alexametrics
30C
Malang
Sunday, 7 March 2021

Usai FGD, Unisma Siap Kembangkan Dua Kampung Tematik di Kota Malang

MALANG KOTA — Universitas Islam Malang (Unisma) mengagas dua kampung tematik di kawasan Kota Malang Timur. Yaitu kampung kreatif di Kelurahan Kedungkandang dan kampung santri di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang.

Ide ini juga sudah dibawa dalam forum Focus Group Discussion (FGD) bersama Wali Kota Malang Sutiaji, Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad dan stakeholder lain dengan tema ‘Pengembangan Kawasan Pariwisata Kedungkandang dan Kampung di Sekitar Makam Ki Ageng Gribig Kota Malang’ di ruang pertemuan II, lantai 4 Gedung Abu Bakar As-Shidiq Unisma, Senin (18/1).

Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi menyampaikan, timnya akan turun ke lokasi untuk menindaklanjuti FGD tersebut. Sehingga, tim Unisma bersama masyarakat akan bersinergi dalam merealisasikan ide tersebut.

”Ini masih ide dari kami. Dan masukan di FGD ini akan kami matangkan, putuskan dan laksanakan bersama masyarakat. Karena kami hadir bukan datang bawa konsep, tapi kami hadir mendengarkan dan potensi apa yang bisa dikembangkan,” kata pria asal Kabupaten Tuban ini.

Gambaran awal, lanjut Maskuri, kampung kreatif nanti akan terpusat di area Jembatan Kedungkandang. Sehingga, kampung-kampung di sekitar jembatan ini nantinya akan disulap menjadi lebih indah dan tertata.

”Nanti juga akan ada Car Free Day (CFD) di area kampung kreatif. Biasanya dari jembatan terlihat pemandangan jemuran, nanti akan berubah jadi agroponik-agroponik dan ada pengecatan ulang di sana nanti,” terang dia.

Sedangkan, masih kata dia, kampung santri di Madyopuro yang dimaksud adalah kemandirian masyarakat. Dimana Unisma tidak selalu hadir di sana nanti, tapi bagaimana Unisma bisa melatih kemandirian warga setempat untuk mandiri.

”Kampung santri ini akan mendatangkan pengembangan ekonomi yang pada akhirnya masyarakat jadi mandiri,” ungkap Maskuri.

Lebih lanjut, semua fakultas di Unisma juga bakal menyuport penuh gagasan tersebut. Dimana kampus keislaman ini memiliki 10 Fakultas dan 35 program studi (prodi).

”Semua fakultas atau prodi akan all out mendukung gagasan ini,” tandas dia.

Pewarta: Imam N

MALANG KOTA — Universitas Islam Malang (Unisma) mengagas dua kampung tematik di kawasan Kota Malang Timur. Yaitu kampung kreatif di Kelurahan Kedungkandang dan kampung santri di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang.

Ide ini juga sudah dibawa dalam forum Focus Group Discussion (FGD) bersama Wali Kota Malang Sutiaji, Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad dan stakeholder lain dengan tema ‘Pengembangan Kawasan Pariwisata Kedungkandang dan Kampung di Sekitar Makam Ki Ageng Gribig Kota Malang’ di ruang pertemuan II, lantai 4 Gedung Abu Bakar As-Shidiq Unisma, Senin (18/1).

Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi menyampaikan, timnya akan turun ke lokasi untuk menindaklanjuti FGD tersebut. Sehingga, tim Unisma bersama masyarakat akan bersinergi dalam merealisasikan ide tersebut.

”Ini masih ide dari kami. Dan masukan di FGD ini akan kami matangkan, putuskan dan laksanakan bersama masyarakat. Karena kami hadir bukan datang bawa konsep, tapi kami hadir mendengarkan dan potensi apa yang bisa dikembangkan,” kata pria asal Kabupaten Tuban ini.

Gambaran awal, lanjut Maskuri, kampung kreatif nanti akan terpusat di area Jembatan Kedungkandang. Sehingga, kampung-kampung di sekitar jembatan ini nantinya akan disulap menjadi lebih indah dan tertata.

”Nanti juga akan ada Car Free Day (CFD) di area kampung kreatif. Biasanya dari jembatan terlihat pemandangan jemuran, nanti akan berubah jadi agroponik-agroponik dan ada pengecatan ulang di sana nanti,” terang dia.

Sedangkan, masih kata dia, kampung santri di Madyopuro yang dimaksud adalah kemandirian masyarakat. Dimana Unisma tidak selalu hadir di sana nanti, tapi bagaimana Unisma bisa melatih kemandirian warga setempat untuk mandiri.

”Kampung santri ini akan mendatangkan pengembangan ekonomi yang pada akhirnya masyarakat jadi mandiri,” ungkap Maskuri.

Lebih lanjut, semua fakultas di Unisma juga bakal menyuport penuh gagasan tersebut. Dimana kampus keislaman ini memiliki 10 Fakultas dan 35 program studi (prodi).

”Semua fakultas atau prodi akan all out mendukung gagasan ini,” tandas dia.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru