alexametrics
21.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Baru 2 Tahun, Tadris Bahasa Inggris UIN Malang Jadi 5 Besar UMPTKIN

KOTA MALANG- Tadris Bahasa Inggris UIN Malang yang baru dua tahun lahir sudah menunjukkan tajinya. Betapa tidak, jurusan pendidikan itu dalam segi jumlah peminatnya dalam Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) 2019 menempati urutan lima besar.

Hal itu diutarakan oleh wakil rektor I bidang UIN Malang Dr. H. M. Zaenuddin, M.Ag, saat ditemui radarmalang.id beberapa hari lalu. “Ini ada yang baru di lima besar. Ada Tadris Bahasa Inggris,” ujar pria asal Bojonegoro.

Di atas Tadris Bahasa Inggris, ada juga jurusan Pendidikan Agama Islam yang menduduki peringkat pertama, dilanjutkan Perbankan Syariah ke-2, Hukum Bisnis Syariah dan Manajemen, Pendidikan Islam di urutan 3 dan 4.

Untuk alasannya sendiri, kata Zaenuddin, tadris bahasa Inggris ini memiliki peluang kerja yang lebih menjanjikan untuk mahasiswa jika lulus kelak. “Peminatnya meningkat karena promising of job-nya kuat di sana,” ujar bapak tiga anak itu.

Sementara itu, untuk jumlah peminatnya, di kesempatan berbeda, kepala bagian (Kabag) akademik UIN Malang, Hilmy S.H., mengutarakan untuk peminat Tadris Bahasa Inggris tahun 2019 ini sejumlah 973 atau meningkat 150 peminatnya dari tahun 2018 kemarin.

“Kalau PAI itu peminatnya 2.149, Perbankan Syariah itu 1.705, Hukum Bisnis Syariah 1.228 Manajeme Pendidikan Islam 1.169,” tutur Hilmy saat ditemui di kantornya.

Selanjutnya ia juga menambahkan, sepakat dengan Zaenuddin, atasannya, meningkatnya jumlah peminat di jurusan Tadris Bahasa Inggris ini karena output dari jurusan tereebut itu jelas yaitu menjadi pendidik. “Apapun yang ada Tadris-nya pasti dicari orang,” ujarnya.

UMPTKIN sendiri merupakan beberapa tes tulis untuk masuk ke UIN Malang selain SBMPTN. Namun yang membedakan di UMPTKIN ini hanya untuk calon mahasiswa yang berminat ke jurusan keagamaan atau pendidikan atau yang disebut Tadris di PTKIN.

Untuk pengumuman UM-PTKIN, kata Hilmy, akan dibeberkan kepada publik pada tanggal 1 Juli mendatang.

Pewarta: Bob Bimantara Lender
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Bob Bimantara Leander

KOTA MALANG- Tadris Bahasa Inggris UIN Malang yang baru dua tahun lahir sudah menunjukkan tajinya. Betapa tidak, jurusan pendidikan itu dalam segi jumlah peminatnya dalam Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) 2019 menempati urutan lima besar.

Hal itu diutarakan oleh wakil rektor I bidang UIN Malang Dr. H. M. Zaenuddin, M.Ag, saat ditemui radarmalang.id beberapa hari lalu. “Ini ada yang baru di lima besar. Ada Tadris Bahasa Inggris,” ujar pria asal Bojonegoro.

Di atas Tadris Bahasa Inggris, ada juga jurusan Pendidikan Agama Islam yang menduduki peringkat pertama, dilanjutkan Perbankan Syariah ke-2, Hukum Bisnis Syariah dan Manajemen, Pendidikan Islam di urutan 3 dan 4.

Untuk alasannya sendiri, kata Zaenuddin, tadris bahasa Inggris ini memiliki peluang kerja yang lebih menjanjikan untuk mahasiswa jika lulus kelak. “Peminatnya meningkat karena promising of job-nya kuat di sana,” ujar bapak tiga anak itu.

Sementara itu, untuk jumlah peminatnya, di kesempatan berbeda, kepala bagian (Kabag) akademik UIN Malang, Hilmy S.H., mengutarakan untuk peminat Tadris Bahasa Inggris tahun 2019 ini sejumlah 973 atau meningkat 150 peminatnya dari tahun 2018 kemarin.

“Kalau PAI itu peminatnya 2.149, Perbankan Syariah itu 1.705, Hukum Bisnis Syariah 1.228 Manajeme Pendidikan Islam 1.169,” tutur Hilmy saat ditemui di kantornya.

Selanjutnya ia juga menambahkan, sepakat dengan Zaenuddin, atasannya, meningkatnya jumlah peminat di jurusan Tadris Bahasa Inggris ini karena output dari jurusan tereebut itu jelas yaitu menjadi pendidik. “Apapun yang ada Tadris-nya pasti dicari orang,” ujarnya.

UMPTKIN sendiri merupakan beberapa tes tulis untuk masuk ke UIN Malang selain SBMPTN. Namun yang membedakan di UMPTKIN ini hanya untuk calon mahasiswa yang berminat ke jurusan keagamaan atau pendidikan atau yang disebut Tadris di PTKIN.

Untuk pengumuman UM-PTKIN, kata Hilmy, akan dibeberkan kepada publik pada tanggal 1 Juli mendatang.

Pewarta: Bob Bimantara Lender
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Bob Bimantara Leander

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/