21.3 C
Malang
Friday, 3 February 2023

Kampus Bantu Lulusan Cari Kerja

MALANG KOTA – Sebagai kota pendidikan, Kota Malang mewisuda ribuan sarjana S-1 setiap tahun. Masing-masing kampus, khususnya perguruan tinggi negeri, terus memantau lulusan mereka dalam mendapatkan pekerjaan. Pergerakannya fluktuatif tiap tahun. Berdasar data tracer study yang dimiliki setiap perguruan tinggi, lulusan yang terserap dunia kerja rata-rata di bawah 50 persen.

Namun bukan berarti sisanya menganggur semua. Ada yang melanjutkan studi, membuka wirausaha, ada pula tidak mengisi tracer study. Misalnya di Universitas Negeri Malang (UM). Menurut data bidang akademik, pada 2020 mereka mewisuda 4.972 mahasiswa. Lalu pada 2021 turun menjadi 4.647 mahasiswa. Kemudian melonjak drastis pada 2022 menjadi 5.977 mahasiswa. Dari 4.647 lulusan pada 2021, hanya 1.967 lulusan yang terserap dunia kerja. ”Jumlah itu yang mengisi tracer study. Sedangkan yang 864 lulusan memilih melanjutkan studi dan 789 lulusan berwirausaha.

Sementara, 1.027 lulusan belum mengisi tracer study,” ungkap Kepala Seksi Karier dan Alumni UM Slamet Hady Prayitno. Selanjutnya, dari 5.977 lulusan pada 2022, hanya 1.145 lulusan yang terserap dunia kerja, 317 lulusan melanjutkan studi, dan 277 lulusan berwirausaha. Dari jumlah tersebut, masih terdapat 4.238 lulusan yang belum mengisi tracer study. Pihak UM mengaku terus berupaya meningkatkan serapan dunia kerja di lingkungan kampusnya.

”Biasanya, kami ada campus hiring and recruitment, job fair, dan job coaching (pelatihan memasuki dunia kerja),” ujar penata muda tingkat I itu. Slamet menambahkan, UM memiliki program workshop terkait strategi diterima magang di BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dengan mengundang narasumber dari FHCI (Forum Human Capital Indonesia). Pelaksanaan campus hiring and recruitment tergantung permintaan dan kebutuhan perusahaan. Untuk menarik minat perusahaan, pihaknya aktif melakukan kunjungan ke perusahaan mitra yang digunakan sebagai tempat magang mahasiswa. Tahun 2022, campus hiring and recruitment telah terlaksana 15 kali, baik secara daring maupun luring. Sementara itu, job fair diadakan untuk mahasiswa maupun lulusan yang ingin bekerja.

”Tahun kemarin (2022) ada 23 perusahaan yang hadir dan pesertanya 1.600 orang,” kata Slamet. Khusus untuk job coaching, pihak kampus berusaha memberikan wawasan kepada mahasiswa semester akhir agar siap memasuki dunia kerja. Dalam pelatihan itu diberikan informasi terkait perencanaan karier, personal branding (menciptakan citra diri positif), membuat surat lamaran kerja dan curriculum vitae (CV), dan persiapan wawancara kerja.

”Biasanya kami lakukan mendekati wisuda,” ungkap pejabat kampus golongan III/b itu. Job coaching terakhir dilaksanakan selama 4 hari. Pesertanya 200 orang dengan pemateri dari pakar psikologi UM serta salah satu lulusan sekaligus HRD (Human Resource Development) bank swasta. Sementara itu, lulusan pendidikan tinggi vokasi dari Kota Malang juga mencapai ribuan sarjana tiap tahun. Misalnya di Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Pada 2020 mereka meluluskan 3.291 sarjana. Lalu sedikit menurun pada 2021 menjadi 3.202 sarjana. Namun pada 2022 melonjak menjadi 3.336 mahasiswa. Sayangnya, dari 3.291 lulusan pada 2020, hanya 714 lulusan yang terserap dunia kerja. Sebanyak 41 lulusan melanjutkan studi, dan 80 lulusan berwirausaha. Masih ada 211 lulusan yang belum bekerja dan 2.776 yang belum mengisi tracer study secara lengkap. Kemudian pada 2021 terdata 1.164 lulusan telah bekerja, 149 melanjutkan studi, 63 lulusan berwirausaha, dan 448 lulusan belum bekerja.

Sementara 1.552 lulusan belum mengisi tracer study secara lengkap. ”Untuk lulusan 2022 belum selesai kami data. Sementara yang terserap dunia kerja masih 137 lulusan. Kemudian, 4 lulusan berwirausaha, 1 lulusan melanjutkan studi, dan 1 lulusan belum bekerja. Sedangkan, sisanya masih belum mengisi secara lengkap,” ungkap Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan Polinema Anggit Murdani. Di antara lulusan yang telah bekerja itu, sekitar 60-70 persen bekerja di bidang teknis, seperti mesin, elektro, dan sipil. Sedangkan, persentase lainnya bekerja di bidang nonteknis, seperti bidang keuangan di bank. Dalam meningkatkan serapan dunia kerja, Polinema selalu mengadakan job fair dua kali dalam satu tahun. Pada 2022 kemarin, sekitar 40 sampai 50 perusahaan menghadiri job fair tersebut.

