alexametrics
26.1 C
Malang
Wednesday, 1 December 2021

Tiga SMP Baru di Malang Siap Gelar PTM Awal Tahun Depan

MALANG KOTA – Tiga SMP Negeri baru di Kota Malang bakal menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) mulai awal 2022 mendatang. Saat ini, pembangunan tiga gedung baru tersebut masih dalam proses pengerjaan. Targetnya, setelah lokal gedung selesai dibangun akhir tahun ini, di Januari 2022 sudah bisa difungsikan.

Tiga sekolah baru tersebut adalah SMPN 28 Malang, SMPN 29 Malang, dan SMPN 30 Malang. Saat ini, proses pembangunan tiga gedung itu sudah melebihi 50 persen. Meski masih separo pengerjaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang optimistis pengerjaan sesuai target.

Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM menegaskan, mulai 1 Januari 2022 tiga gedung sekolah tersebut harus bisa digunakan untuk PTM. Sehingga pembelajaran di semester genap bisa diselenggarakan di gedung baru. Saat ini, para siswa tiga sekolah tersebut masih menumpang di sekolah lain.

“Insya Allah mulai 1 Januari 2022 bakal pindahan semua, karena kami ingin mereka punya tempat belajar yang lebih nyaman,” katanya.

Suwarjana menambahkan, sejak menerima pendaftaran siswa baru setahun lalu, kegiatan belajar tiga sekolah tersebut masih menumpang di sekolah lain. Seperti SMPN 28 Malang menginduk di SMPN 21 Malang. Lalu SMPN 30 Malang menumpang di SMPN 15 Malang dan SMPN 29 Malang menginduk di SMPN 7 Malang.

Masing-masing gedung SMP Negeri baru memiliki 8 ruang kelas. Tiap ruang kelas bisa menampung 32 siswa. Tak hanya itu, fasilitas ruang komputer dan ruang gutu juga ada di tiga sekolah tersebut.

“Yang jelas kita semua di SMP baru kita kasih fasilitas komputer dan lain sebagainya dan nanti tinggal boyongan saja kalau gedung sudah jadi,” tandas mantan Kabag Umum Pemkot Malang itu.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi juga optimistis pembangunan gedung sekolah yang sudah lebih dari 50 persen bisa tuntas sebelum akhir tahun. Intinya, tiga gedung sekolah bisa dipakai sesuai rencana.

”Saat ini sebagian sekolah kan sudah uji coba PTM. Tentu diharapkan tiga SMP Negeri yang baru ini bisa menggelar PTM begitu gedung sekolah sudah jadi,” terangnya.

Politisi yang juga Ketua Karang Taruna Kota Malang itu juga berharap tiga sekolah baru langsung diminati oleh calon siswa saat penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu lantaran penambahan tiga SMP baru juga sebagai pemerataan pendidikan khususnya saat zonasi. Sebab kehadiran tiga sekolah itu untuk melengkapi kebijakan zonasi, di mana SMP Negeri baru berada di Kelurahan Mulyorejo, Kelurahan Polehan, dan Kelurahan Gadang.

Suryadi juga meminta Disdikbud Kota Malang untuk mempersiapkan SDM guru untuk ketiga SMP Negeri tersebut. Karena selama ini, guru yang mengajar juga masih menginduk ke sekolah yang ditumpangi. “Jika sudah ada pembagian guru di tiga sekolah tersebut maka akan jauh lebih enak dalam pelaksanaan pembelajaran nantinya,” tandas politikus Partai Golkar tersebut. (adn/nay/rmc)

MALANG KOTA – Tiga SMP Negeri baru di Kota Malang bakal menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) mulai awal 2022 mendatang. Saat ini, pembangunan tiga gedung baru tersebut masih dalam proses pengerjaan. Targetnya, setelah lokal gedung selesai dibangun akhir tahun ini, di Januari 2022 sudah bisa difungsikan.

Tiga sekolah baru tersebut adalah SMPN 28 Malang, SMPN 29 Malang, dan SMPN 30 Malang. Saat ini, proses pembangunan tiga gedung itu sudah melebihi 50 persen. Meski masih separo pengerjaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang optimistis pengerjaan sesuai target.

Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM menegaskan, mulai 1 Januari 2022 tiga gedung sekolah tersebut harus bisa digunakan untuk PTM. Sehingga pembelajaran di semester genap bisa diselenggarakan di gedung baru. Saat ini, para siswa tiga sekolah tersebut masih menumpang di sekolah lain.

“Insya Allah mulai 1 Januari 2022 bakal pindahan semua, karena kami ingin mereka punya tempat belajar yang lebih nyaman,” katanya.

Suwarjana menambahkan, sejak menerima pendaftaran siswa baru setahun lalu, kegiatan belajar tiga sekolah tersebut masih menumpang di sekolah lain. Seperti SMPN 28 Malang menginduk di SMPN 21 Malang. Lalu SMPN 30 Malang menumpang di SMPN 15 Malang dan SMPN 29 Malang menginduk di SMPN 7 Malang.

Masing-masing gedung SMP Negeri baru memiliki 8 ruang kelas. Tiap ruang kelas bisa menampung 32 siswa. Tak hanya itu, fasilitas ruang komputer dan ruang gutu juga ada di tiga sekolah tersebut.

“Yang jelas kita semua di SMP baru kita kasih fasilitas komputer dan lain sebagainya dan nanti tinggal boyongan saja kalau gedung sudah jadi,” tandas mantan Kabag Umum Pemkot Malang itu.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi juga optimistis pembangunan gedung sekolah yang sudah lebih dari 50 persen bisa tuntas sebelum akhir tahun. Intinya, tiga gedung sekolah bisa dipakai sesuai rencana.

”Saat ini sebagian sekolah kan sudah uji coba PTM. Tentu diharapkan tiga SMP Negeri yang baru ini bisa menggelar PTM begitu gedung sekolah sudah jadi,” terangnya.

Politisi yang juga Ketua Karang Taruna Kota Malang itu juga berharap tiga sekolah baru langsung diminati oleh calon siswa saat penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu lantaran penambahan tiga SMP baru juga sebagai pemerataan pendidikan khususnya saat zonasi. Sebab kehadiran tiga sekolah itu untuk melengkapi kebijakan zonasi, di mana SMP Negeri baru berada di Kelurahan Mulyorejo, Kelurahan Polehan, dan Kelurahan Gadang.

Suryadi juga meminta Disdikbud Kota Malang untuk mempersiapkan SDM guru untuk ketiga SMP Negeri tersebut. Karena selama ini, guru yang mengajar juga masih menginduk ke sekolah yang ditumpangi. “Jika sudah ada pembagian guru di tiga sekolah tersebut maka akan jauh lebih enak dalam pelaksanaan pembelajaran nantinya,” tandas politikus Partai Golkar tersebut. (adn/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru