21.3 C
Malang
Friday, 3 February 2023

Terungkap, Kendala Pendaftar SNPMB

MALANG KOTA – Terungkap beberapa kendala dalam proses Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Memasuki pekan kedua kemarin (18/1), sejumlah pendaftar dari SMAN kesulitan membuat akun, server error, hingga jaringan lemot. Sejumlah kendala tersebut disampaikan oleh Koordinator Bimbingan Konseling (BK) SMAN 4 Kota Malang Zafifatus Zuhriyah. Saat mendampingi siswa-siswinya mendaftar, dia menemukan beberapa kendala, namun diyakini tidak signifikan. “Seperti tadi (kemarin), ada salah satu siswa yang tidak bisa membuat akun.

Sebab, siswa ini tidak segera melakukan aktivasi sehingga kode yang terkirim ke email kedaluwarsa,” ujar Zafifatus. Dia mengungkapkan, kendala lainnya adalah sinyal atau jaringan. Menjelang siang, biasanya jaringan akan lemot, jika dibandingkan pagi hari. Sehingga menghambat proses pembuatan akun. Di samping itu, katanya, saat hari pertama server sempat error. Namun selebihnya tidak ada kendala yang berarti.

Padahal, pembuatan akun merupakan salah satu syarat pendaftaran. Tanpa membuat akun, tidak akan bisa mendaftar meski persyaratan lain sudah lengkap. Untuk mengantisipasi kendala-kendala saat pembuatan akun, pihaknya mendorong para siswa untuk segera membuat akun. Dia menyebutkan, dari 307 siswa kelas 12, 90 persen di antaranya sudah berhasil membuat akun. Itu karena proses pembuatan akun dilakukan setiap mata pelajaran BK. “Kalau membuat akun mepet, takutnya ada kendala.

Selain siswa yang terlambat melakukan aktivasi, ada juga yang mengeluh KK (kartu keluarganya)-nya tidak sama. Nah ini kan butuh waktu untuk diajukan ke dapodik (data pokok pendidikan),” imbuhnya. Setelah proses pendaftaran, para siswa akan menunggu penentuan eligible. Yakni penentuan siswa yang memenuhi syarat.

Sembari menunggu, pihak sekolah juga melakukan pemetaan prodi dan perguruan tinggi (PT) yang dipilih sementara oleh siswa. Di tempat lain, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Swasta Kota Malang Rosdiana Amini mengatakan hal yang berbeda. Sejak hari pertama pembukaan registrasi akun, 9 Januari lalu, pihaknya belum mendapat laporan seputar sekolah-sekolah swasta yang mengalami masalah dalam proses pembuatan akun.

“Kalau di sekolah kami, seluruh siswa dipantau oleh guru BK saat pembuatan akun,” kata perempuan yang juga merupakan Kepala SMA Laboratorium UM itu. Dia mengimbau kepada seluruh kepala sekolah, khususnya kepala sekolah SMA swasta agar mengawal siswasiswinya hingga ke tahap akhir. Tujuannya agar seluruh siswa mendapat hak untuk mendaftar. (mel/dan)

MALANG KOTA – Terungkap beberapa kendala dalam proses Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Memasuki pekan kedua kemarin (18/1), sejumlah pendaftar dari SMAN kesulitan membuat akun, server error, hingga jaringan lemot. Sejumlah kendala tersebut disampaikan oleh Koordinator Bimbingan Konseling (BK) SMAN 4 Kota Malang Zafifatus Zuhriyah. Saat mendampingi siswa-siswinya mendaftar, dia menemukan beberapa kendala, namun diyakini tidak signifikan. “Seperti tadi (kemarin), ada salah satu siswa yang tidak bisa membuat akun.

Sebab, siswa ini tidak segera melakukan aktivasi sehingga kode yang terkirim ke email kedaluwarsa,” ujar Zafifatus. Dia mengungkapkan, kendala lainnya adalah sinyal atau jaringan. Menjelang siang, biasanya jaringan akan lemot, jika dibandingkan pagi hari. Sehingga menghambat proses pembuatan akun. Di samping itu, katanya, saat hari pertama server sempat error. Namun selebihnya tidak ada kendala yang berarti.

Padahal, pembuatan akun merupakan salah satu syarat pendaftaran. Tanpa membuat akun, tidak akan bisa mendaftar meski persyaratan lain sudah lengkap. Untuk mengantisipasi kendala-kendala saat pembuatan akun, pihaknya mendorong para siswa untuk segera membuat akun. Dia menyebutkan, dari 307 siswa kelas 12, 90 persen di antaranya sudah berhasil membuat akun. Itu karena proses pembuatan akun dilakukan setiap mata pelajaran BK. “Kalau membuat akun mepet, takutnya ada kendala.

Selain siswa yang terlambat melakukan aktivasi, ada juga yang mengeluh KK (kartu keluarganya)-nya tidak sama. Nah ini kan butuh waktu untuk diajukan ke dapodik (data pokok pendidikan),” imbuhnya. Setelah proses pendaftaran, para siswa akan menunggu penentuan eligible. Yakni penentuan siswa yang memenuhi syarat.

Sembari menunggu, pihak sekolah juga melakukan pemetaan prodi dan perguruan tinggi (PT) yang dipilih sementara oleh siswa. Di tempat lain, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Swasta Kota Malang Rosdiana Amini mengatakan hal yang berbeda. Sejak hari pertama pembukaan registrasi akun, 9 Januari lalu, pihaknya belum mendapat laporan seputar sekolah-sekolah swasta yang mengalami masalah dalam proses pembuatan akun.

“Kalau di sekolah kami, seluruh siswa dipantau oleh guru BK saat pembuatan akun,” kata perempuan yang juga merupakan Kepala SMA Laboratorium UM itu. Dia mengimbau kepada seluruh kepala sekolah, khususnya kepala sekolah SMA swasta agar mengawal siswasiswinya hingga ke tahap akhir. Tujuannya agar seluruh siswa mendapat hak untuk mendaftar. (mel/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru