alexametrics
20.7 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Ini Loh Keunggulan Jurusan Tadris Bahasa Inggris UIN Malang

KOTA MALANG- Jurusan Tadris Bahasa Inggris atau Pendidikan Bahasa Inggris baru dua tahun berdiri di UIN Malang. Namun, jurusan baru tersebut sudah diserbu banyak peminat sampai menjadikan jurusan tersebut pada tahun 2019 ini menjadi lima besar di UMPTKIN dari segi jumlah peminat.

Yang menjadikan jurusan ini begitu kuat daya tariknya, kata Ketua jurusan Tadris Bahasa Inggris, Dr. H. Langgeng Budianto, M.Pd adalah proses mendidik mahasiswanya yang berbeda dengan jurusan pendidikan Bahasa Inggris di universitas lainnya.

“Kita setiap mata kuliah selalu mengintegrasikan antara nilai pendidikan barat tapi juga nilai Islam di dalamnya,” tutur dosen yang mengajar mata kuliah Teaching English for Foreign Language itu.

Seperti contoh, lanjut lulusan UM ini, bagi mahasiswa semester tiga ada mata kuliah English for Everyday Communication. Di mata kuliah tersebut, mahasiswa tidak hanya diajarkan skill berbicara bahasa Inggris, tapi juga mendapat ilmu cara berkomunukasi yang santun seperti yang diajarkan di Islam.

“Kita selalu mengajarkan mahasiswa untuk salam santun menggunakan skill speakingnya dalam pengajaran itu,” tuturnya.

Selain itu, menginjak semester lima nanti mahasiswa Tadris Bahasa Inggris akan dibekali dengan mata kuliah Cross Cultural Understanding. Pada mata kuliah CCU itu mahasiswa akan diajarkan budaya mendidik yang ada dinilai budaya barat dan Islam.

“Banyak itu nantinya value mendidik bernuansa Islami melalui hadist dan Alquran dihubungkan dengan nilai mendidik barat,” ujar Langgeng.

Pada tesis atau skripsinya, imbuh Langgeng, mahasiswa akan diwajibkan mengambil referensi dari Alquran atau Hadist ke dalam bab 1 atau latar belakang sebagai landasan kepenulisannya.

“Itu semua wajib karena kan selama semester sebelumnya juga diajarkan nilai kesilaman pada mata kuliah,” ujarnya.

Jadi dengan segala kelebihan tersebut, Langgeng menyampaikan output dari jurusan yang diketuainya ini memang benar-benar menjadi lulusan unggulan yang mampu bekerja di institusi pendidikan entah di bawah Kemenag atau Kemendikbud.

“Ilmu pendidikan umumnya dapet, silamnya juga dapet itulah yang membuat lulusan jurusan kami bisa bersaing,” ujarnya.

Saat ini, jurusan Tadris Bahasa Inggris memiliki 14 pengajar yang sebagian besar lulusannya mengambil S2 di universitas luar negeri. Untuk ajaran semester baru mendatang jurusan tersebut akan kedatangan dua expert tentang pendidikan dari Jerman, Dr. Micharl Näder, ahli kurikulum dan Andrea Rene Mason, dari Universitas Oregon, America yang ahli bpada bidang Teaching English for Second Language (TESOL).

 

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Kholid Amrullah

KOTA MALANG- Jurusan Tadris Bahasa Inggris atau Pendidikan Bahasa Inggris baru dua tahun berdiri di UIN Malang. Namun, jurusan baru tersebut sudah diserbu banyak peminat sampai menjadikan jurusan tersebut pada tahun 2019 ini menjadi lima besar di UMPTKIN dari segi jumlah peminat.

Yang menjadikan jurusan ini begitu kuat daya tariknya, kata Ketua jurusan Tadris Bahasa Inggris, Dr. H. Langgeng Budianto, M.Pd adalah proses mendidik mahasiswanya yang berbeda dengan jurusan pendidikan Bahasa Inggris di universitas lainnya.

“Kita setiap mata kuliah selalu mengintegrasikan antara nilai pendidikan barat tapi juga nilai Islam di dalamnya,” tutur dosen yang mengajar mata kuliah Teaching English for Foreign Language itu.

Seperti contoh, lanjut lulusan UM ini, bagi mahasiswa semester tiga ada mata kuliah English for Everyday Communication. Di mata kuliah tersebut, mahasiswa tidak hanya diajarkan skill berbicara bahasa Inggris, tapi juga mendapat ilmu cara berkomunukasi yang santun seperti yang diajarkan di Islam.

“Kita selalu mengajarkan mahasiswa untuk salam santun menggunakan skill speakingnya dalam pengajaran itu,” tuturnya.

Selain itu, menginjak semester lima nanti mahasiswa Tadris Bahasa Inggris akan dibekali dengan mata kuliah Cross Cultural Understanding. Pada mata kuliah CCU itu mahasiswa akan diajarkan budaya mendidik yang ada dinilai budaya barat dan Islam.

“Banyak itu nantinya value mendidik bernuansa Islami melalui hadist dan Alquran dihubungkan dengan nilai mendidik barat,” ujar Langgeng.

Pada tesis atau skripsinya, imbuh Langgeng, mahasiswa akan diwajibkan mengambil referensi dari Alquran atau Hadist ke dalam bab 1 atau latar belakang sebagai landasan kepenulisannya.

“Itu semua wajib karena kan selama semester sebelumnya juga diajarkan nilai kesilaman pada mata kuliah,” ujarnya.

Jadi dengan segala kelebihan tersebut, Langgeng menyampaikan output dari jurusan yang diketuainya ini memang benar-benar menjadi lulusan unggulan yang mampu bekerja di institusi pendidikan entah di bawah Kemenag atau Kemendikbud.

“Ilmu pendidikan umumnya dapet, silamnya juga dapet itulah yang membuat lulusan jurusan kami bisa bersaing,” ujarnya.

Saat ini, jurusan Tadris Bahasa Inggris memiliki 14 pengajar yang sebagian besar lulusannya mengambil S2 di universitas luar negeri. Untuk ajaran semester baru mendatang jurusan tersebut akan kedatangan dua expert tentang pendidikan dari Jerman, Dr. Micharl Näder, ahli kurikulum dan Andrea Rene Mason, dari Universitas Oregon, America yang ahli bpada bidang Teaching English for Second Language (TESOL).

 

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Kholid Amrullah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/