alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

UMM Siap Gelar Kuliah Tatap Muka, Unisma Pilih Hybrid

MALANG – Mulai digelarnya sekolah luring di tingkat dasar dan pertama di Kota Malang ikut dicermati kalangan kampus. Meski sudah menyiapkan rencana menggelar kuliah tatap muka, namun mereka tetap menunggu aturan dari pusat. Saat ini, yang dilakukan adalah menyiapkan fasilitas penunjang kuliah tatap muka.

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr H. Fauzan MPd menyatakan, secara prinsip pihaknya siap menggelar kuliah tatap muka. ”Yang menjadi tidak siap itu karena harus menyesuaikan prokes dan adanya surat edaran pemerintah daerah (pemda) yang melarang untuk bertatap muka,” kata dia.

Berdasarkan prediksinya, kemungkinan besar pada Juli mendatang memang sudah diperbolehkan untuk kuliah tatap muka. ”Tapi kami kan juga tidak tahu lagi ke depannya tentang perkembangan Covid-19 ini. Kalau naik ya akan ada ketentuan baru lagi,” imbuh Fauzan.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof Dr H. Maskuri Bakri MSi menyebut kuliah tatap muka bisa dimulai pada semester ganjil mendatang. Namun pihaknya akan melakukannya secara bertahap. ”Jadi (nanti) masih dilakukan secara hybrid, yakni offline dan online dulu. Sebab, memang (ketentuannya) harus 50 persen dari jumlah mahasiswa,” terangnya.

Dari estimasinya, bila kuliah tatap muka digelar, pengeluaran pihak kampus bakal semakin besar. Sebab, pihaknya harus mempersiapkan sejumlah sarana dan prasarana tambahan, seperti hand sanitizer, masker, face shield, dan peralatan prokes lainnya. ”Kira-kira bisa sampai 45 persen kenaikan (biaya operasional)-nya dibandingkan hari-hari biasanya,” beber Maskuri. (adn/ulf/c1/by)

MALANG – Mulai digelarnya sekolah luring di tingkat dasar dan pertama di Kota Malang ikut dicermati kalangan kampus. Meski sudah menyiapkan rencana menggelar kuliah tatap muka, namun mereka tetap menunggu aturan dari pusat. Saat ini, yang dilakukan adalah menyiapkan fasilitas penunjang kuliah tatap muka.

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr H. Fauzan MPd menyatakan, secara prinsip pihaknya siap menggelar kuliah tatap muka. ”Yang menjadi tidak siap itu karena harus menyesuaikan prokes dan adanya surat edaran pemerintah daerah (pemda) yang melarang untuk bertatap muka,” kata dia.

Berdasarkan prediksinya, kemungkinan besar pada Juli mendatang memang sudah diperbolehkan untuk kuliah tatap muka. ”Tapi kami kan juga tidak tahu lagi ke depannya tentang perkembangan Covid-19 ini. Kalau naik ya akan ada ketentuan baru lagi,” imbuh Fauzan.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof Dr H. Maskuri Bakri MSi menyebut kuliah tatap muka bisa dimulai pada semester ganjil mendatang. Namun pihaknya akan melakukannya secara bertahap. ”Jadi (nanti) masih dilakukan secara hybrid, yakni offline dan online dulu. Sebab, memang (ketentuannya) harus 50 persen dari jumlah mahasiswa,” terangnya.

Dari estimasinya, bila kuliah tatap muka digelar, pengeluaran pihak kampus bakal semakin besar. Sebab, pihaknya harus mempersiapkan sejumlah sarana dan prasarana tambahan, seperti hand sanitizer, masker, face shield, dan peralatan prokes lainnya. ”Kira-kira bisa sampai 45 persen kenaikan (biaya operasional)-nya dibandingkan hari-hari biasanya,” beber Maskuri. (adn/ulf/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/