alexametrics
32 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Penampakan Hari Pertama Sekolah Tatap Muka di SDN Kauman 1 Malang

MALANG KOTA – SDN Kauman 1 menjadi salah satu sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) pada Senin (19/4). Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 nampak masuk ke sekolah secara bergantian. Selain memakai seragam lengkap, para siswa juga memakai masker dan face shield.

Kepala SDN Kauman 1 Dra Umi Kulsum MPd menjelaskan PTMT di sekolahnya telah mengacu standar protokol kesehatan (prokes). Siswa yang baru datang akan diminta cuci tangan serta mengecek suhunya di thermo gun. Umi mengaku prokes tersebut telah dipersiapkan agar siswa nyaman untuk belajar sebelum memasuki kelas.

Baca Juga:Sekolah Tatap Muka SMPN 6 Pakai Model Ganjil Genap

”Setiap kelas juga kami batasi jumlah siswanya hanya 50 persen sesuai instruksi dari pemerintah,” ujar dia.

Umi menambahkan, pihaknya juga telah mendapat restu dari para orang tua siswa. Namun, juga ada beberapa orang tua yang belum mengizinkan anaknya untuk sekolah karena masih khawatir dengan sebaran Covid-19. Dia pun tak mempermasalahkan itu karena pembelajaran masih bisa dilakukan secara daring.

”Kami sudah berkoordinasi dengan para orang tua, hasilnya tidak keberatan tapi memang ada beberapa belum setuju karena khawatir,” tandasnya.

Pewarta: Aditya Novrian

MALANG KOTA – SDN Kauman 1 menjadi salah satu sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) pada Senin (19/4). Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 nampak masuk ke sekolah secara bergantian. Selain memakai seragam lengkap, para siswa juga memakai masker dan face shield.

Kepala SDN Kauman 1 Dra Umi Kulsum MPd menjelaskan PTMT di sekolahnya telah mengacu standar protokol kesehatan (prokes). Siswa yang baru datang akan diminta cuci tangan serta mengecek suhunya di thermo gun. Umi mengaku prokes tersebut telah dipersiapkan agar siswa nyaman untuk belajar sebelum memasuki kelas.

Baca Juga:Sekolah Tatap Muka SMPN 6 Pakai Model Ganjil Genap

”Setiap kelas juga kami batasi jumlah siswanya hanya 50 persen sesuai instruksi dari pemerintah,” ujar dia.

Umi menambahkan, pihaknya juga telah mendapat restu dari para orang tua siswa. Namun, juga ada beberapa orang tua yang belum mengizinkan anaknya untuk sekolah karena masih khawatir dengan sebaran Covid-19. Dia pun tak mempermasalahkan itu karena pembelajaran masih bisa dilakukan secara daring.

”Kami sudah berkoordinasi dengan para orang tua, hasilnya tidak keberatan tapi memang ada beberapa belum setuju karena khawatir,” tandasnya.

Pewarta: Aditya Novrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru