alexametrics
29 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Tanamkan Nasionalisme Mahasiswa, Begini Langkah UIN Maliki Malang

MALANG KOTA – Menanamkan rasa nasionalisme bisa dilakukan dengan banyak cara. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang mempunyai strategi tersendiri agar para mahasiswa memahami makna nasionalisme.

Hal ini diungkapkan Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr H Abdul Haris M Ag di acara Syiar Ramadan dengan tema ’Puasa dan Nasionalisme’ yang digelar hari ini (19/4). Dialog Ramadan di kampus UIN Maliki itu juga menghadirkan Kapolresta Malang Kombes Pol Leonardus Harapantua Simarmata, Wakapolres Batu Kompol Suharsono, Kepala Staf Korem (Kasrem) 083/BDJ, Kodam V Brawijaya Letkol Inf Akhmad Juni Toa dan Dandim 0833 Letkol Arm Ferdinand Primadona.

Menurut Prof Haris, upaya membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang nasionalisme dilakukan dengan pendekatan dialogis. ”Kalau kita menanamkan nasionalisme di lingkungan UIN itu melalui mahad (asrama) bagi mahasiswa baru,” terangnya.

Dia menambahkan, di dalam mahad para mahasiswa tak hanya digembleng untuk belajar berdisiplin dan mempelajari kitab semata. ”Mereka juga menerima materi khusus tentang ke-Islaman dan ke-Indonesia-an. Pemberian materi ini berlangsung selama satu tahun penuh,” terang Prof Haris.

Menurut Kapolresta Malang Kombes Pol Leonardus Harapantua Simarmata, kampus memiliki peran strategis dalam memupuk rasa nasionalisme para mahasiswa. Menurutnya, generasi milenial saat ini tidak mudah menerima doktrin. Sehingga perlu pendekatan lain seperti dengan memperbanyak berdiskusi dan dialog. “Cara menguatkan bangsa dengan rasa nasionalisme yaitu adanya keinginan bersama dan bersatu,” ungkapnya.

Sementara itu, Dandim 0833 Letkol Arm Ferdinand Primadona mengingatkan pentingnya masyarakat agar bisa saling menghargai di tengah perbedaan yang ada. ”Perbedaan harus saling menguatkan. Banyak negara yg iri dengan Indonesia karena dengan perbedaan tetap bersatu. Itu menjadi kebanggan sendiri untuk Indonesia karena bisa menjaga keutuhan dengan keanekaragaman. Hal itu karena dari kecil sudah ditanamkan menghargai toleransi melalui mata pelajaran Pancasila,” kata dia.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Menanamkan rasa nasionalisme bisa dilakukan dengan banyak cara. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang mempunyai strategi tersendiri agar para mahasiswa memahami makna nasionalisme.

Hal ini diungkapkan Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr H Abdul Haris M Ag di acara Syiar Ramadan dengan tema ’Puasa dan Nasionalisme’ yang digelar hari ini (19/4). Dialog Ramadan di kampus UIN Maliki itu juga menghadirkan Kapolresta Malang Kombes Pol Leonardus Harapantua Simarmata, Wakapolres Batu Kompol Suharsono, Kepala Staf Korem (Kasrem) 083/BDJ, Kodam V Brawijaya Letkol Inf Akhmad Juni Toa dan Dandim 0833 Letkol Arm Ferdinand Primadona.

Menurut Prof Haris, upaya membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang nasionalisme dilakukan dengan pendekatan dialogis. ”Kalau kita menanamkan nasionalisme di lingkungan UIN itu melalui mahad (asrama) bagi mahasiswa baru,” terangnya.

Dia menambahkan, di dalam mahad para mahasiswa tak hanya digembleng untuk belajar berdisiplin dan mempelajari kitab semata. ”Mereka juga menerima materi khusus tentang ke-Islaman dan ke-Indonesia-an. Pemberian materi ini berlangsung selama satu tahun penuh,” terang Prof Haris.

Menurut Kapolresta Malang Kombes Pol Leonardus Harapantua Simarmata, kampus memiliki peran strategis dalam memupuk rasa nasionalisme para mahasiswa. Menurutnya, generasi milenial saat ini tidak mudah menerima doktrin. Sehingga perlu pendekatan lain seperti dengan memperbanyak berdiskusi dan dialog. “Cara menguatkan bangsa dengan rasa nasionalisme yaitu adanya keinginan bersama dan bersatu,” ungkapnya.

Sementara itu, Dandim 0833 Letkol Arm Ferdinand Primadona mengingatkan pentingnya masyarakat agar bisa saling menghargai di tengah perbedaan yang ada. ”Perbedaan harus saling menguatkan. Banyak negara yg iri dengan Indonesia karena dengan perbedaan tetap bersatu. Itu menjadi kebanggan sendiri untuk Indonesia karena bisa menjaga keutuhan dengan keanekaragaman. Hal itu karena dari kecil sudah ditanamkan menghargai toleransi melalui mata pelajaran Pancasila,” kata dia.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru