemudian, dari 25 mahasiswa tersebut disaring menjadi 10 mahasiswa dari masing-masing prodi, sarjana dan diploma.
Selama proses seleksi, para partisipan menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia dalam mempresentasikan gagasannya. Terpilihlah 2 juara, 1 dari sarjana dan 1 dari diploma.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/