alexametrics
29 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Sekolah Luring di Kota Malang Dihentikan Jika Ada Situasi Begini

MALANG KOTA – Belum semua SD dan SMP di Kota Malang bisa menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) hari ini (19/4). Meski secara protokol kesehatan (prokes) sudah siap, namun ada sekolah yang menunda pembelajaran luring. Uji coba sekolah luring juga akan dihentikan jika ada situasi khusus yang menganggu terkait pandemi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana SE MM menyatakan, sebanyak 85 persen sekolah sudah melaksanakan PTM hari ini. Sementara sisanya, atau sekitar 15 persen sekolah belum bisa menggelar PTM terbatas. Hal tersebut dikarenakan masih ada siswa yang memiliki penyakit penyerta atau karena ada guru atau wali murid yang terpapar Covid-19.

“Untuk tingkat SMP hanya satu sekolah yang belum menggelar PTM. Kalau untuk SD Negeri sudah semuanya, tinggal yang swasta belum semuanya,” jelas Suwarjana di sela-sela mendampingi Wali Kota Malang sidak hari ini. Dia menambahkan, PTM yang mulai digelar juga bisa saja dihentikan ketika nanti ada siswa atau tenaga pendidik yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara itu, pelaksanaan sekolah tatap muka terbatas ini hanya bisa dilaksanakan setelah ada hasil polling kepada wali murid. Yakni sebanyak 85 persen wali murid telah menyetujui pembelajaran tatap muka. Ia menilai dukungan dari wali murid digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan pelaksanaan sekolah tatap muka di Kota Malang.

“Sekarang tinggal kesadaran bersama untuk menjaga agar prokes tetap berjalan. Kami sudah meminta kepada anak-anak untuk membawa masker cadangan dan sekolah harus menyiapkannya,” bebernya.

Tak lupa Suwarjana meminta kepada semua pihak untuk patuh kepada SE Wali Kota Malang no. 15 Tahun 2021 tentang PTM terbatas di masa pandemi. Sekolah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Intinya, mekanismenya mutlak saya serahkan kepada pihak sekolah. Biar sekolah nanti mengatur sendiri. Cuma kami menghendaki adanya pembatasan 50 persen,” bebernya.

Pewarta: M. Ubaidillah

MALANG KOTA – Belum semua SD dan SMP di Kota Malang bisa menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) hari ini (19/4). Meski secara protokol kesehatan (prokes) sudah siap, namun ada sekolah yang menunda pembelajaran luring. Uji coba sekolah luring juga akan dihentikan jika ada situasi khusus yang menganggu terkait pandemi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana SE MM menyatakan, sebanyak 85 persen sekolah sudah melaksanakan PTM hari ini. Sementara sisanya, atau sekitar 15 persen sekolah belum bisa menggelar PTM terbatas. Hal tersebut dikarenakan masih ada siswa yang memiliki penyakit penyerta atau karena ada guru atau wali murid yang terpapar Covid-19.

“Untuk tingkat SMP hanya satu sekolah yang belum menggelar PTM. Kalau untuk SD Negeri sudah semuanya, tinggal yang swasta belum semuanya,” jelas Suwarjana di sela-sela mendampingi Wali Kota Malang sidak hari ini. Dia menambahkan, PTM yang mulai digelar juga bisa saja dihentikan ketika nanti ada siswa atau tenaga pendidik yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara itu, pelaksanaan sekolah tatap muka terbatas ini hanya bisa dilaksanakan setelah ada hasil polling kepada wali murid. Yakni sebanyak 85 persen wali murid telah menyetujui pembelajaran tatap muka. Ia menilai dukungan dari wali murid digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan pelaksanaan sekolah tatap muka di Kota Malang.

“Sekarang tinggal kesadaran bersama untuk menjaga agar prokes tetap berjalan. Kami sudah meminta kepada anak-anak untuk membawa masker cadangan dan sekolah harus menyiapkannya,” bebernya.

Tak lupa Suwarjana meminta kepada semua pihak untuk patuh kepada SE Wali Kota Malang no. 15 Tahun 2021 tentang PTM terbatas di masa pandemi. Sekolah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Intinya, mekanismenya mutlak saya serahkan kepada pihak sekolah. Biar sekolah nanti mengatur sendiri. Cuma kami menghendaki adanya pembatasan 50 persen,” bebernya.

Pewarta: M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru