alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Seperti Toserba, Alumnus Menyebar di Segala Bidang

RADAR MALANG – MTs Almaarif 01 Singosari adalah salah satu madrasah tertua di Kabupaten Malang. Kerja keras para ulama terdahulu, membuat sekolah dengan jargon ‘KEREN’-nya ini terus berkembang.

Tokoh-Tokoh berpengaruh di Indonesia banyak yang lahir dari Almaarif Singosari. Sebut saja KH Masykur, mantan menteri agama RI pertama yang dinobatkan sebagai pahlawan nasional pada 2019 lalu. Lalu, KH Ahmad Nur Salim dan Prof KH Moh Tolhah Hasan, mantan menteri agama pada era presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Mereka menjadi spirit bagi para guru yang kini berjuang mendidik dan mencetak generasi muda berakhlak mulia.

Kepala MTs Almaarif 01 Singosari H Basuki SPdi menerangkan, ada jargon khusus yang menjadi acuan. Yakni ‘KEREN’ yang merupakan kepanjangan dari Kreatif, Edukatif, Religius, Elegan, dan Nyaman. “Para pendidik yang kreatif menjadikan siswa berwawasan luas,” terangnya. Sebagai bukti madrasah yang edukatif, seluruh pendidik dan tenaga kependidikan berlatar belakang S1, tidak sedikit pula mengantongi S2 dan S3.

Untuk menciptakan keseimbangan dunia dan akhirat, pendidik dan peserta didik setiap harinya melakukan pembiasaan-pembiasaan sederhana. Seperti berdoa dan membaca Alquran sebelum belajar hingga rutinitas salat sunah, ta’lim, khatmil Quran, serta rutinitas keagamaan lainnya. “Kami membuat jadwal khusus untuk pembelajaran Alquran. Baik itu mengaji, program tahfid, sampai pembelajaran kitab arbain,” beber dia.

“Ada pula kelas ta’lim pagi. Juga pembelajaran dengan metode bil qalam,” tambah Basuki. Dibarengi dengan pembiasaan akhlaqul karimah kepada sesama, tawadhu’ kepada guru dan orang tua, membuat keberkahan ilmu terus mengalir. “Walaupun basic MTs Almaarif 01 Singosari adalah ilmu-ilmu agama, kami tetap melengkapi fasilitas dengan kualitas terbaik. Sehingga madrasah ini menjadi elegan dipandang,” urainya.

Seperti toko serba ada alias toserba, para alumni MTs Almaarif 01 Singosari menyebar di berbagai profesi, pendidikan, militer, kesehatan, jurnalis, sampai pengusaha. “Dari 1.000 siswa, 74 persennya bermukim di pesantren. Selama pandemi Covid-19, kami mengoptimalkan pembelajaran via daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan,” tukas dia.

Sepanjang tahun 2020, menurut Basuki, madrasah ini mengikuti 28 kejuaraan dibidang akademik dan noakademik. Seperti taekwondo, kaligrafi MTQ, olimpiade MIPA, lomba tahfid, kompetisi pengetahuan agama, dan lagu-lagu Islami. “Kami mengembangkan 16 ekstrakulikuler. Tahun pelajaran 2021/2022 total ada 318 siswa baru,” tandasnya. (def/bin/nen)

RADAR MALANG – MTs Almaarif 01 Singosari adalah salah satu madrasah tertua di Kabupaten Malang. Kerja keras para ulama terdahulu, membuat sekolah dengan jargon ‘KEREN’-nya ini terus berkembang.

Tokoh-Tokoh berpengaruh di Indonesia banyak yang lahir dari Almaarif Singosari. Sebut saja KH Masykur, mantan menteri agama RI pertama yang dinobatkan sebagai pahlawan nasional pada 2019 lalu. Lalu, KH Ahmad Nur Salim dan Prof KH Moh Tolhah Hasan, mantan menteri agama pada era presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Mereka menjadi spirit bagi para guru yang kini berjuang mendidik dan mencetak generasi muda berakhlak mulia.

Kepala MTs Almaarif 01 Singosari H Basuki SPdi menerangkan, ada jargon khusus yang menjadi acuan. Yakni ‘KEREN’ yang merupakan kepanjangan dari Kreatif, Edukatif, Religius, Elegan, dan Nyaman. “Para pendidik yang kreatif menjadikan siswa berwawasan luas,” terangnya. Sebagai bukti madrasah yang edukatif, seluruh pendidik dan tenaga kependidikan berlatar belakang S1, tidak sedikit pula mengantongi S2 dan S3.

Untuk menciptakan keseimbangan dunia dan akhirat, pendidik dan peserta didik setiap harinya melakukan pembiasaan-pembiasaan sederhana. Seperti berdoa dan membaca Alquran sebelum belajar hingga rutinitas salat sunah, ta’lim, khatmil Quran, serta rutinitas keagamaan lainnya. “Kami membuat jadwal khusus untuk pembelajaran Alquran. Baik itu mengaji, program tahfid, sampai pembelajaran kitab arbain,” beber dia.

“Ada pula kelas ta’lim pagi. Juga pembelajaran dengan metode bil qalam,” tambah Basuki. Dibarengi dengan pembiasaan akhlaqul karimah kepada sesama, tawadhu’ kepada guru dan orang tua, membuat keberkahan ilmu terus mengalir. “Walaupun basic MTs Almaarif 01 Singosari adalah ilmu-ilmu agama, kami tetap melengkapi fasilitas dengan kualitas terbaik. Sehingga madrasah ini menjadi elegan dipandang,” urainya.

Seperti toko serba ada alias toserba, para alumni MTs Almaarif 01 Singosari menyebar di berbagai profesi, pendidikan, militer, kesehatan, jurnalis, sampai pengusaha. “Dari 1.000 siswa, 74 persennya bermukim di pesantren. Selama pandemi Covid-19, kami mengoptimalkan pembelajaran via daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan,” tukas dia.

Sepanjang tahun 2020, menurut Basuki, madrasah ini mengikuti 28 kejuaraan dibidang akademik dan noakademik. Seperti taekwondo, kaligrafi MTQ, olimpiade MIPA, lomba tahfid, kompetisi pengetahuan agama, dan lagu-lagu Islami. “Kami mengembangkan 16 ekstrakulikuler. Tahun pelajaran 2021/2022 total ada 318 siswa baru,” tandasnya. (def/bin/nen)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/