alexametrics
31C
Malang
Wednesday, 14 April 2021

Dana Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten Malang Naik, Cair Maret

MALANG – Dana Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten (Boskab) tahun 2021 dipastikan naik. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, total anggaran boskab tahun ini mencapai Rp 143 miliar atau jika dirinci yakni sebesar Rp 143.118.435.000. Naik Rp 82.890.315.000 atau Rp 82 miliar dibanding tahun 2020 lalu yang berada di angka Rp 60.228.120.000.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Rachmat Hardijono mengatakan, bahwa kenaikan anggaran tersebut guna meningkatkan kualitas pendidikan di kabupaten. Angka tersebut mengacu pada Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 19 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Biaya Operasional dan Investasi Sekolah pada Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar.

”Jumlah tersebut sudah sesuai dengan yang kami usulkan di rancangan kerja anggaran (RKA) yang kemudian dituangkan dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2021,” terangnya.

Rachmat menjabarkan, untuk 2021 rincian besaran yang akan didapat masing-masing siswa juga meningkat. Yakni dari sebelumnya Rp 15 ribu menjadi Rp 25 ribu untuk siswa PAUD/RA dan untuk tingkat SD/MI naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 50 ribu. Ada juga penambahan Rp 40 ribu pada jenjang SMP/MTs, yang mulanya Rp 35 ribu menjadi Rp 75 ribu.

”Baik sekolah negeri maupun swasta akan mendapatkan jumlah besaran yang sama. Di Kabupaten Malang nomenklatur dan penyebutannya semua sama, yakni dana boskab,” tegasnya.

Penggunaan Boskab 2021, masih kata Rachmat, akan difokuskan pada dukungan pembelajaran, seperti metode guru kunjung yang terutama diperuntukkan jenjang PAUD dan anak kelas I SD yang perlu intensitas pembelajaran baca, tulis, hitung (calistung) dari gurunya.

”Manakala untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau guru kunjung sudah bukan kebutuhan karena jaringan dan sarpras telah memadai, maka boskab juga dapat digunakan untuk perbaikan sarana prasarana pembelajaran atau peningkatan kompetensi guru serta tambahan honor pendidik terutama yang non ASN,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Malang Drs H. M. Sanusi MM mengungkapkan bahwa pihaknya telah menandatangani Perbub Nomor 19 Tahun 2020 tersebut dengan alasan untuk meningkatkan kualitas tenaga maupun anak didik di kabupaten.

”Memang itu program yang harus kami berikan kepada masyarakat agar nanti pendidikan ini bisa memacu kualitasnya, caranya ya dengan memberikan bantuan kepada anak didik melalui boskab itu,” ungkapnya.

Jika tahun lalu pencairan Boskab baru bisa dituntaskan 100 persen pada bulan November, Sanusi berharap di tahun 2021 ini Boskab dapat sampai di tangan masing-masing satuan pendidikan tepat waktu. Jika tidak ada kendala, pencairan boskab biasanya mulai didistribusikan pada akhir triwulan pertama proses pembelajaran atau Maret mendatang. (cho/c1/iik/rmc)

MALANG – Dana Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten (Boskab) tahun 2021 dipastikan naik. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, total anggaran boskab tahun ini mencapai Rp 143 miliar atau jika dirinci yakni sebesar Rp 143.118.435.000. Naik Rp 82.890.315.000 atau Rp 82 miliar dibanding tahun 2020 lalu yang berada di angka Rp 60.228.120.000.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Rachmat Hardijono mengatakan, bahwa kenaikan anggaran tersebut guna meningkatkan kualitas pendidikan di kabupaten. Angka tersebut mengacu pada Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 19 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Biaya Operasional dan Investasi Sekolah pada Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar.

”Jumlah tersebut sudah sesuai dengan yang kami usulkan di rancangan kerja anggaran (RKA) yang kemudian dituangkan dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2021,” terangnya.

Rachmat menjabarkan, untuk 2021 rincian besaran yang akan didapat masing-masing siswa juga meningkat. Yakni dari sebelumnya Rp 15 ribu menjadi Rp 25 ribu untuk siswa PAUD/RA dan untuk tingkat SD/MI naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 50 ribu. Ada juga penambahan Rp 40 ribu pada jenjang SMP/MTs, yang mulanya Rp 35 ribu menjadi Rp 75 ribu.

”Baik sekolah negeri maupun swasta akan mendapatkan jumlah besaran yang sama. Di Kabupaten Malang nomenklatur dan penyebutannya semua sama, yakni dana boskab,” tegasnya.

Penggunaan Boskab 2021, masih kata Rachmat, akan difokuskan pada dukungan pembelajaran, seperti metode guru kunjung yang terutama diperuntukkan jenjang PAUD dan anak kelas I SD yang perlu intensitas pembelajaran baca, tulis, hitung (calistung) dari gurunya.

”Manakala untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau guru kunjung sudah bukan kebutuhan karena jaringan dan sarpras telah memadai, maka boskab juga dapat digunakan untuk perbaikan sarana prasarana pembelajaran atau peningkatan kompetensi guru serta tambahan honor pendidik terutama yang non ASN,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Malang Drs H. M. Sanusi MM mengungkapkan bahwa pihaknya telah menandatangani Perbub Nomor 19 Tahun 2020 tersebut dengan alasan untuk meningkatkan kualitas tenaga maupun anak didik di kabupaten.

”Memang itu program yang harus kami berikan kepada masyarakat agar nanti pendidikan ini bisa memacu kualitasnya, caranya ya dengan memberikan bantuan kepada anak didik melalui boskab itu,” ungkapnya.

Jika tahun lalu pencairan Boskab baru bisa dituntaskan 100 persen pada bulan November, Sanusi berharap di tahun 2021 ini Boskab dapat sampai di tangan masing-masing satuan pendidikan tepat waktu. Jika tidak ada kendala, pencairan boskab biasanya mulai didistribusikan pada akhir triwulan pertama proses pembelajaran atau Maret mendatang. (cho/c1/iik/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru