alexametrics
24.1 C
Malang
Thursday, 21 October 2021

Breaking The Silence, Mahasiswa Kedokteran UB Belajar Bahasa Isyarat

MALANG – Para dokter berkewajiban memberikan pelayanan terbaik dan profesional saat menangani pasien. Termasuk saat mengobati pasien penyandang disabilitas. Hal itu bisa dilakukan saat komunikasi antara dokter dan pasien berjalan dengan baik dan lancar.

Hal itulah yang mendasari Medical Students’ Committee for International Affairs (MSCIA) UB menggelar acara bersama Pusat Studi Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya (PLSD UB) bertajuk ’Breaking the Silence’, Minggu (19/9). Selain itu, mereka juga melibatkan beberapa komunitas seperti Gerkatin Kota Malang, Akar Tuli Malang, AktuSidoarjo, dan Silang Indonesia.

Acara ini diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh tentang penyebab dan cara mencegah terjadinya kasus tuli sejak dini. Selain itu, juga untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa tentang cara berkomunikasi dengan penderita tuna rungu.

Digelar secara daring, panitia menghadirkan narasumber dr Mohammad Dwijo Murdiyo, spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorokan) yang banyak menjelaskan dan mengulas seputar kesehatan telinga. Selain itu ada Muhammad Hasanuddin selaku narasumber penyandang tuli.

“Acara ini diselenggarakan untuk memberikan edukasi kepada calon tenaga kesehatan dari Fakultas Kedokteran UB agar bisa berkomunikasi pada siapa pun, khususnya teman-teman yang tuli,” ujar ketua panitia Fakhrudin AB.

Selain itu, acara Breaking the Silence juga diharapkan bisa membangun rasa peduli kepada masyarakat berkebutuhan khusus. “Ini menjadi bekal teman-teman dari FK UB agar bisa tetap profesional melayani masyarakat ketika berobat, karena di luar sana masih ada banyak masyarakat berkebutuhan khusus,” tambahnya.

Pihaknya juga berharap para calon dokter FKUB bisa semakin profesional. Sebab, ketika sudah menjadi dokter, maka pasien dengan kondisi normal ataupun tuli harus ditangani semaksimal mungkin.

“Harapannya biar nanti teman-teman bisa berkomunikasi pada pasien yang tuli. Dan itu pasti akan kita temui di dunia profesi kelak,” tutupnya.

Pewarta: M. Ubaidillah

MALANG – Para dokter berkewajiban memberikan pelayanan terbaik dan profesional saat menangani pasien. Termasuk saat mengobati pasien penyandang disabilitas. Hal itu bisa dilakukan saat komunikasi antara dokter dan pasien berjalan dengan baik dan lancar.

Hal itulah yang mendasari Medical Students’ Committee for International Affairs (MSCIA) UB menggelar acara bersama Pusat Studi Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya (PLSD UB) bertajuk ’Breaking the Silence’, Minggu (19/9). Selain itu, mereka juga melibatkan beberapa komunitas seperti Gerkatin Kota Malang, Akar Tuli Malang, AktuSidoarjo, dan Silang Indonesia.

Acara ini diselenggarakan untuk mengetahui lebih jauh tentang penyebab dan cara mencegah terjadinya kasus tuli sejak dini. Selain itu, juga untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa tentang cara berkomunikasi dengan penderita tuna rungu.

Digelar secara daring, panitia menghadirkan narasumber dr Mohammad Dwijo Murdiyo, spesialis THT (Telinga Hidung Tenggorokan) yang banyak menjelaskan dan mengulas seputar kesehatan telinga. Selain itu ada Muhammad Hasanuddin selaku narasumber penyandang tuli.

“Acara ini diselenggarakan untuk memberikan edukasi kepada calon tenaga kesehatan dari Fakultas Kedokteran UB agar bisa berkomunikasi pada siapa pun, khususnya teman-teman yang tuli,” ujar ketua panitia Fakhrudin AB.

Selain itu, acara Breaking the Silence juga diharapkan bisa membangun rasa peduli kepada masyarakat berkebutuhan khusus. “Ini menjadi bekal teman-teman dari FK UB agar bisa tetap profesional melayani masyarakat ketika berobat, karena di luar sana masih ada banyak masyarakat berkebutuhan khusus,” tambahnya.

Pihaknya juga berharap para calon dokter FKUB bisa semakin profesional. Sebab, ketika sudah menjadi dokter, maka pasien dengan kondisi normal ataupun tuli harus ditangani semaksimal mungkin.

“Harapannya biar nanti teman-teman bisa berkomunikasi pada pasien yang tuli. Dan itu pasti akan kita temui di dunia profesi kelak,” tutupnya.

Pewarta: M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru