alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Kampus Negeri di Malang Tambah Kuota 6.690 Maba

MALANG KOTA – Di era pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum jelas kapan bakal berakhir, perguruan tinggi negeri (PTN) di Malang malah berancang-ancang menambah kuota mahasiswa baru (maba). Universitas Brawijaya (UB ) yang paling besar penambahannya. Begitu pula dengan Univeristas Negeri Malang (UM) dan Universitas Islam Negeri (UIN) juga bakal menambah kuota baru.

Total ada sekitar 6.690 kuota tambahan maba di PTN pada 2021 ini dibandingkan dengan tahun lalu. Tentu ini akan menjadikan kampus-kampus swasta kian sulit menambah mahasiswa baru.

Universitas Brawijaya misalnya, diperkirakan akan menambah kuota sekitar 6.000 mahasiswa baru dari tahun lalu untuk jenjang S-1, S-2, maupun S-3. Kalau tahun lalu ada 10.400 maba, tahun 2021 akan menerima 16.400 maba. Sedangkan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) juga akan menambah sekitar 390 mahasiswa dari tahun sebelumnya.

Sementara untuk Universitas Negeri Malang (UM) juga bakal menaikkan kuota sekitar 300 mahasiswa baru dari 5.000 maba tahun lalu. Hanya Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang dipastikan tidak menambah kuota. Tetap di angka 3.330 mahasiswa baru.

Sub Koordinat Humas Universitas Negeri Malang (UM) Ifa Nursanti menyebutkan, saat ini UM memiliki total 38.286 mahasiswa di semua jenjang. Saat ini UM juga masih proses pencarian mahasiswa baru di jenjang S-1 melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN). ”Ya, nantinya juga ada jalur mandiri untuk S-1 dan S-2 agar calon maba dapat berkuliah di sini,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Malang.

Ifa menambahkan, mengacu tahun sebelumnya, rata-rata tiap tahun ada penambahan maba. Untuk tahun lalu ada 5.000 maba, sehingga tahun 2021 kisaran menjadi 5.300 maba yang diterima. Ada kenaikan tiap tahun itu karena minat masuk UM cukup tinggi. ”Dengan peningkatan jumlah mahasiswa, kami yang akan berstatus PTN-BH (berbadan hukum) semakin meningkatkan mutu baik pendidikan dan fasilitas penunjangnya,” beber Ifa.

Hal yang sama juga dialami UB. Tiap tahunnya, UB mengalami kenaikan jumlah mahasiswa di berbagai jenjang dari S-1 sampai S-3. Bahkan, tahun 2020 kemarin mereka mampu menampung jumlah mahasiswa sebanyak 69.319 orang. ”Jumlah tersebut naik sekitar 30 persen dari tahun kemarin (2019) yang hanya 66.139 mahasiswa,” beber Kepala Bagian (Kabag) Akademik UB Heri Prawoto. Untuk tahun ini, diperkirakan akan ada kenaikan 6.000 maba dari tahun lalu. Sehingga jumlah maba nanti bisa menembus 16.400 maba.

Tiap tahun, di UB ada kenaikan jumlah mahasiswa. Untuk jenjang S-1 misalnya, tahun 2019 ada 54.148 mahasiswa. Namun, pada 2020 jumlahnya melonjak menjadi 57.253 mahasiswa. Begitu juga untuk jenjang S-2 yang mengalami kenaikan dari 3.801 mahasiswa menjadi 3.885 mahasiswa.

Sementara itu, penambahan mahasiswa akan dilakukan di UIN Malang. Jumlahnya 390 mahasiswa baru saja. Itu pun jika kuliah pada semester mendatang dilakukan secara daring. Sebab, jika kuliah tatap muka, maka daya tampung kamar asrama tidak cukup sehingga tidak ada penambahan. Tetap 3.810 mahasiswa baru.

Kabag Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Imam Ahmad mengatakan, di UIN Maulana Malik Ibrahim pihaknya masih menunggu kebijakan pemerintah apakah sudah diperbolehkan perkuliahan secara luring atau daring. ”Kalau masih daring kuotanya maba sekitar 4.200 maba, kalau sudah bisa luring kita kembali ke semula, yakni sekitar 3.810 maba,” bebernya.

Sementara itu, di Politeknik Negeri Malang (Polinema) dipastikan tidak ada penambahan maba. Tetap 3.330 maba. Saat ini Polinema masih proses pendaftaran seleksi bersama masuk politeknik negeri (SBMPN) mulai Senin (10/5) hingga Kamis (10/6).

