alexametrics
29 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

86 Persen Wali Murid Setuju Tatap Muka, Sisanya?

MALANG KOTA – Wali Kota Malang Sutiaji meninjau langsung beberapa sekolah yang mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) hari ini (19/4). Sekolah tersebut antara lain SD Negeri Kauman I, SD Muhammadiyah I, SMP Negeri 6 Kota Malang dan SMP Negeri 3 Kota Malang.

Dalam kunjungannya tersebut, Sutiaji memantau jalannya PTMT utamanya penerapan protokol kesehatan (prokes). Dari hasil jajak pendapat yang dilakukan, Sutiaji menuturkan bahwa mayoritas wali murid telah menyetujui pelaksanaan PTMT. Meskipun masih ada juga yang belum menyetujui atau ragu-ragu.

”Rata-rata juga demikian lebih dari 86 persen, tapi lihat sekolahnya. Sebanyak 86 persen itu sudah minta tatap muka,” kata Sutiaji. Menurutnya, kunci keberhasilan pelaksanaan PTM ini tergantung pada penerapan protokol kesehatan.

Politikus Partai Demokrat itu juga memberikan beberapa masukan kepada pihak sekolah. Pertama, yakni jangan sampai terjadi kerumunan saat keluar maupun masuk lingkungan sekolah. ”Seperti di SD Kauman, karena (jumlah siswa) yang masuk banyak maka saya minta bagaimana cuci tangannya. Jadi tadi disuruh cuci tangan dulu baru thermogun. Mungkin nanti dibalik, cek thermogun dulu baru cuci tangan dan seterusnya,” jelas dia.

“Kedua, tolong pada saat belajar mengaji dan menyanyi gurunya pake face shield, kemudian muridnya juga begitu. Face shield ini tidak boleh bergantian, seperti memakai masker. Itu tadi ada koreksi,” sambungnya. Ketiga, yakni adanya jeda waktu interval 15 sampai 30 menit saat masuk dan pulang. Sebelum keluar lingkungan, pihak sekolah juga harus memastikan apakah siswanya sudah dijemput orang tua atau belum. Selama menunggu jemputan wali murid, siswa yang lain pun harus menunggu di dalam kelas.

”Ini memang pekerjaan agak berat dari tenaga pendidik dan sekolah,” kata Sutiaji. Namun dia berharap agar penerapan prokes tersebut tetap harus menciptakan situasi yang nyaman sehingg tidak menimbulkan rasa trauma yang berlebihan bagi anak.

 

Pewarta: Intan Refa

MALANG KOTA – Wali Kota Malang Sutiaji meninjau langsung beberapa sekolah yang mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) hari ini (19/4). Sekolah tersebut antara lain SD Negeri Kauman I, SD Muhammadiyah I, SMP Negeri 6 Kota Malang dan SMP Negeri 3 Kota Malang.

Dalam kunjungannya tersebut, Sutiaji memantau jalannya PTMT utamanya penerapan protokol kesehatan (prokes). Dari hasil jajak pendapat yang dilakukan, Sutiaji menuturkan bahwa mayoritas wali murid telah menyetujui pelaksanaan PTMT. Meskipun masih ada juga yang belum menyetujui atau ragu-ragu.

”Rata-rata juga demikian lebih dari 86 persen, tapi lihat sekolahnya. Sebanyak 86 persen itu sudah minta tatap muka,” kata Sutiaji. Menurutnya, kunci keberhasilan pelaksanaan PTM ini tergantung pada penerapan protokol kesehatan.

Politikus Partai Demokrat itu juga memberikan beberapa masukan kepada pihak sekolah. Pertama, yakni jangan sampai terjadi kerumunan saat keluar maupun masuk lingkungan sekolah. ”Seperti di SD Kauman, karena (jumlah siswa) yang masuk banyak maka saya minta bagaimana cuci tangannya. Jadi tadi disuruh cuci tangan dulu baru thermogun. Mungkin nanti dibalik, cek thermogun dulu baru cuci tangan dan seterusnya,” jelas dia.

“Kedua, tolong pada saat belajar mengaji dan menyanyi gurunya pake face shield, kemudian muridnya juga begitu. Face shield ini tidak boleh bergantian, seperti memakai masker. Itu tadi ada koreksi,” sambungnya. Ketiga, yakni adanya jeda waktu interval 15 sampai 30 menit saat masuk dan pulang. Sebelum keluar lingkungan, pihak sekolah juga harus memastikan apakah siswanya sudah dijemput orang tua atau belum. Selama menunggu jemputan wali murid, siswa yang lain pun harus menunggu di dalam kelas.

”Ini memang pekerjaan agak berat dari tenaga pendidik dan sekolah,” kata Sutiaji. Namun dia berharap agar penerapan prokes tersebut tetap harus menciptakan situasi yang nyaman sehingg tidak menimbulkan rasa trauma yang berlebihan bagi anak.

 

Pewarta: Intan Refa

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru