alexametrics
28C
Malang
Monday, 8 March 2021

Unisma Jadi Pelopor Pengembangan PTNU Se-Indonesia

MALANG KOTA – Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi pelopor dalam pengembangan perguruan tinggi Nahdlatul ulama (PTNU) se-Indonesia. Baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan maupun non-pendidikan.

Ketua Umum Forum Rektor PTNU Nasional, Prof Dr H Maskuri Bakri MSi menyampaikan, Unisma sudah menyusun beberapa program strategis dalam pengembangan PTNU untuk bangsa. Salah satunya akan memberikan beberapa masukan kepada pemerintah melalui dialog dengan Kementerian Agama RI pada 24 Februari.

”Nanti perwakilan maksimal sembilan sampai sepuluh orang yang ikut. Karena harus menerapkan protokol kesehatan,” kata Rektor Unisma ini.

Rektor asal Kabupaten Tuban ini menjelaskan, masukan tersebut tentang kebijakan di lingkungan kementerian agama terhadap perguruan Islam swasta. Seperti terkait sumber daya manusia, jabatan fungsional hingga pengabdian kepada masyarakat.

”Ini bukan untuk PTNU saja, tapi semua perguruan tinggi agama swasta di Indonesia,” terangnya.

Tak hanya itu, masih kata dia, antar PTNU juga bakal bersinergi dalam mendukung program merdeka belajar dan event nasional-internasional. Termasuk juga Unisma akan membuka diri dalam kiat-kiat bisa menggaet mahasiswa luar negeri dari 34 negara.

”Nanti juga bakal ada event internasional obat herbal. Kami akan libatkan peneliti-peneliti di bidang ini yang sudah menjadi mitra Unisma,” ungkap dia.

Selain itu, lanjutnya, Unisma bersama PTNU juga bakal melakukan kegiatan kandidat sarjana mengabdi untuk nusantara (KSMN). Dimana teknisnya nanti PTNU mencari lokasi untuk melakukan pengabdian bersama.

”Mudah-mudahan dapat suport dari kementerian desa nanti,” pungkas dia.

Pewarta: Imam N

MALANG KOTA – Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi pelopor dalam pengembangan perguruan tinggi Nahdlatul ulama (PTNU) se-Indonesia. Baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan maupun non-pendidikan.

Ketua Umum Forum Rektor PTNU Nasional, Prof Dr H Maskuri Bakri MSi menyampaikan, Unisma sudah menyusun beberapa program strategis dalam pengembangan PTNU untuk bangsa. Salah satunya akan memberikan beberapa masukan kepada pemerintah melalui dialog dengan Kementerian Agama RI pada 24 Februari.

”Nanti perwakilan maksimal sembilan sampai sepuluh orang yang ikut. Karena harus menerapkan protokol kesehatan,” kata Rektor Unisma ini.

Rektor asal Kabupaten Tuban ini menjelaskan, masukan tersebut tentang kebijakan di lingkungan kementerian agama terhadap perguruan Islam swasta. Seperti terkait sumber daya manusia, jabatan fungsional hingga pengabdian kepada masyarakat.

”Ini bukan untuk PTNU saja, tapi semua perguruan tinggi agama swasta di Indonesia,” terangnya.

Tak hanya itu, masih kata dia, antar PTNU juga bakal bersinergi dalam mendukung program merdeka belajar dan event nasional-internasional. Termasuk juga Unisma akan membuka diri dalam kiat-kiat bisa menggaet mahasiswa luar negeri dari 34 negara.

”Nanti juga bakal ada event internasional obat herbal. Kami akan libatkan peneliti-peneliti di bidang ini yang sudah menjadi mitra Unisma,” ungkap dia.

Selain itu, lanjutnya, Unisma bersama PTNU juga bakal melakukan kegiatan kandidat sarjana mengabdi untuk nusantara (KSMN). Dimana teknisnya nanti PTNU mencari lokasi untuk melakukan pengabdian bersama.

”Mudah-mudahan dapat suport dari kementerian desa nanti,” pungkas dia.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru