alexametrics
21.4 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Blended Learning di Kota Malang Bisa Digelar, Asal…

MALANG KOTA – Sama seperti tahun lalu, saat ini ada kekhawatiran terhadap efektivitas pembelajaran daring. Mulai dari materi pembelajaran yang rawan tak tersampaikan secara efektif hingga kekhawatiran soal minimnya keterlibatan orang tua siswa. Untuk mengurai problem itu, sistem blended learning atau kolaborasi antara sistem belajar daring dan luring dianggap sejumlah pihak bisa menjadi solusi.

Seperti yang diungkapkan langsung oleh Ketua Dewan Pendidikan Kota Malang Dr Nur Arif Rahman MPd. Dia mengaku telah merumuskan persiapan dalam menghadapi kemungkinan terburuk soal pembelajaran daring.

”Kita tahu siswa pasti bosan. Jika Covid-19 bisa ditekan, ya metode (blended learning) ini bisa jadi solusi,” kata dia.

Gabungan metode belajar itu bermakna kolaborasi antara pembelajaran secara tatap muka langsung (face-to-face) dan online atau daring.

Saat ini ada platform yang dipersiapkan dan digagas olehnya. Platform itu kini telah mencapai 27 sumber belajar. Arif mengatakan, apa pun metode yang nanti diambil juga harus dibarengi dengan pengembangan materi pembelajaran dari setiap guru. Pengembangan itu bertujuan supaya aksesnya dapat berjalan secara maksimal. Terutama dalam rangka mengelola motivasi dan memberikan kesempatan siswa dalam berkreasi.

”Semua ini adalah bentuk antisipasi kami dan berpikir secara futuristik ini adalah wujud persiapan menghadapi kemungkinan terburuk yang paling baik,” kata dia.

Wakil Direktur I Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) itu berprinsip segala macam potensi anak didik harus didukung. Tak lupa juga harus diarahkan dengan kepercayaan dari orang tua. Sebab, saat ini mau tak mau peran orang tua menjadi penentu dalam pembelajaran daring maupun luring.
Hal yang sama juga diucapkan anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pendidikan DPRD Kota Malang Lelly Thresiyawati. Dia mengatakan bahwa sistem pendidikan di Kota Malang saat ini perlu diperhatikan.

”Memang harus begitu, apalagi julukan Kota Pendidikan, ya harus diwujudkan,” ujar dia.

Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra itu menambahkan, kualitas pembangunan pada bidang pendidikan harus selalu dijaga. Kesenjangan dalam pembelajaran daring juga perlu diperhatikan. Dari pengamatannya, problem saat ini memang berkutat pada penyampaian materi pembelajaran dari guru ke siswa yang kerap kurang efektif. Beranjak dari itu, diperlukan inovasi lain ketika masalah itu terjadi di lapangan. Blended learning, menurutnya, bisa jadi solusi, asalkan angka kasus Covid-19 bisa ditekan. (cj4/adn/c1/by/rmc)

MALANG KOTA – Sama seperti tahun lalu, saat ini ada kekhawatiran terhadap efektivitas pembelajaran daring. Mulai dari materi pembelajaran yang rawan tak tersampaikan secara efektif hingga kekhawatiran soal minimnya keterlibatan orang tua siswa. Untuk mengurai problem itu, sistem blended learning atau kolaborasi antara sistem belajar daring dan luring dianggap sejumlah pihak bisa menjadi solusi.

Seperti yang diungkapkan langsung oleh Ketua Dewan Pendidikan Kota Malang Dr Nur Arif Rahman MPd. Dia mengaku telah merumuskan persiapan dalam menghadapi kemungkinan terburuk soal pembelajaran daring.

”Kita tahu siswa pasti bosan. Jika Covid-19 bisa ditekan, ya metode (blended learning) ini bisa jadi solusi,” kata dia.

Gabungan metode belajar itu bermakna kolaborasi antara pembelajaran secara tatap muka langsung (face-to-face) dan online atau daring.

Saat ini ada platform yang dipersiapkan dan digagas olehnya. Platform itu kini telah mencapai 27 sumber belajar. Arif mengatakan, apa pun metode yang nanti diambil juga harus dibarengi dengan pengembangan materi pembelajaran dari setiap guru. Pengembangan itu bertujuan supaya aksesnya dapat berjalan secara maksimal. Terutama dalam rangka mengelola motivasi dan memberikan kesempatan siswa dalam berkreasi.

”Semua ini adalah bentuk antisipasi kami dan berpikir secara futuristik ini adalah wujud persiapan menghadapi kemungkinan terburuk yang paling baik,” kata dia.

Wakil Direktur I Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) itu berprinsip segala macam potensi anak didik harus didukung. Tak lupa juga harus diarahkan dengan kepercayaan dari orang tua. Sebab, saat ini mau tak mau peran orang tua menjadi penentu dalam pembelajaran daring maupun luring.
Hal yang sama juga diucapkan anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pendidikan DPRD Kota Malang Lelly Thresiyawati. Dia mengatakan bahwa sistem pendidikan di Kota Malang saat ini perlu diperhatikan.

”Memang harus begitu, apalagi julukan Kota Pendidikan, ya harus diwujudkan,” ujar dia.

Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra itu menambahkan, kualitas pembangunan pada bidang pendidikan harus selalu dijaga. Kesenjangan dalam pembelajaran daring juga perlu diperhatikan. Dari pengamatannya, problem saat ini memang berkutat pada penyampaian materi pembelajaran dari guru ke siswa yang kerap kurang efektif. Beranjak dari itu, diperlukan inovasi lain ketika masalah itu terjadi di lapangan. Blended learning, menurutnya, bisa jadi solusi, asalkan angka kasus Covid-19 bisa ditekan. (cj4/adn/c1/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/