alexametrics
29C
Malang
Friday, 5 March 2021

Catat! Pendaftaran SNMPTN Buka Bulan Depan

MALANG KOTA – Gerbang penerimaan pendaftaran dan penerimaan mahasiswa baru (maba) Universitas Brawijaya (UB) mulai dipanasi. Mengacu pada kuota penerimaan tahun lalu, UB menjadi kampus yang menduduki peringkat pertama paling favorit secara nasional untuk jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Sementara untuk jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) kampus UB menempati posisi kedua secara nasional setelah Universitas Gajah Mada (UGM).

Data Universitas Brawijaya mencatat, jumlah peminat seleksi SNMPTN pada tahun 2020 mencapai 30.932 pendaftar dengan kuota 4.303 yang diterima. Sementara dari jalur SBMPTN, dengan total peminat sebanyak 61.743 hanya 6.007 diantaranya yang berhasil lolos. Sedangkan jalur Mandiri UB tahun 2020 terdapat peminat sejumlah 42.505, yang diterima hanya 5.605.

”Ini menunjukkan bahwa UB sangat selektif untuk bisa memilih mahasiswa yang terbaik. Walau kuota banyak dan peminatnya juga banyak, persaingan masuk kampus kami sangat tinggi,” jelas Koordinator Bagian Perencanaan Akademik dan Kerjasama UB Hery Prawoto Widodo SSos MAB.

Dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan secara daring kemarin (20/1), Hery menjelaskan bahwa kuota penerimaan mahasiswa baru dibagi berdasarkan kategori. Untuk SNMPTN, UB menyiapkan kuota minimum sebesar 30 persen. Sementara untuk SBMPTN, UB menetapkan kuota minimum sebesar 40 persen. Kemudian untuk jalur mandiri, pihak kampus menyiapkan alokasi kuota minimum sebesar 30 persen.

”Ada beberapa tips yang bisa kami sampaikan jika ingin diterima di UB pada jalur SNMPTN. Salah satunya UB tidak mau menjadi pilihan kedua. Jadi seleksi SNMPTN dilakukan pada PTN pilihan pertama dahulu,” tegas Hary.

Jika daya tampung sudah terpenuhi di PTN pilihan pertama, Hary memastikan bahwa pendaftar pada PTN yang menjadikan UB sebagai pilihan kedua tidak akan diseleksi. Sementara untuk jalur mandiri, di tahun 2020 lalu pihaknya menggunakan dua metode seleksi yaitu jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan jalur rapor.

Sementara itu, Humas UB Kotok Gurito SE mengatakan bahwa standart sistem seleksi masuk PTN secara keseluruhan saat ini ditingkatkan proses seleksinya.

”Sesuai dengan perkembangan IT di era digital, LTMPT (lembaga tes masuk perguruan tinggi) mengadakan tes berbasis UTBK,” jelas Kotok.

Kotok menambahkan jadwal pelaksanaan SNMPTN akan dimulai pada tanggal 15 sampai 24 Februari 2021 mendatang. Persyaratan lengkap pendaftaran tersebut dapata diakses lewat website LTMPT. Sedangkan UTBK dilaksanakan 2 gelombang yang dimulai pada tanggal 12 sampai 18 April 2021 untuk tahap pertama dan tanggal 26 April sampai 2 Mei 2021 untuk gelombang kedua. (cho/iik/rmc)

MALANG KOTA – Gerbang penerimaan pendaftaran dan penerimaan mahasiswa baru (maba) Universitas Brawijaya (UB) mulai dipanasi. Mengacu pada kuota penerimaan tahun lalu, UB menjadi kampus yang menduduki peringkat pertama paling favorit secara nasional untuk jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Sementara untuk jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) kampus UB menempati posisi kedua secara nasional setelah Universitas Gajah Mada (UGM).

Data Universitas Brawijaya mencatat, jumlah peminat seleksi SNMPTN pada tahun 2020 mencapai 30.932 pendaftar dengan kuota 4.303 yang diterima. Sementara dari jalur SBMPTN, dengan total peminat sebanyak 61.743 hanya 6.007 diantaranya yang berhasil lolos. Sedangkan jalur Mandiri UB tahun 2020 terdapat peminat sejumlah 42.505, yang diterima hanya 5.605.

”Ini menunjukkan bahwa UB sangat selektif untuk bisa memilih mahasiswa yang terbaik. Walau kuota banyak dan peminatnya juga banyak, persaingan masuk kampus kami sangat tinggi,” jelas Koordinator Bagian Perencanaan Akademik dan Kerjasama UB Hery Prawoto Widodo SSos MAB.

Dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan secara daring kemarin (20/1), Hery menjelaskan bahwa kuota penerimaan mahasiswa baru dibagi berdasarkan kategori. Untuk SNMPTN, UB menyiapkan kuota minimum sebesar 30 persen. Sementara untuk SBMPTN, UB menetapkan kuota minimum sebesar 40 persen. Kemudian untuk jalur mandiri, pihak kampus menyiapkan alokasi kuota minimum sebesar 30 persen.

”Ada beberapa tips yang bisa kami sampaikan jika ingin diterima di UB pada jalur SNMPTN. Salah satunya UB tidak mau menjadi pilihan kedua. Jadi seleksi SNMPTN dilakukan pada PTN pilihan pertama dahulu,” tegas Hary.

Jika daya tampung sudah terpenuhi di PTN pilihan pertama, Hary memastikan bahwa pendaftar pada PTN yang menjadikan UB sebagai pilihan kedua tidak akan diseleksi. Sementara untuk jalur mandiri, di tahun 2020 lalu pihaknya menggunakan dua metode seleksi yaitu jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan jalur rapor.

Sementara itu, Humas UB Kotok Gurito SE mengatakan bahwa standart sistem seleksi masuk PTN secara keseluruhan saat ini ditingkatkan proses seleksinya.

”Sesuai dengan perkembangan IT di era digital, LTMPT (lembaga tes masuk perguruan tinggi) mengadakan tes berbasis UTBK,” jelas Kotok.

Kotok menambahkan jadwal pelaksanaan SNMPTN akan dimulai pada tanggal 15 sampai 24 Februari 2021 mendatang. Persyaratan lengkap pendaftaran tersebut dapata diakses lewat website LTMPT. Sedangkan UTBK dilaksanakan 2 gelombang yang dimulai pada tanggal 12 sampai 18 April 2021 untuk tahap pertama dan tanggal 26 April sampai 2 Mei 2021 untuk gelombang kedua. (cho/iik/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru