alexametrics
29 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Pantau Sekolah Luring, DPRD Kota Malang Ikut Awasi Prokes

MALANG KOTA – Pembelajaran tatap muka (PTM) yang mulai diberlakukan di sekolah disambut positif banyak kalangan. Tak hanya para guru, murid hingga orang tua, sekolah luring juga mendapat dukungan DPRD Kota Malang.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang Lookh Mahfudz mengatakan, pihaknya mengapresiasi segala persiapan pihak sekolah dalam memenuhi syarat protokol kesehatan (prokes). Hal itu terlihat dengan lengkapnya fasilitas yang disiapkan mulai dari thermo gun, handsanitizer, westafel hingga masker. ”Termasuk kesigapan para guru yang menertibkan siswa agar selalu menjaga jarak,” terangnya.

Meski begitu, pelaksanaan PTM harus tetap mendapat pengawasan penuh agar jangan sampai menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Lookh Mahfudz memastikan PTM tidak hanya dipantau oleh Pemkot Malang saja. Kalangan DPRD Kota Malang juga akan turun ke lapangan.

“Iya kami pun nanti juga akan pantau sewaktu-waktu. Misalnya pas lari pagi, sekalian memantau. Kita mungkin berbeda dengan Pak Wali yang ketika memantau harus melalui protokoler,” kata Lookh Mahfud.

Pihaknya bisa bebas melakukan sidak kapanpun tanpa terikat protokoler. Dengan demikian, pihaknya akan memiliki gambaran bagaimana proses pelaksanaan PTM. Apakah pihak sekolah masih menerapkan prokes secara ketat atau sebaliknya. Pihaknya juga terbuka atas segala saran dan masukan terkait pelaksanaan PTM ini.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Pembelajaran tatap muka (PTM) yang mulai diberlakukan di sekolah disambut positif banyak kalangan. Tak hanya para guru, murid hingga orang tua, sekolah luring juga mendapat dukungan DPRD Kota Malang.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang Lookh Mahfudz mengatakan, pihaknya mengapresiasi segala persiapan pihak sekolah dalam memenuhi syarat protokol kesehatan (prokes). Hal itu terlihat dengan lengkapnya fasilitas yang disiapkan mulai dari thermo gun, handsanitizer, westafel hingga masker. ”Termasuk kesigapan para guru yang menertibkan siswa agar selalu menjaga jarak,” terangnya.

Meski begitu, pelaksanaan PTM harus tetap mendapat pengawasan penuh agar jangan sampai menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Lookh Mahfudz memastikan PTM tidak hanya dipantau oleh Pemkot Malang saja. Kalangan DPRD Kota Malang juga akan turun ke lapangan.

“Iya kami pun nanti juga akan pantau sewaktu-waktu. Misalnya pas lari pagi, sekalian memantau. Kita mungkin berbeda dengan Pak Wali yang ketika memantau harus melalui protokoler,” kata Lookh Mahfud.

Pihaknya bisa bebas melakukan sidak kapanpun tanpa terikat protokoler. Dengan demikian, pihaknya akan memiliki gambaran bagaimana proses pelaksanaan PTM. Apakah pihak sekolah masih menerapkan prokes secara ketat atau sebaliknya. Pihaknya juga terbuka atas segala saran dan masukan terkait pelaksanaan PTM ini.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru