alexametrics
18.5 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Redam Radikalisme, UPT P2P UM Gelar Webinar Nasional

MALANG KOTA – UPT Pusat Pengkajian Pancasila (P2P) Universitas Negeri Malang (UM) mempunyai berbagai cara dalam meredam radikalisme di lingkungan kampus. Di antaranya, mengadakan berbagai kegiatan seperti sarasehan, kajian, santiaji, seminar, webinar, dan workshop Pancasila.

Pada Kamis (21/1) besok, mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, ada webinar nasional yang diselenggarakan oleh UPT P2P. Mengusung tema “Meredam Radikalisme Dengan Harmoni Pancasila”, narasumber yang digandeng antara lain Mantan Pimpinan Jamaah Islamiah dan Pengamat Teror Nasional Ustadz Nasir Abas, Dosen UIN Sunan Ampel Dr Ainur Rofiq Al-Amin SH MAg, dan Dosen UM Dr Yusuf Hanafi SAg MFil I.

Meskipun sasaran utamanya adalah mahasiswa, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan, masyarakat umum juga bisa mengikuti webinar tersebut melalui Zoom beralamat di sini.

Kepala P2P UM Slamet Sujud Purnawan Jati menjelaskan, alasan pihaknya mengawali tahun 2021 ini dengan webinar nasional bertema radikalisme adalah karena radikalisme, ekstrimisme, intoleransi, terorisme, dan semua gerakan yang intinya adalah gerakan anti pancasila, masih menjadi isu penting.

“Dan ini bukan hanya PR Pemerintah saja, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.

Hal itu dikarenakan, paham radikal telah menjalar ke berbagai sendi kehidupan masyarakat. “Apalagi perguruan tinggi sebagai pusat pengetahuan dan tempat berkumpulnya ilmuan, tidak luput dari target penyebaran radikalisme. Para penggiat paham radikal ini ingin membidik civitas akademi baik mahasiswa, tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan,” jelasnya.

Sehingga, fokus dari P2P UM adalah mendidik para mahasiswa yang notabennya masih polos secara psikologi dan masih dalam proses pencarian jati diri. “Proses inilah, radikalisme ditanamkan dan disebarkan melalui sistem kaderisasi yang ketat dan cenderung memang tertutup,” kata Sujud.

Menjawab pertanyaan terkait kampus sebagai sasaran utama radikalisme, Sujud menjelaskan bahwa kampus mempunyai pengaruh besar dan signifikan bagi paham radikal. “Dapat dibuktikan bagaimana pengaruhnya jika seorang pelajar menyebarkan paham radikalisme. Sudah tentu, pengikutnya bisa perpuluh puluh kali lipat dibandingkan yang menyebarkan adalah orang biasa,” katanya. Kampus mempunyai potensi sebagai lahan yang basah dan subur bagi penyebaran dan pertumbuhan paham radikalisme.

“Padahal, kampus merupakan aset strategis bangsa untuk menghasilkan sumber daya yang unggul dan terbaik di era global,” katanya.

Dalam hal ini, P2P UM hadir untuk mengkaji, mengembangkan, melestarikan, dan memasyarakatkan kepada masyarakat nilai-nilai pancasila. “Tentu saja nilai-nilai Pancasila dan landasan 45 yang murni dan konsekuen yang sesuai dengan visi misi kami,” katanya.

Pewarta: Ilmi Ariyanti

MALANG KOTA – UPT Pusat Pengkajian Pancasila (P2P) Universitas Negeri Malang (UM) mempunyai berbagai cara dalam meredam radikalisme di lingkungan kampus. Di antaranya, mengadakan berbagai kegiatan seperti sarasehan, kajian, santiaji, seminar, webinar, dan workshop Pancasila.

Pada Kamis (21/1) besok, mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, ada webinar nasional yang diselenggarakan oleh UPT P2P. Mengusung tema “Meredam Radikalisme Dengan Harmoni Pancasila”, narasumber yang digandeng antara lain Mantan Pimpinan Jamaah Islamiah dan Pengamat Teror Nasional Ustadz Nasir Abas, Dosen UIN Sunan Ampel Dr Ainur Rofiq Al-Amin SH MAg, dan Dosen UM Dr Yusuf Hanafi SAg MFil I.

Meskipun sasaran utamanya adalah mahasiswa, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan, masyarakat umum juga bisa mengikuti webinar tersebut melalui Zoom beralamat di sini.

Kepala P2P UM Slamet Sujud Purnawan Jati menjelaskan, alasan pihaknya mengawali tahun 2021 ini dengan webinar nasional bertema radikalisme adalah karena radikalisme, ekstrimisme, intoleransi, terorisme, dan semua gerakan yang intinya adalah gerakan anti pancasila, masih menjadi isu penting.

“Dan ini bukan hanya PR Pemerintah saja, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.

Hal itu dikarenakan, paham radikal telah menjalar ke berbagai sendi kehidupan masyarakat. “Apalagi perguruan tinggi sebagai pusat pengetahuan dan tempat berkumpulnya ilmuan, tidak luput dari target penyebaran radikalisme. Para penggiat paham radikal ini ingin membidik civitas akademi baik mahasiswa, tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan,” jelasnya.

Sehingga, fokus dari P2P UM adalah mendidik para mahasiswa yang notabennya masih polos secara psikologi dan masih dalam proses pencarian jati diri. “Proses inilah, radikalisme ditanamkan dan disebarkan melalui sistem kaderisasi yang ketat dan cenderung memang tertutup,” kata Sujud.

Menjawab pertanyaan terkait kampus sebagai sasaran utama radikalisme, Sujud menjelaskan bahwa kampus mempunyai pengaruh besar dan signifikan bagi paham radikal. “Dapat dibuktikan bagaimana pengaruhnya jika seorang pelajar menyebarkan paham radikalisme. Sudah tentu, pengikutnya bisa perpuluh puluh kali lipat dibandingkan yang menyebarkan adalah orang biasa,” katanya. Kampus mempunyai potensi sebagai lahan yang basah dan subur bagi penyebaran dan pertumbuhan paham radikalisme.

“Padahal, kampus merupakan aset strategis bangsa untuk menghasilkan sumber daya yang unggul dan terbaik di era global,” katanya.

Dalam hal ini, P2P UM hadir untuk mengkaji, mengembangkan, melestarikan, dan memasyarakatkan kepada masyarakat nilai-nilai pancasila. “Tentu saja nilai-nilai Pancasila dan landasan 45 yang murni dan konsekuen yang sesuai dengan visi misi kami,” katanya.

Pewarta: Ilmi Ariyanti

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/