alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Prof Loekito, Fokus Dorong Pelajar RI Studi Ke Luar Negeri

MALANG KOTA – Ketika banyak pihak mulai jenuh dengan kondisi pandemi, Prof Loekito Adi Soehono selaku founder Loekito Education Group (LEG) justru
lebih aktif dalam mendorong siswa SMA, mahasiswa, dan dosen untuk tetap mempersiapkan rencana studi luar negeri dengan LEG.

”Ini ibaratnya seperti kesempatan untuk merecharge setelah kehabisan energi selama masa pandemi dan menginspirasi calon mahasiswa yang impiannya melanjutkan studi ke luar negeri di 2020 lalu belum terealisasi,” tutur Loekito.

Sebagai dosen, Loekito sudah purnatugas pada 2017 setelah menginjak usia 70 tahun. Namun dia diangkat kembali dengan SK Rektor UB untuk mengajar sebagai guru besar Statistika. Selain mengajar, Loekito merupakan konsultan pendidikan luar negeri sejak 1991. Dengan pengalaman selama 30 tahun, Loekito telah membantu ribuan mahasiswa Indonesia menempuh studi di Australia, termasuk ratusan dosen dari PTN dan PTS menempuh studi doktoral di negeri Kangguru tersebut.

”Saya berusaha untuk selalu menjalin hubungan dengan seluruh siswa, baik selama studi mereka maupun setelah lulus. Saya bahagia sekali jika berhasil menginspirasi mahasiswa untuk punya impian besar dan melanjutkan studi ke luar negeri, baik dengan biaya sendiri maupun jalur
beasiswa,” kata pria yang mendapatkan gelar S-2 dan S-3 dari The University of Sydney tersebut.

Dari sekian banyak mahasiswa yang dibantu, Loekito mencontohkan enam
orang alumni universitas Australia yang kini sukses di bidang masing-masing.
”Enam alumni ini mewakili banyak lulusan lainnya yang sukses dan menggeluti industri yang beragam,” tutur Loekito sambil mengenang proses
studi dari keenam orang tersebut di Australia.

Tentang prospek studi luar negeri tahun ini, Loekito mengatakan banyak universitas Australia yang memberikan insentif dan beasiswa bernilai
besar untuk mahasiswa internasional selama masa pandemi.

”Program beasiswa seperti AAS juga sudah dibuka dan semoga program beasiswa lain seperti LPDP juga semoga segera menyusul dalam
waktu dekat,” tegasnya.

Sebagai penutup, Loekito menyatakan bahwa dirinya akan selalu mendorong
para mahasiswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri, baik dengan biaya sendiri atau beasiswa.(c1/dik)

MALANG KOTA – Ketika banyak pihak mulai jenuh dengan kondisi pandemi, Prof Loekito Adi Soehono selaku founder Loekito Education Group (LEG) justru
lebih aktif dalam mendorong siswa SMA, mahasiswa, dan dosen untuk tetap mempersiapkan rencana studi luar negeri dengan LEG.

”Ini ibaratnya seperti kesempatan untuk merecharge setelah kehabisan energi selama masa pandemi dan menginspirasi calon mahasiswa yang impiannya melanjutkan studi ke luar negeri di 2020 lalu belum terealisasi,” tutur Loekito.

Sebagai dosen, Loekito sudah purnatugas pada 2017 setelah menginjak usia 70 tahun. Namun dia diangkat kembali dengan SK Rektor UB untuk mengajar sebagai guru besar Statistika. Selain mengajar, Loekito merupakan konsultan pendidikan luar negeri sejak 1991. Dengan pengalaman selama 30 tahun, Loekito telah membantu ribuan mahasiswa Indonesia menempuh studi di Australia, termasuk ratusan dosen dari PTN dan PTS menempuh studi doktoral di negeri Kangguru tersebut.

”Saya berusaha untuk selalu menjalin hubungan dengan seluruh siswa, baik selama studi mereka maupun setelah lulus. Saya bahagia sekali jika berhasil menginspirasi mahasiswa untuk punya impian besar dan melanjutkan studi ke luar negeri, baik dengan biaya sendiri maupun jalur
beasiswa,” kata pria yang mendapatkan gelar S-2 dan S-3 dari The University of Sydney tersebut.

Dari sekian banyak mahasiswa yang dibantu, Loekito mencontohkan enam
orang alumni universitas Australia yang kini sukses di bidang masing-masing.
”Enam alumni ini mewakili banyak lulusan lainnya yang sukses dan menggeluti industri yang beragam,” tutur Loekito sambil mengenang proses
studi dari keenam orang tersebut di Australia.

Tentang prospek studi luar negeri tahun ini, Loekito mengatakan banyak universitas Australia yang memberikan insentif dan beasiswa bernilai
besar untuk mahasiswa internasional selama masa pandemi.

”Program beasiswa seperti AAS juga sudah dibuka dan semoga program beasiswa lain seperti LPDP juga semoga segera menyusul dalam
waktu dekat,” tegasnya.

Sebagai penutup, Loekito menyatakan bahwa dirinya akan selalu mendorong
para mahasiswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri, baik dengan biaya sendiri atau beasiswa.(c1/dik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/