”Kami juga aktif menghubungi mitra-mitra kerja yang berkenan membuka lowongan untuk lulusan kami,” ungkapnya. Pacu Kecepatan Mendapat Pekerjaan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim juga berusaha memacu agar lulusannya segera terserap dunia kerja. Setiap tahun jumlahnya selalu meningkat. Namun angkanya masih di kisaran 50 persen. Kondisi itu disebabkan beragam faktor. Mulai dari melanjutkan studi, mengurus rumah tangga, berwirausaha, hingga mereka yang masih mencari pekerjaan.

Kepala Career Development Center (CDC) UIN Maulana Malik Ibrahim Muh. Hambali menjelaskan, penelusuran mengenai kondisi lulusan setelah merampungkan studi dilakukan dua tahun sekali. Sebab, jika dilakukan satu tahun pasca kelulusan dinilai kurang efektif. ”Setelah dilakukan penelusuran, hasilnya beragam. Ada alumni yang setelah lulus mencari kerja, langsung dapat. Tapi, ada yang berbulan-bulan baru mendapat pekerjaan,” terangnya. Dia mencontohkan data pada 2018, UIN berhasil mencetak lulusan sebanyak 1.955 orang. Namun, yang terserap dunia kerja hanya 587 orang. Mayoritas lulusan yang bekerja di lembaga pemerintahan, yakni 178 orang. Disusul lulusan yang bekerja pada outsourcing, menjadi pekerja sosial, dan banyak lainnya.

Pada 2019, jumlah lulusan yang terserap dunia kerja 780 orang. Namun yang terbanyak bekerja di bidang sosial. Sementara pada 2020, lulusan yang berhasil mendapat pekerjaan adalah 816 orang. “Untuk memperkuat lulusan, kami berkolaborasi dengan pihak internal dan eksternal,” ujarnya. Di pihak internal, penguatan dan pengembangan mahasiswa dilakukan di setiap prodi. Sementara CDC lebih mengarahkan pada pelatihan hard skill seperti mengadakan pelatihan. Pada 2023, UIN Maulana Malik Ibrahim telah menyiapkan beberapa program. Misalnya pelatihan digital marketing menggunakan Microsoft. Sebab, ada lulusan yang jadi duta Microsoft. ”Tujuannya agar menjamin para lulusan untuk bisa segera diterima di dunia kerja,” tandasnya. (yun/mel/fat)

MALANG KOTA – Sebagai kota pendidikan, Kota Malang mewisuda ribuan sarjana S-1 setiap tahun. Masing-masing kampus, khususnya perguruan tinggi negeri, terus memantau lulusan mereka dalam mendapatkan pekerjaan. Pergerakannya fluktuatif tiap tahun. Berdasar data tracer study yang dimiliki setiap perguruan tinggi, lulusan yang terserap dunia kerja rata-rata di bawah 50 persen.

Namun bukan berarti sisanya menganggur semua. Ada yang melanjutkan studi, membuka wirausaha, ada pula tidak mengisi tracer study. Misalnya di Universitas Negeri Malang (UM). Menurut data bidang akademik, pada 2020 mereka mewisuda 4.972 mahasiswa. Lalu pada 2021 turun menjadi 4.647 mahasiswa. Kemudian melonjak drastis pada 2022 menjadi 5.977 mahasiswa. Dari 4.647 lulusan pada 2021, hanya 1.967 lulusan yang terserap dunia kerja. ”Jumlah itu yang mengisi tracer study. Sedangkan yang 864 lulusan memilih melanjutkan studi dan 789 lulusan berwirausaha.

Sementara, 1.027 lulusan belum mengisi tracer study,” ungkap Kepala Seksi Karier dan Alumni UM Slamet Hady Prayitno. Selanjutnya, dari 5.977 lulusan pada 2022, hanya 1.145 lulusan yang terserap dunia kerja, 317 lulusan melanjutkan studi, dan 277 lulusan berwirausaha. Dari jumlah tersebut, masih terdapat 4.238 lulusan yang belum mengisi tracer study. Pihak UM mengaku terus berupaya meningkatkan serapan dunia kerja di lingkungan kampusnya.

”Biasanya, kami ada campus hiring and recruitment, job fair, dan job coaching (pelatihan memasuki dunia kerja),” ujar penata muda tingkat I itu. Slamet menambahkan, UM memiliki program workshop terkait strategi diterima magang di BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dengan mengundang narasumber dari FHCI (Forum Human Capital Indonesia). Pelaksanaan campus hiring and recruitment tergantung permintaan dan kebutuhan perusahaan. Untuk menarik minat perusahaan, pihaknya aktif melakukan kunjungan ke perusahaan mitra yang digunakan sebagai tempat magang mahasiswa. Tahun 2022, campus hiring and recruitment telah terlaksana 15 kali, baik secara daring maupun luring. Sementara itu, job fair diadakan untuk mahasiswa maupun lulusan yang ingin bekerja.

”Tahun kemarin (2022) ada 23 perusahaan yang hadir dan pesertanya 1.600 orang,” kata Slamet. Khusus untuk job coaching, pihak kampus berusaha memberikan wawasan kepada mahasiswa semester akhir agar siap memasuki dunia kerja. Dalam pelatihan itu diberikan informasi terkait perencanaan karier, personal branding (menciptakan citra diri positif), membuat surat lamaran kerja dan curriculum vitae (CV), dan persiapan wawancara kerja.

”Biasanya kami lakukan mendekati wisuda,” ungkap pejabat kampus golongan III/b itu. Job coaching terakhir dilaksanakan selama 4 hari. Pesertanya 200 orang dengan pemateri dari pakar psikologi UM serta salah satu lulusan sekaligus HRD (Human Resource Development) bank swasta. Sementara itu, lulusan pendidikan tinggi vokasi dari Kota Malang juga mencapai ribuan sarjana tiap tahun. Misalnya di Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Pada 2020 mereka meluluskan 3.291 sarjana. Lalu sedikit menurun pada 2021 menjadi 3.202 sarjana. Namun pada 2022 melonjak menjadi 3.336 mahasiswa. Sayangnya, dari 3.291 lulusan pada 2020, hanya 714 lulusan yang terserap dunia kerja. Sebanyak 41 lulusan melanjutkan studi, dan 80 lulusan berwirausaha. Masih ada 211 lulusan yang belum bekerja dan 2.776 yang belum mengisi tracer study secara lengkap. Kemudian pada 2021 terdata 1.164 lulusan telah bekerja, 149 melanjutkan studi, 63 lulusan berwirausaha, dan 448 lulusan belum bekerja.

Sementara 1.552 lulusan belum mengisi tracer study secara lengkap. ”Untuk lulusan 2022 belum selesai kami data. Sementara yang terserap dunia kerja masih 137 lulusan. Kemudian, 4 lulusan berwirausaha, 1 lulusan melanjutkan studi, dan 1 lulusan belum bekerja. Sedangkan, sisanya masih belum mengisi secara lengkap,” ungkap Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan Polinema Anggit Murdani. Di antara lulusan yang telah bekerja itu, sekitar 60-70 persen bekerja di bidang teknis, seperti mesin, elektro, dan sipil. Sedangkan, persentase lainnya bekerja di bidang nonteknis, seperti bidang keuangan di bank. Dalam meningkatkan serapan dunia kerja, Polinema selalu mengadakan job fair dua kali dalam satu tahun. Pada 2022 kemarin, sekitar 40 sampai 50 perusahaan menghadiri job fair tersebut.

”Kami juga aktif menghubungi mitra-mitra kerja yang berkenan membuka lowongan untuk lulusan kami,” ungkapnya. Pacu Kecepatan Mendapat Pekerjaan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim juga berusaha memacu agar lulusannya segera terserap dunia kerja. Setiap tahun jumlahnya selalu meningkat. Namun angkanya masih di kisaran 50 persen. Kondisi itu disebabkan beragam faktor. Mulai dari melanjutkan studi, mengurus rumah tangga, berwirausaha, hingga mereka yang masih mencari pekerjaan.

Kepala Career Development Center (CDC) UIN Maulana Malik Ibrahim Muh. Hambali menjelaskan, penelusuran mengenai kondisi lulusan setelah merampungkan studi dilakukan dua tahun sekali. Sebab, jika dilakukan satu tahun pasca kelulusan dinilai kurang efektif. ”Setelah dilakukan penelusuran, hasilnya beragam. Ada alumni yang setelah lulus mencari kerja, langsung dapat. Tapi, ada yang berbulan-bulan baru mendapat pekerjaan,” terangnya. Dia mencontohkan data pada 2018, UIN berhasil mencetak lulusan sebanyak 1.955 orang. Namun, yang terserap dunia kerja hanya 587 orang. Mayoritas lulusan yang bekerja di lembaga pemerintahan, yakni 178 orang. Disusul lulusan yang bekerja pada outsourcing, menjadi pekerja sosial, dan banyak lainnya.

Pada 2019, jumlah lulusan yang terserap dunia kerja 780 orang. Namun yang terbanyak bekerja di bidang sosial. Sementara pada 2020, lulusan yang berhasil mendapat pekerjaan adalah 816 orang. “Untuk memperkuat lulusan, kami berkolaborasi dengan pihak internal dan eksternal,” ujarnya. Di pihak internal, penguatan dan pengembangan mahasiswa dilakukan di setiap prodi. Sementara CDC lebih mengarahkan pada pelatihan hard skill seperti mengadakan pelatihan. Pada 2023, UIN Maulana Malik Ibrahim telah menyiapkan beberapa program. Misalnya pelatihan digital marketing menggunakan Microsoft. Sebab, ada lulusan yang jadi duta Microsoft. ”Tujuannya agar menjamin para lulusan untuk bisa segera diterima di dunia kerja,” tandasnya. (yun/mel/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru