alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Makin Hangat, Unisma Jalin Keakraban bersama Mahasiswa PMM-DN

MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) jalin keakraban dengan peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMM-DN). Keakraban ini dikemas melalui senam bersama dan inspirasi pagi dengan tema “Menjadi Manusia Merdeka dan Bermakna”, Selasa (18/1). Selain keakraban, acara ini juga sebagai ajang toleransi bagi mahasiswa PMM-DN dengan pimpinan Unisma.

Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri Msi mengatakan bahwa acara pagi ini sebagai wadah untuk membangun harmonisasi, moderasi, sikap toleran maupun proporsional kepada mahasiswa. Mengingat para mahasiswa punya latar belakang yang berbeda-beda.

“Mereka memang dipersiapkan untuk menjadi generasi emas. Calon pemimpin masa depan, menghargai perbedaan dan cinta tanah air. Maka, harus bisa bergaul dan berkomunikasi dengan siapapun. Tanpa membedakan agama, ras, suku, golongan maupun budaya. Namun melebur menjadi satu kesatuan, bangsa Indonesia,” ujarnya.

Berbagai macam aktifitas telah dilakukan oleh 38 mahasiswa PMM-DN dari 19 perguruan tinggi secara luring. Prof Maskuri menekankan bahwa aktifitas pembelajaran bermuara pada Bhinneka Tunggal Ika. Yakni belajar tentang kehidupan yang beragam, suku, budaya daerah, dan pendidikan yang berbeda. Pembelajaran yang dilakukan didampingi oleh para dosen.

Sementara itu, Penanggungjawab kegiatan program PMM-DN Unisma, Indhra Musthofa mengungkapkan bahwa program ini telah berlangsung sejak bulan September 2021 hingga Januari 2022. Tetapi, dikarenakan pandemi kegiatan baru dilaksanakan per 23 November 2021 sampai 20 Januari 2022.

“Mulanya, total keseluruhan mahasiswa yang mengikuti program PMM-DN Unisma ada 42 orang. Namun, hanya 38 mahasiswa yang dapat mengikuti secara luring karena terkendala persetujuan orang tua. Memang untuk mengikuti kegiatan ini secara luring harus ada persetujuan orang tua, jika tidak maka mengikuti secara daring,” jelasnya.

Mahasiswa program PMM-DN ini telah menempuh mata kuliah reguler sebanyak 10 hingga 20 SKS selama satu semester di Unisma. Di samping itu, mereka juga wajib mengikuti program budaya melalui Modul Nusantara yang terdiri dari Modul Inspirasi, Modul Refleksi Kebangsaan Kebhinekaan dan Modul Kontribusi Sosial.

“Kegiatan itu sudah terlaksana semua. Ada yang berangkat ke museum di Museum Singosari yang ada cagar budayanya, berangkat ke tempat bersejarah termasuk pesantren untuk mendapatkan inspirasi. Diantaranya seperti di Turen, Desa Jabung, Kampung Cempluk,” ungkapnya.

Salah satu mahasiswa dari Universitas Tanjungpura Pontianak, Helsa Ulfa Destari mengaku kagum dengan Unisma. Selain suasana kampusnya yang asri, orang-orangnya juga ramah-ramah dan baik.

Pewarta: Rofia Ismania Sarti

MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) jalin keakraban dengan peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMM-DN). Keakraban ini dikemas melalui senam bersama dan inspirasi pagi dengan tema “Menjadi Manusia Merdeka dan Bermakna”, Selasa (18/1). Selain keakraban, acara ini juga sebagai ajang toleransi bagi mahasiswa PMM-DN dengan pimpinan Unisma.

Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri Msi mengatakan bahwa acara pagi ini sebagai wadah untuk membangun harmonisasi, moderasi, sikap toleran maupun proporsional kepada mahasiswa. Mengingat para mahasiswa punya latar belakang yang berbeda-beda.

“Mereka memang dipersiapkan untuk menjadi generasi emas. Calon pemimpin masa depan, menghargai perbedaan dan cinta tanah air. Maka, harus bisa bergaul dan berkomunikasi dengan siapapun. Tanpa membedakan agama, ras, suku, golongan maupun budaya. Namun melebur menjadi satu kesatuan, bangsa Indonesia,” ujarnya.

Berbagai macam aktifitas telah dilakukan oleh 38 mahasiswa PMM-DN dari 19 perguruan tinggi secara luring. Prof Maskuri menekankan bahwa aktifitas pembelajaran bermuara pada Bhinneka Tunggal Ika. Yakni belajar tentang kehidupan yang beragam, suku, budaya daerah, dan pendidikan yang berbeda. Pembelajaran yang dilakukan didampingi oleh para dosen.

Sementara itu, Penanggungjawab kegiatan program PMM-DN Unisma, Indhra Musthofa mengungkapkan bahwa program ini telah berlangsung sejak bulan September 2021 hingga Januari 2022. Tetapi, dikarenakan pandemi kegiatan baru dilaksanakan per 23 November 2021 sampai 20 Januari 2022.

“Mulanya, total keseluruhan mahasiswa yang mengikuti program PMM-DN Unisma ada 42 orang. Namun, hanya 38 mahasiswa yang dapat mengikuti secara luring karena terkendala persetujuan orang tua. Memang untuk mengikuti kegiatan ini secara luring harus ada persetujuan orang tua, jika tidak maka mengikuti secara daring,” jelasnya.

Mahasiswa program PMM-DN ini telah menempuh mata kuliah reguler sebanyak 10 hingga 20 SKS selama satu semester di Unisma. Di samping itu, mereka juga wajib mengikuti program budaya melalui Modul Nusantara yang terdiri dari Modul Inspirasi, Modul Refleksi Kebangsaan Kebhinekaan dan Modul Kontribusi Sosial.

“Kegiatan itu sudah terlaksana semua. Ada yang berangkat ke museum di Museum Singosari yang ada cagar budayanya, berangkat ke tempat bersejarah termasuk pesantren untuk mendapatkan inspirasi. Diantaranya seperti di Turen, Desa Jabung, Kampung Cempluk,” ungkapnya.

Salah satu mahasiswa dari Universitas Tanjungpura Pontianak, Helsa Ulfa Destari mengaku kagum dengan Unisma. Selain suasana kampusnya yang asri, orang-orangnya juga ramah-ramah dan baik.

Pewarta: Rofia Ismania Sarti

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/