alexametrics
29 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Sekolah Tatap Muka di Malang, Begini Ungkapan Bahagia Bu Guru

MALANG KOTA – Adanya PTM (Pembelajaran Tatap Muka) terbatas di Kota Malang membuat guru Matematika SMPN 6 Kota Malang Endang Sulistyowati senang. Pasalnya, ia bisa kembali bertemu dengan murid-muridnya.

“Saya sudah kangen siswa. Guru tanpa siswa itu tidak ada artinya,” ungkap Endang saat dijumpai di sekolah, Senin (19/4).

Endang yang menjadi guru Matematika sejak 1985 ini mengajar maata pelajaran ini untuk kelas 7 dan 9. Selama ini, ia mengaku belum pernah sama sekali belum bertemu dengan siswanya.

“Saya belum pernah bertemu yang kelas 7 belum kenal satu per satu. Terus yang siswa kelas 9 tahu-tahu sudah mau lulus,” katanya.

Meski mengenal siswanya sebatas WA dan Google Meet, ia berusaha tetap mengenal mereka melalui foto profil di WA maupun saat on-camera ketika pembelajaran berlangsung.

“Kadang saya minta mereka memotret sedang belajar dimana. Secara pribadi belum kenal ya, beda saat masuk dulu,” jawabnya.

Menurutnya hal yang paling dikangeni saat belajar secara langsung di kelas adalah melihat ekspresi para siswa yang berhasil mengerjakan tugasnya.

Mimik wajah yang bahagia saat mendapatkan jawaban merupakan hal yang paling ia sukai. Apalagi saat mengerjakan matematika saat daring raut wajah itu tak bisa ia lihat.

Pewarta : M. Ubaidillah

MALANG KOTA – Adanya PTM (Pembelajaran Tatap Muka) terbatas di Kota Malang membuat guru Matematika SMPN 6 Kota Malang Endang Sulistyowati senang. Pasalnya, ia bisa kembali bertemu dengan murid-muridnya.

“Saya sudah kangen siswa. Guru tanpa siswa itu tidak ada artinya,” ungkap Endang saat dijumpai di sekolah, Senin (19/4).

Endang yang menjadi guru Matematika sejak 1985 ini mengajar maata pelajaran ini untuk kelas 7 dan 9. Selama ini, ia mengaku belum pernah sama sekali belum bertemu dengan siswanya.

“Saya belum pernah bertemu yang kelas 7 belum kenal satu per satu. Terus yang siswa kelas 9 tahu-tahu sudah mau lulus,” katanya.

Meski mengenal siswanya sebatas WA dan Google Meet, ia berusaha tetap mengenal mereka melalui foto profil di WA maupun saat on-camera ketika pembelajaran berlangsung.

“Kadang saya minta mereka memotret sedang belajar dimana. Secara pribadi belum kenal ya, beda saat masuk dulu,” jawabnya.

Menurutnya hal yang paling dikangeni saat belajar secara langsung di kelas adalah melihat ekspresi para siswa yang berhasil mengerjakan tugasnya.

Mimik wajah yang bahagia saat mendapatkan jawaban merupakan hal yang paling ia sukai. Apalagi saat mengerjakan matematika saat daring raut wajah itu tak bisa ia lihat.

Pewarta : M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru