alexametrics
26.7 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Menag Sampaikan Pesan Penting Ini di Halal Bihalal UIN Maliki Malang

MALANG KOTA – Ada yang spesial di acara Halal Bihalal Universitas Negeri Islam Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang hari ini (19/5). Kegiatan bertajuk ’Pembinaan Mental dan Spiritual Aparatur Sipil Negara UIN Maliki’ yang digelar virtual tersebut dihadiri Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas.

Hadir pula pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri dan juga Rektor UIN Maliki Prof Dr H Abd. Haris MAg.

“Saya sampaikan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Kegiatan silatutahmi ini untuk memupuk rasa persaudaraan dan kemanusiaan setelah menunaikan puasa sebulan penuh. Ini menjadi modal sosial yang penting untuk merawat kebersamaan dan persatuan,” ujar Menag yang akrab disapa Gus Yaqut ini.

Menag Yaqut Cholil Qoumas saat mengikuti halal bihalal UIN Maliki Malang secara virtual. (ss/Ubaidillah/ist)

Gus Yaqut juga menyampaikan pesan kepada peserta Halal Bihalal UIN Maliki Malang untuk tidak ada lagi dendam di antara sesama dan memperbanyak bersilaturahim. “Hindari permusuhan. Perkuat kebersamaan dan gotong royong. Jadilah diri kita sebagai teladan, sehingg terus menebarkan kedamaian dan kemanfaatan,” tutupnya.

Sementara itu, KH Agoes Masyhuri memyampaikan pesan agar para ASN yang bekerja di UIN Maliki agar senantiasa memperbaharui niat dalam bekerja. ”Sebagai ASN UIN, sangat penting untuk memperbaiki niat dan meniatkan sesuatu yang baik dan ikhlas. Agar dengan niat dan ikhlas yang baik bisa memberikan prestasi di samping prasasti,” terang pengasuh PP Bumi Sholawat Sidoarjo ini.

Sedangkan Prof Dr H Abd. Haris MAg menyampaikan bahwa UIN Maliki Malang telah berhasil membuka 19 jurusan baru dalam rentang waktu 3 tahun. “Dalam waktu dekat ini, akan ada 5 orang yang mendapat jabatan tertingginya sebagai dosen (menjadi guru besar). Sehingga nanti jumlahnya akan bertambah menjadi 24 orang,” ujar Prof Abd Haris.

Upaya memperbanyak jumlah guru besar ini dilakukan untuk tridharma perguruan tinggi dalam mencetak SDM yang kuat. Sehingga nantinya dapat melahirkan SDM dengan kualitas yang baik.

“Lebih dari itu, sekarang UIN Maliki telah dinobatkan sebagai Smart and Green Islamic University. Saat ini sedang dilakukan pengembangan sarana prasarana kampus 3,” tutupnya.

Pewarta: M. Ubaidillah

MALANG KOTA – Ada yang spesial di acara Halal Bihalal Universitas Negeri Islam Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang hari ini (19/5). Kegiatan bertajuk ’Pembinaan Mental dan Spiritual Aparatur Sipil Negara UIN Maliki’ yang digelar virtual tersebut dihadiri Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas.

Hadir pula pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri dan juga Rektor UIN Maliki Prof Dr H Abd. Haris MAg.

“Saya sampaikan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Kegiatan silatutahmi ini untuk memupuk rasa persaudaraan dan kemanusiaan setelah menunaikan puasa sebulan penuh. Ini menjadi modal sosial yang penting untuk merawat kebersamaan dan persatuan,” ujar Menag yang akrab disapa Gus Yaqut ini.

Menag Yaqut Cholil Qoumas saat mengikuti halal bihalal UIN Maliki Malang secara virtual. (ss/Ubaidillah/ist)

Gus Yaqut juga menyampaikan pesan kepada peserta Halal Bihalal UIN Maliki Malang untuk tidak ada lagi dendam di antara sesama dan memperbanyak bersilaturahim. “Hindari permusuhan. Perkuat kebersamaan dan gotong royong. Jadilah diri kita sebagai teladan, sehingg terus menebarkan kedamaian dan kemanfaatan,” tutupnya.

Sementara itu, KH Agoes Masyhuri memyampaikan pesan agar para ASN yang bekerja di UIN Maliki agar senantiasa memperbaharui niat dalam bekerja. ”Sebagai ASN UIN, sangat penting untuk memperbaiki niat dan meniatkan sesuatu yang baik dan ikhlas. Agar dengan niat dan ikhlas yang baik bisa memberikan prestasi di samping prasasti,” terang pengasuh PP Bumi Sholawat Sidoarjo ini.

Sedangkan Prof Dr H Abd. Haris MAg menyampaikan bahwa UIN Maliki Malang telah berhasil membuka 19 jurusan baru dalam rentang waktu 3 tahun. “Dalam waktu dekat ini, akan ada 5 orang yang mendapat jabatan tertingginya sebagai dosen (menjadi guru besar). Sehingga nanti jumlahnya akan bertambah menjadi 24 orang,” ujar Prof Abd Haris.

Upaya memperbanyak jumlah guru besar ini dilakukan untuk tridharma perguruan tinggi dalam mencetak SDM yang kuat. Sehingga nantinya dapat melahirkan SDM dengan kualitas yang baik.

“Lebih dari itu, sekarang UIN Maliki telah dinobatkan sebagai Smart and Green Islamic University. Saat ini sedang dilakukan pengembangan sarana prasarana kampus 3,” tutupnya.

Pewarta: M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/