alexametrics
21.8 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

MALANG KOTA – Biasanya, setiap sekolah akan mengadakan halal bihalal setelah masuk pertama pascalebaran. Tapi tidak di tahun ini, dimana pandemi covid-19 masih melanda.

Salah satunya di SMPN 6 Malang yang disambangi Jawa Pos Radar Malang pada Kamis (20/5) pagi. “Kalau halal bihalal kami tiadakan tahun ini karena memang bisa menimbulkan keramaian, maaf maafannya sama guru di kelas. Begitupun mata pelajaran olahraga, tidak ada praktik, hanya teori,” kata Kepala Sekolah SMPN 6 Malang, Risna Widyawati SPd.

Hal itu bisa menjelaskan juga mengapa keadaan sekolah saat didatangi menjadi sepi, karena sejak 19 April 2021 lalu, sekolah SD hingga SMP dibolehkan masuk secara tatap muka. “Tapi ya kelas itu dikurangi kapasitasnya, satu meja satu orang,” kata dia.

Hal itu nampak di satu ruang kelas yakni 8.4 dimana berisikan 13 murid dengan jumlah meja 36. Selain itu, murid memakai masker selama pelajaran berlangsung.

Selama protokol ketat ditetapkan, murid hanya bisa masuk dan mengikuti pembelajaran dari pukul 08.00 hingga 11.30.

“Jadi siswa-siswi habis datang, cek suhu tubuh, cuci tangan dan baris dengan menjaga jarak langsung masuk yang dipisah per kelas, lalu mengikuti pelajaran yang satu mata pelajaran ialah tiga puluh menit,” kata Risna.

Guna menunjang itu, setidaknya tiga alat pengukur suhu tubuh disiapkan dan setiap ruangan dilengkapi hand sanitizer.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Biasanya, setiap sekolah akan mengadakan halal bihalal setelah masuk pertama pascalebaran. Tapi tidak di tahun ini, dimana pandemi covid-19 masih melanda.

Salah satunya di SMPN 6 Malang yang disambangi Jawa Pos Radar Malang pada Kamis (20/5) pagi. “Kalau halal bihalal kami tiadakan tahun ini karena memang bisa menimbulkan keramaian, maaf maafannya sama guru di kelas. Begitupun mata pelajaran olahraga, tidak ada praktik, hanya teori,” kata Kepala Sekolah SMPN 6 Malang, Risna Widyawati SPd.

Hal itu bisa menjelaskan juga mengapa keadaan sekolah saat didatangi menjadi sepi, karena sejak 19 April 2021 lalu, sekolah SD hingga SMP dibolehkan masuk secara tatap muka. “Tapi ya kelas itu dikurangi kapasitasnya, satu meja satu orang,” kata dia.

Hal itu nampak di satu ruang kelas yakni 8.4 dimana berisikan 13 murid dengan jumlah meja 36. Selain itu, murid memakai masker selama pelajaran berlangsung.

Selama protokol ketat ditetapkan, murid hanya bisa masuk dan mengikuti pembelajaran dari pukul 08.00 hingga 11.30.

“Jadi siswa-siswi habis datang, cek suhu tubuh, cuci tangan dan baris dengan menjaga jarak langsung masuk yang dipisah per kelas, lalu mengikuti pelajaran yang satu mata pelajaran ialah tiga puluh menit,” kata Risna.

Guna menunjang itu, setidaknya tiga alat pengukur suhu tubuh disiapkan dan setiap ruangan dilengkapi hand sanitizer.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/