alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Di Halal Bihalal Virtual, Rektor Unikama Beber Manfaat Ramadan

MALANG KOTA – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar halal bihalal secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, Senin (17/05/2021). Kegiatan ini digelar mengingat masih tingginya angka penyebaran virus korona di Kota Malang.

Kegiatan ini diikuti oleh Pengurus Yayasan PPLP-PT PGRI Malang, Rektor beserta jajarannya, serta seluruh dosen dan karyawan Unikama.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian MSi mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri dan berterima kasih kepada seluruh keluarga besar Unikama yang hadir saat itu.

“Covid-19 ini masih berada di sekitar kita, banyak yang mengatakan tahun ini merupakan Lebaran pengorbanan. Sebagian dari kita tidak bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman karena kebijakan pemerintah. Tetapi percayalah, kebahagiaan itu tidak hanya muncul dari kesenangan kita. Ada seorang psikolog yang mengatakan bahwa puncak kebahagiaan itu berasal dari diri kita yang bisa menerima segalanya dengan penuh kegetirannya,” ujarnya.

Sebagian memang tidak ikut melakukan puasa, tetapi semua orang ikut merasakan suasana Ramadan.

“Kita semua merasakan energi positifnya yaitu kesabaran dan ketenangan. Kesabaran membuat mental kita kuat sedangkan ketenangan bisa membuat kita berpikir dengan jernih. Meskipun sebagian orang tidak ikut melaksanakan kegiatan puasa, kita semua bisa memperoleh itu untuk energi positif,” paparnya.

“Mari saling mendoakan saudara, teman dan juga tempat dimana kita bekerja agar selalu dalam lindungan Tuhan. Hal ini akan mengeliminir hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat membuat kebersamaan kita menjadi lebih kompak,” tambahnya.

Ketua PPLP-PT PGRI Malang Drs H Soedja’i juga menegaskan bahwa dengan memohon maaf satu dengan yang lain akan menjadikan hidup ini aman, nyaman dan tentram.

“Dengan saling memaafkan bisa membuat apa yang kita jalani akan membantu kita agar menjalankan tugas dengan baik. Jauh dari rintangan, godaan maupun kesulitan. Hal ini juga bisa membangkitkan semangat kita semua untuk menjadi Unikama unggul seperti apa yang dicita-citakan selama ini,” terangnya.

Halal bihalal Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah ini juga turut mengundang Ir H Achmad Wahyudi, SH MH selaku pengurus besar PGRI. Dalam tausiyahnya, ia menerangkan tentang makna halal bihalal itu sendiri, kembalinya manusia kepada fitrah di hari yang suci.

“Setiap manusia memiliki fitrahnya masing-masing, semua tergantung pada individunya bisa saja terang bisa juga redup. Kembali fitrah merupakan kembalinya kita bisa membedakan mana yang benar dan salah. Setiap manusia bisa menentukan apa yang baik untuk dilakukan dan yang buruk harus ditinggalkan,” ujarnya.

Selalu berbuat baik menjadikan manusia selalu teliti dan berhati-hati dalam melakukan apapun. Manusia juga akan menjadi tenang dan damai jika apa yang dilakukannya didasari dengan ilmu pengetahuan.

Laki-laki yang akrab disapa Ustad Wahyudi ini juga berpesan agar terus menjaga lisan, berhati-hati saat mengucapkan sesuatu.

“Biasakanlah mengucapkan sesuatu yang benar, jangan mengatakan sesuatu yang anda tidak tahu ilmunya,” tutupnya.

Dalam kesempatan ini semoga dikembalikan ke nilai-nilai asal manusia menjadi lebih baik dan kembali kepada fitrahnya.

Pewarta: M. Ubaidillah

MALANG KOTA – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar halal bihalal secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, Senin (17/05/2021). Kegiatan ini digelar mengingat masih tingginya angka penyebaran virus korona di Kota Malang.

Kegiatan ini diikuti oleh Pengurus Yayasan PPLP-PT PGRI Malang, Rektor beserta jajarannya, serta seluruh dosen dan karyawan Unikama.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unikama Dr Pieter Sahertian MSi mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri dan berterima kasih kepada seluruh keluarga besar Unikama yang hadir saat itu.

“Covid-19 ini masih berada di sekitar kita, banyak yang mengatakan tahun ini merupakan Lebaran pengorbanan. Sebagian dari kita tidak bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman karena kebijakan pemerintah. Tetapi percayalah, kebahagiaan itu tidak hanya muncul dari kesenangan kita. Ada seorang psikolog yang mengatakan bahwa puncak kebahagiaan itu berasal dari diri kita yang bisa menerima segalanya dengan penuh kegetirannya,” ujarnya.

Sebagian memang tidak ikut melakukan puasa, tetapi semua orang ikut merasakan suasana Ramadan.

“Kita semua merasakan energi positifnya yaitu kesabaran dan ketenangan. Kesabaran membuat mental kita kuat sedangkan ketenangan bisa membuat kita berpikir dengan jernih. Meskipun sebagian orang tidak ikut melaksanakan kegiatan puasa, kita semua bisa memperoleh itu untuk energi positif,” paparnya.

“Mari saling mendoakan saudara, teman dan juga tempat dimana kita bekerja agar selalu dalam lindungan Tuhan. Hal ini akan mengeliminir hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat membuat kebersamaan kita menjadi lebih kompak,” tambahnya.

Ketua PPLP-PT PGRI Malang Drs H Soedja’i juga menegaskan bahwa dengan memohon maaf satu dengan yang lain akan menjadikan hidup ini aman, nyaman dan tentram.

“Dengan saling memaafkan bisa membuat apa yang kita jalani akan membantu kita agar menjalankan tugas dengan baik. Jauh dari rintangan, godaan maupun kesulitan. Hal ini juga bisa membangkitkan semangat kita semua untuk menjadi Unikama unggul seperti apa yang dicita-citakan selama ini,” terangnya.

Halal bihalal Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah ini juga turut mengundang Ir H Achmad Wahyudi, SH MH selaku pengurus besar PGRI. Dalam tausiyahnya, ia menerangkan tentang makna halal bihalal itu sendiri, kembalinya manusia kepada fitrah di hari yang suci.

“Setiap manusia memiliki fitrahnya masing-masing, semua tergantung pada individunya bisa saja terang bisa juga redup. Kembali fitrah merupakan kembalinya kita bisa membedakan mana yang benar dan salah. Setiap manusia bisa menentukan apa yang baik untuk dilakukan dan yang buruk harus ditinggalkan,” ujarnya.

Selalu berbuat baik menjadikan manusia selalu teliti dan berhati-hati dalam melakukan apapun. Manusia juga akan menjadi tenang dan damai jika apa yang dilakukannya didasari dengan ilmu pengetahuan.

Laki-laki yang akrab disapa Ustad Wahyudi ini juga berpesan agar terus menjaga lisan, berhati-hati saat mengucapkan sesuatu.

“Biasakanlah mengucapkan sesuatu yang benar, jangan mengatakan sesuatu yang anda tidak tahu ilmunya,” tutupnya.

Dalam kesempatan ini semoga dikembalikan ke nilai-nilai asal manusia menjadi lebih baik dan kembali kepada fitrahnya.

Pewarta: M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/