Joko Santoso, mewakili Kabag Humas Polinema mengatakan, kuota maba tahun ini sebanyak 3.300 mahasiswa. Sedangkan untuk jalur SBMPN sejumlah 30 persen dari jumlah kuota total atau dengan kata lain 990 mahasiswa dari kuota total calon mahasiswa.(rmc/ulf/adn/c1/abm)

MALANG KOTA – Di era pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum jelas kapan bakal berakhir, perguruan tinggi negeri (PTN) di Malang malah berancang-ancang menambah kuota mahasiswa baru (maba). Universitas Brawijaya (UB ) yang paling besar penambahannya. Begitu pula dengan Univeristas Negeri Malang (UM) dan Universitas Islam Negeri (UIN) juga bakal menambah kuota baru.

Total ada sekitar 6.690 kuota tambahan maba di PTN pada 2021 ini dibandingkan dengan tahun lalu. Tentu ini akan menjadikan kampus-kampus swasta kian sulit menambah mahasiswa baru.

Universitas Brawijaya misalnya, diperkirakan akan menambah kuota sekitar 6.000 mahasiswa baru dari tahun lalu untuk jenjang S-1, S-2, maupun S-3. Kalau tahun lalu ada 10.400 maba, tahun 2021 akan menerima 16.400 maba. Sedangkan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) juga akan menambah sekitar 390 mahasiswa dari tahun sebelumnya.

Sementara untuk Universitas Negeri Malang (UM) juga bakal menaikkan kuota sekitar 300 mahasiswa baru dari 5.000 maba tahun lalu. Hanya Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang dipastikan tidak menambah kuota. Tetap di angka 3.330 mahasiswa baru.

Sub Koordinat Humas Universitas Negeri Malang (UM) Ifa Nursanti menyebutkan, saat ini UM memiliki total 38.286 mahasiswa di semua jenjang. Saat ini UM juga masih proses pencarian mahasiswa baru di jenjang S-1 melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN). ”Ya, nantinya juga ada jalur mandiri untuk S-1 dan S-2 agar calon maba dapat berkuliah di sini,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Malang.

Ifa menambahkan, mengacu tahun sebelumnya, rata-rata tiap tahun ada penambahan maba. Untuk tahun lalu ada 5.000 maba, sehingga tahun 2021 kisaran menjadi 5.300 maba yang diterima. Ada kenaikan tiap tahun itu karena minat masuk UM cukup tinggi. ”Dengan peningkatan jumlah mahasiswa, kami yang akan berstatus PTN-BH (berbadan hukum) semakin meningkatkan mutu baik pendidikan dan fasilitas penunjangnya,” beber Ifa.

Hal yang sama juga dialami UB. Tiap tahunnya, UB mengalami kenaikan jumlah mahasiswa di berbagai jenjang dari S-1 sampai S-3. Bahkan, tahun 2020 kemarin mereka mampu menampung jumlah mahasiswa sebanyak 69.319 orang. ”Jumlah tersebut naik sekitar 30 persen dari tahun kemarin (2019) yang hanya 66.139 mahasiswa,” beber Kepala Bagian (Kabag) Akademik UB Heri Prawoto. Untuk tahun ini, diperkirakan akan ada kenaikan 6.000 maba dari tahun lalu. Sehingga jumlah maba nanti bisa menembus 16.400 maba.

Tiap tahun, di UB ada kenaikan jumlah mahasiswa. Untuk jenjang S-1 misalnya, tahun 2019 ada 54.148 mahasiswa. Namun, pada 2020 jumlahnya melonjak menjadi 57.253 mahasiswa. Begitu juga untuk jenjang S-2 yang mengalami kenaikan dari 3.801 mahasiswa menjadi 3.885 mahasiswa.

Sementara itu, penambahan mahasiswa akan dilakukan di UIN Malang. Jumlahnya 390 mahasiswa baru saja. Itu pun jika kuliah pada semester mendatang dilakukan secara daring. Sebab, jika kuliah tatap muka, maka daya tampung kamar asrama tidak cukup sehingga tidak ada penambahan. Tetap 3.810 mahasiswa baru.

Kabag Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Imam Ahmad mengatakan, di UIN Maulana Malik Ibrahim pihaknya masih menunggu kebijakan pemerintah apakah sudah diperbolehkan perkuliahan secara luring atau daring. ”Kalau masih daring kuotanya maba sekitar 4.200 maba, kalau sudah bisa luring kita kembali ke semula, yakni sekitar 3.810 maba,” bebernya.

Sementara itu, di Politeknik Negeri Malang (Polinema) dipastikan tidak ada penambahan maba. Tetap 3.330 maba. Saat ini Polinema masih proses pendaftaran seleksi bersama masuk politeknik negeri (SBMPN) mulai Senin (10/5) hingga Kamis (10/6).

Joko Santoso, mewakili Kabag Humas Polinema mengatakan, kuota maba tahun ini sebanyak 3.300 mahasiswa. Sedangkan untuk jalur SBMPN sejumlah 30 persen dari jumlah kuota total atau dengan kata lain 990 mahasiswa dari kuota total calon mahasiswa.(rmc/ulf/adn/c1/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/