alexametrics
28.5 C
Malang
Thursday, 30 June 2022

Lebih Dekat dengan Mas Unti, Carek UB yang Dikenal Nasionalis-Religius

MALANG KOTA – Salah satu calon rektor (carek) Universitas Brawijaya (UB) adalah Prof Dr Unti Ludigdo SE MSi. Pria yang juga Dekan Vokasi UB ini dikenal sebagai sosok yang nasionalis dan religius.

Mas Unti-sapaan akrab Prof Dr Unti Ludigdo SE MSi besar di lingkungan keluarga guru. Kehidupannya kental dengan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme dan keagamaan. “Nilai itu melekat hingga menjadi basis konsentrasi keilmuan dalam pengem bangan akademik, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” kata pria kelahiran Trenggalek tersebut.

Komitmen nasionalisme dan keagamaan tergambar dalam orasi ilmiah pengukuhan Guru Besar Mas Unti. Yakni mengusung judul ‘Memaknai Etika Profesi Akuntan Indonesia dengan Pancasila’. Dengan tema itu, mantan Dekan FISIP UB itu berhasil menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Etika Bisnis dan Profesi dalam usia yang sangat muda. Yaitu 43 tahun, tepatnya pada 2 Januari 2012. “Hingga saat ini, komitmen kebangsaan, nasionalisme dan keagamaan terus menjadi landasan hidup dan kehidupan akademik saya,” ucapnya.

Terbukti sebanyak 62 jurnal bereputasi internasional dan nasional ditelurkan Mas Unti. Ia terus konsisten mengambil tema-tema pancasila. Seperti etika moral pancasila penyelenggaraan negara, etika bisnis berbasis nilai pancasila, gerakan budaya anti korupsi, serta dinamika nilai Islam dan nilai kearifan lokal dalam membangun budaya bisnis Indonesia.

Contoh lain, dalam salah satu publikasi artikel ilmiah karya Mas Unti, di jurnal internasional terindex scopus. Dengan judul Pancasila as Accountant Ethics Imperialism Liberator (Pancasila sebagai Pembebas imperialisme Etika Akuntan) yang dimuat di dalam World Journal of Social Sciences (WJSS) published by the World, Business Institute, Australia, vol 2 No. 2 Sept 2012 pp159-168. Serta berjudul Negative Evaluations of National Ethics and Its Impact on Islamic Radicalism (Evaluasi Negatif Etika Kebangsaan dan Dampaknya terhadap Radikalisme Islam) yang dimuat dalam Jurnal SAGE Open © The Author(s) 2021 Vol. July September 2021: 1–20. “Kedua artikel ini mendapat apresiasi internasional karena mempu menghadirkan nilai Pancasila sebagai nilai (jalan) alternatif dalam pengembangan etika akuntan internasional,” tegasnya.

Tak hanya itu, kiprah Mas Unti dalam dunia organisasi akademik dan profesi juga sampai ke kancah internasional. Ia aktif di dalam salah satu asosiasi profesi akuntan pendidikan internasional yang cukup bergengsi. Yaitu The International Association for Accounting Education & Research (IAAER) dan The Indonesian Institute for Corporate Governance. “Salah satu kontribusi pemikiran saya adalah internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan etika profesi akuntan internasional,” terangnya.

Di kancah nasional, berbagai jabatan strategis profesi dan akademik juga disandang oleh Mas
Unti. Antara lain anggota Komite Etika Ikatan Akuntan Indonesia tahun 2007-2010, Ketua Bidang Pendidikan IAI Kompartemen Akuntan Pendidik tahun 2010-2013, Asesor Akreditasi BAN PT tahun
2007-2014 dan Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) sejak tahun 2022 – sekarang. Tahun 2017, Mas Unti menjadi salah satu inisiator Forum Dekan Ilmu-Ilmu Sosial seluruh Indonesia yang kemudian menjabat sebagai Dewan Pendiri dan Dewan Pengawas.

Mas Unti menyebut kesuksesan ini tak lepas dari jiwa dan semangatnya untuk selalu berinovasi, responsifitas dengan perubahan, keluwesan dalam berkomunikasi dan kerjasama sinergis-kolaboratif dengan berbagai kalangan. Serta memiliki semangat yang tinggi untuk terus berlomba dan beramal jariyah dalam kebaikan guna membangun kehidupan bangsa yang lebih baik.

“Kiprah organisasi dan pilihan gerakan nasionalis-relijius seperti sudah terbangun sejak masih mahasiswa. Kultur keluar ga guru yang nasionalis-relijius di Trenggalek mendorong saya memilih organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi gerakan selama mahasiswa,” tegasnya. Komitmen dan kiprah kerja Mas Unti yang kental dan konsisten ini menghantarnya memperoleh berbagai prestasi dan penghargaan sampai tingkat nasional. Salah satu prestasinya adalah menjadi Finalis
Ketua Program Studi/Ketua Jurusan Berprestasi Nasional tahun 2010 dari Ditjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional 2010. “Saya juga memperoleh Satya Lencana Karya Satya 20 tahun dari Presiden tahun 2019,” ujarnya.

Beberapa jabatan di UB juga telah dilalui Mas Unti. Mulai dari Ketua Juruan Akuntansi dua periode yaitu 2007-2013. Kemudian ketua Program Doktor Ilmu Akuntansi tahun 2013-2016, dilanjutkan menjadi Dekan Fakultas Vokasi Tahun 2022 sampai sekarang. Saat menjabat sebagai dekan, Prof Unti juga sekaligus ditugasi Rektor UB sebagai koordinator pelaksana harian reformasi birokrasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan sebagai ketua takmir Masjid Raden Patah UB selama dua periode kepengurusan untuk menghidupkan keagamaan mahasiswa serta membendung fanatisme dan radikalisme. Mas Unti juga mengawal perubahan status Program Pendidikan Vokasi menjadi Fakultas Vokasi sejak menjadi PTNBH tahun 2021.”Kebijakan
pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) terus kami integrasikan ke dalam kurikulum pendidikan vokasi, sehingga mampu memotivasi mahasiswa untuk melakukan inovasi teknologi dan sistem, yang dapat menjadi solusi berbagai permasalahan masyarakat di lapangan,” ungkapnya.

Sampai saat ini, Mas Unti terus diminta menjadi narasumber ahli tetap berbagai instansi pemerintah. “Saya siap menjadikan UB sebagai kampus kebangsaan dalam mendukung visi Indonesia emas 2045,” tandasnya. (bin/dik)

MALANG KOTA – Salah satu calon rektor (carek) Universitas Brawijaya (UB) adalah Prof Dr Unti Ludigdo SE MSi. Pria yang juga Dekan Vokasi UB ini dikenal sebagai sosok yang nasionalis dan religius.

Mas Unti-sapaan akrab Prof Dr Unti Ludigdo SE MSi besar di lingkungan keluarga guru. Kehidupannya kental dengan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme dan keagamaan. “Nilai itu melekat hingga menjadi basis konsentrasi keilmuan dalam pengem bangan akademik, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” kata pria kelahiran Trenggalek tersebut.

Komitmen nasionalisme dan keagamaan tergambar dalam orasi ilmiah pengukuhan Guru Besar Mas Unti. Yakni mengusung judul ‘Memaknai Etika Profesi Akuntan Indonesia dengan Pancasila’. Dengan tema itu, mantan Dekan FISIP UB itu berhasil menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Etika Bisnis dan Profesi dalam usia yang sangat muda. Yaitu 43 tahun, tepatnya pada 2 Januari 2012. “Hingga saat ini, komitmen kebangsaan, nasionalisme dan keagamaan terus menjadi landasan hidup dan kehidupan akademik saya,” ucapnya.

Terbukti sebanyak 62 jurnal bereputasi internasional dan nasional ditelurkan Mas Unti. Ia terus konsisten mengambil tema-tema pancasila. Seperti etika moral pancasila penyelenggaraan negara, etika bisnis berbasis nilai pancasila, gerakan budaya anti korupsi, serta dinamika nilai Islam dan nilai kearifan lokal dalam membangun budaya bisnis Indonesia.

Contoh lain, dalam salah satu publikasi artikel ilmiah karya Mas Unti, di jurnal internasional terindex scopus. Dengan judul Pancasila as Accountant Ethics Imperialism Liberator (Pancasila sebagai Pembebas imperialisme Etika Akuntan) yang dimuat di dalam World Journal of Social Sciences (WJSS) published by the World, Business Institute, Australia, vol 2 No. 2 Sept 2012 pp159-168. Serta berjudul Negative Evaluations of National Ethics and Its Impact on Islamic Radicalism (Evaluasi Negatif Etika Kebangsaan dan Dampaknya terhadap Radikalisme Islam) yang dimuat dalam Jurnal SAGE Open © The Author(s) 2021 Vol. July September 2021: 1–20. “Kedua artikel ini mendapat apresiasi internasional karena mempu menghadirkan nilai Pancasila sebagai nilai (jalan) alternatif dalam pengembangan etika akuntan internasional,” tegasnya.

Tak hanya itu, kiprah Mas Unti dalam dunia organisasi akademik dan profesi juga sampai ke kancah internasional. Ia aktif di dalam salah satu asosiasi profesi akuntan pendidikan internasional yang cukup bergengsi. Yaitu The International Association for Accounting Education & Research (IAAER) dan The Indonesian Institute for Corporate Governance. “Salah satu kontribusi pemikiran saya adalah internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan etika profesi akuntan internasional,” terangnya.

Di kancah nasional, berbagai jabatan strategis profesi dan akademik juga disandang oleh Mas
Unti. Antara lain anggota Komite Etika Ikatan Akuntan Indonesia tahun 2007-2010, Ketua Bidang Pendidikan IAI Kompartemen Akuntan Pendidik tahun 2010-2013, Asesor Akreditasi BAN PT tahun
2007-2014 dan Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) sejak tahun 2022 – sekarang. Tahun 2017, Mas Unti menjadi salah satu inisiator Forum Dekan Ilmu-Ilmu Sosial seluruh Indonesia yang kemudian menjabat sebagai Dewan Pendiri dan Dewan Pengawas.

Mas Unti menyebut kesuksesan ini tak lepas dari jiwa dan semangatnya untuk selalu berinovasi, responsifitas dengan perubahan, keluwesan dalam berkomunikasi dan kerjasama sinergis-kolaboratif dengan berbagai kalangan. Serta memiliki semangat yang tinggi untuk terus berlomba dan beramal jariyah dalam kebaikan guna membangun kehidupan bangsa yang lebih baik.

“Kiprah organisasi dan pilihan gerakan nasionalis-relijius seperti sudah terbangun sejak masih mahasiswa. Kultur keluar ga guru yang nasionalis-relijius di Trenggalek mendorong saya memilih organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi gerakan selama mahasiswa,” tegasnya. Komitmen dan kiprah kerja Mas Unti yang kental dan konsisten ini menghantarnya memperoleh berbagai prestasi dan penghargaan sampai tingkat nasional. Salah satu prestasinya adalah menjadi Finalis
Ketua Program Studi/Ketua Jurusan Berprestasi Nasional tahun 2010 dari Ditjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional 2010. “Saya juga memperoleh Satya Lencana Karya Satya 20 tahun dari Presiden tahun 2019,” ujarnya.

Beberapa jabatan di UB juga telah dilalui Mas Unti. Mulai dari Ketua Juruan Akuntansi dua periode yaitu 2007-2013. Kemudian ketua Program Doktor Ilmu Akuntansi tahun 2013-2016, dilanjutkan menjadi Dekan Fakultas Vokasi Tahun 2022 sampai sekarang. Saat menjabat sebagai dekan, Prof Unti juga sekaligus ditugasi Rektor UB sebagai koordinator pelaksana harian reformasi birokrasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan sebagai ketua takmir Masjid Raden Patah UB selama dua periode kepengurusan untuk menghidupkan keagamaan mahasiswa serta membendung fanatisme dan radikalisme. Mas Unti juga mengawal perubahan status Program Pendidikan Vokasi menjadi Fakultas Vokasi sejak menjadi PTNBH tahun 2021.”Kebijakan
pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) terus kami integrasikan ke dalam kurikulum pendidikan vokasi, sehingga mampu memotivasi mahasiswa untuk melakukan inovasi teknologi dan sistem, yang dapat menjadi solusi berbagai permasalahan masyarakat di lapangan,” ungkapnya.

Sampai saat ini, Mas Unti terus diminta menjadi narasumber ahli tetap berbagai instansi pemerintah. “Saya siap menjadikan UB sebagai kampus kebangsaan dalam mendukung visi Indonesia emas 2045,” tandasnya. (bin/dik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/