alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Jurusan Teknik Kimia Polinema Hibahkan IPAL Ke Sentra Tahu Pakis

MALANG – Sentra Industri Tahu Tegal Pasangan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Malang mendapatkan hibah Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) Tahu, dari Program Pengabdian Masyarakat (PkM) Kemitraan Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang, Senin (17/8).

Selain memberikan hibah IPAL tahu, sentra indusri pangan berbahan baku kedelai di Tegal Pasangan tersebut juga mendapatkan pelatihan cara mengolah limbah tahu menjadi ramah lingkungan.

Ketua Program Pengabdian pada masyarakat (PkM) Jurusan Teknik Kimia Polinema Malang Dr Ir Prayitno MT mengatakan, Peralatan IPAL yang dihibahkan merupakan penerapan hasil penelitian yang telah lama dilakukan.

”Kegiatan PkM Kemitraan ini terselenggara sebagai bentuk kepedulian Polinema pada masyarakat khususnya industri tahu dalam mengatasi permasalahan limbah tahu,” Kata Prayitno.

Secara umum menurut dia, pada umumnya industri tahu tidak memiliki IPAL, Sehingga limbah produksi dibuang begitu saja ke sungai sehingga mencemari lingkungan.

“Dengan adanya hibah IPAL ini diharapkan dapat membantu para produsen tahu untuk mengolah air limbahnya secara baik sehingga dapat mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan,” Terangnya.

IPAL untuk limbah tahu diharapkan bisa mengurangi kadar pencemaran lingkungan (Ruwiyanto)

Lebih jauh Alumni Institut Teknologi Bandung tersebut mengatakan IPAL Tahu yang dihibahkan menggunakan teknologi Anaerob Fixed Film Biofilter (AF2B), dimana air limbah tahu yang mengandung bahan organik tinggi (BOD, COD) akan mengalami penguraian dekomposisi secara anaerob oleh mikroorganisme yang terdapat dalam suatu biofilter.

“Sehingga bahan organik yang diolah dapat konsentrasi menurun pada akhirnya memenui baku mutu lingkungan, dan air limbah siap dibuang ke sungai.” Jelasnya.

Di samping memberikan hibah alat IPAL, Tim PkM Kemitraan Jurusan Teknik Kimia Polinema juga memberikan pelatihan teknik produksi tahu yang efektif yaitu produksi tahu dengan menggunakan air yang sangat efektif sehingga volume air yang dibuang menjadi sedikit. Hal ini disebabkan dalam produksi tahu, volume air yang dibutuhkan ± 200 kali bahan baku (kedelai).

“Pelatihan teknik produksi dalam hal ini kita menerapkan Good Manufacturing Product,” Imbuhnya.

“Kami juga berikan pelatihan penataan manajemen produksi sampai dengan cara mengoperasionalkan Instalasi Pengolahan limbah tahu yang diikuti lebih dari 20 UMKM Pemilik Sentra produksi Tahu Tegal Pasangan Pakis Malang,” tutupnya.

Pewarta : Ruwiyanto

MALANG – Sentra Industri Tahu Tegal Pasangan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Malang mendapatkan hibah Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) Tahu, dari Program Pengabdian Masyarakat (PkM) Kemitraan Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang, Senin (17/8).

Selain memberikan hibah IPAL tahu, sentra indusri pangan berbahan baku kedelai di Tegal Pasangan tersebut juga mendapatkan pelatihan cara mengolah limbah tahu menjadi ramah lingkungan.

Ketua Program Pengabdian pada masyarakat (PkM) Jurusan Teknik Kimia Polinema Malang Dr Ir Prayitno MT mengatakan, Peralatan IPAL yang dihibahkan merupakan penerapan hasil penelitian yang telah lama dilakukan.

”Kegiatan PkM Kemitraan ini terselenggara sebagai bentuk kepedulian Polinema pada masyarakat khususnya industri tahu dalam mengatasi permasalahan limbah tahu,” Kata Prayitno.

Secara umum menurut dia, pada umumnya industri tahu tidak memiliki IPAL, Sehingga limbah produksi dibuang begitu saja ke sungai sehingga mencemari lingkungan.

“Dengan adanya hibah IPAL ini diharapkan dapat membantu para produsen tahu untuk mengolah air limbahnya secara baik sehingga dapat mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan,” Terangnya.

IPAL untuk limbah tahu diharapkan bisa mengurangi kadar pencemaran lingkungan (Ruwiyanto)

Lebih jauh Alumni Institut Teknologi Bandung tersebut mengatakan IPAL Tahu yang dihibahkan menggunakan teknologi Anaerob Fixed Film Biofilter (AF2B), dimana air limbah tahu yang mengandung bahan organik tinggi (BOD, COD) akan mengalami penguraian dekomposisi secara anaerob oleh mikroorganisme yang terdapat dalam suatu biofilter.

“Sehingga bahan organik yang diolah dapat konsentrasi menurun pada akhirnya memenui baku mutu lingkungan, dan air limbah siap dibuang ke sungai.” Jelasnya.

Di samping memberikan hibah alat IPAL, Tim PkM Kemitraan Jurusan Teknik Kimia Polinema juga memberikan pelatihan teknik produksi tahu yang efektif yaitu produksi tahu dengan menggunakan air yang sangat efektif sehingga volume air yang dibuang menjadi sedikit. Hal ini disebabkan dalam produksi tahu, volume air yang dibutuhkan ± 200 kali bahan baku (kedelai).

“Pelatihan teknik produksi dalam hal ini kita menerapkan Good Manufacturing Product,” Imbuhnya.

“Kami juga berikan pelatihan penataan manajemen produksi sampai dengan cara mengoperasionalkan Instalasi Pengolahan limbah tahu yang diikuti lebih dari 20 UMKM Pemilik Sentra produksi Tahu Tegal Pasangan Pakis Malang,” tutupnya.

Pewarta : Ruwiyanto

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru