alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Dukung Indonesia Maju, FP UB Luncurkan Klinik Pertanian

KOTA MALANG – Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) menggelar webinar sekaligus meluncurkan Klinik Pertanian (Agri Clinic) guna melakukan konsultasi dan pendampingan dalam upaya pembangunan Pertanian Indonesia Sabtu (20/11). Kegiatan tersebut dilaksankan secara daring dengan menghadirkan narasumber para pakar pertanian.

Dalam sambutannya, Dekan FP UB Dr Ir Damanhuri, MS mengatakan dengan adanya klinik pertanian diharapkan bisa membantu mengembangkan pertanian di Indonesia. “Semoga kedepannya, bisa sustain dan semakin berkembang untuk memberi maslahat kepada petani, mahasiswa, dosen dan masyarakat lainnya,” jelasnya.

Selanjutnya, Ketua Kegiatan Aktivitas 4 Hibah PKKM FP UB Prof Ir Arifin Noor Sugiharto MSc PhD, menjelaskan, Klinik Pertanian ini merupakan unit layanan solutif permasalahan penyakit tanaman yang kemudian berkembang menjadi layanan dasar seluruh bidang pertanian, mulai dari on farm hingga off farm.

“Dunia pertanian moderen saat ini mempunyai banyak tantangan. Salah satunya petani harus berwawasan dengan penyakit tanaman, orang, mesin maupun lingkungan,” terang Arifin. Menurutnya, kondisi pertanian tak bisa ditebak. Di mana hasil dari pertanian bisa terjadi berbagai macam perubahan, bahkan hingga market yang seperti diketahui begitu dinamis dan bisa berubah sewaktu waktu. “Inilah mengapa Klinik Pertanian menjadi begitu penting dan kemudian dibentuk oleh FP UB,” jelas Arifin.

Wakil Dekan 1 Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Dr Sujarwo SP MP, yang juga Koordinator PKKM UB, menambahkan, Capaian Kegiatan PKKM dan Peran Serta Fakultas Pertanian dalam mendukung tercapainya pertanian Indonesia yang maju dan berkelanjutan.

“Klinik Pertanian merupakan hal yang strategis untuk konsolidasi internal di Jawa Timur bahkan di Indonesia. Klinik ini menjadi wadah sekaligus proses merespons dinamika dari sektor pertanian,” terang Sujarwo. Hal ini juga bisa menjadi ruang bagai dosen maupun mahasiswa untuk melakukan pengabdian serta pentahelix collaboration. (ren)

KOTA MALANG – Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) menggelar webinar sekaligus meluncurkan Klinik Pertanian (Agri Clinic) guna melakukan konsultasi dan pendampingan dalam upaya pembangunan Pertanian Indonesia Sabtu (20/11). Kegiatan tersebut dilaksankan secara daring dengan menghadirkan narasumber para pakar pertanian.

Dalam sambutannya, Dekan FP UB Dr Ir Damanhuri, MS mengatakan dengan adanya klinik pertanian diharapkan bisa membantu mengembangkan pertanian di Indonesia. “Semoga kedepannya, bisa sustain dan semakin berkembang untuk memberi maslahat kepada petani, mahasiswa, dosen dan masyarakat lainnya,” jelasnya.

Selanjutnya, Ketua Kegiatan Aktivitas 4 Hibah PKKM FP UB Prof Ir Arifin Noor Sugiharto MSc PhD, menjelaskan, Klinik Pertanian ini merupakan unit layanan solutif permasalahan penyakit tanaman yang kemudian berkembang menjadi layanan dasar seluruh bidang pertanian, mulai dari on farm hingga off farm.

“Dunia pertanian moderen saat ini mempunyai banyak tantangan. Salah satunya petani harus berwawasan dengan penyakit tanaman, orang, mesin maupun lingkungan,” terang Arifin. Menurutnya, kondisi pertanian tak bisa ditebak. Di mana hasil dari pertanian bisa terjadi berbagai macam perubahan, bahkan hingga market yang seperti diketahui begitu dinamis dan bisa berubah sewaktu waktu. “Inilah mengapa Klinik Pertanian menjadi begitu penting dan kemudian dibentuk oleh FP UB,” jelas Arifin.

Wakil Dekan 1 Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Dr Sujarwo SP MP, yang juga Koordinator PKKM UB, menambahkan, Capaian Kegiatan PKKM dan Peran Serta Fakultas Pertanian dalam mendukung tercapainya pertanian Indonesia yang maju dan berkelanjutan.

“Klinik Pertanian merupakan hal yang strategis untuk konsolidasi internal di Jawa Timur bahkan di Indonesia. Klinik ini menjadi wadah sekaligus proses merespons dinamika dari sektor pertanian,” terang Sujarwo. Hal ini juga bisa menjadi ruang bagai dosen maupun mahasiswa untuk melakukan pengabdian serta pentahelix collaboration. (ren)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/