alexametrics
23C
Malang
Wednesday, 3 March 2021

Dies Natalis Ditjen Diksi Ke-1, Fokus Bangun Branding Vokasi

MALANG KOTA – Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) baru saja berulang tahun yang pertama, (27/12/20) lalu. Di Malang, perayaan ulang tahun tersebut dimeriahkan pertandingan olahraga cakupan lokal yang digelar Balai Besar Pengembangan Penjamin Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronik (BBPPMPV BOE) Malang mulai 20 hingga 26 Januari 2021.

Pertandingan tersebut diikuti lima lembaga, diantaranya Balai Latihan Kerja Wonojati, Politeknik Angkatan Darat, Akademi Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, termasuk BBPPMPV BOE sebagai kontingen tuan rumah.

Cabang olahraga yang dilombakan adalah bulutangkis, tenis meja dan tenis lapangan. 50 peserta dari seluruh lembaga turut serta dalam kegiatan tersebut. Pertandingan akan berlangsung dari tanggal 20 Januari – 26 Januari 2021.

Kolonel Inf Dr Tirton Nefianto didampingi Kapten Cpl Bambang Ragil memimpin kontingen Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) pada pertandingan tersebut. Ada 15 personil yang diturunkan di seluruh cabang olahraga.

“Kami menyampaikan selamat ulang tahun dan terima kasih atas undangannya. Pertandingan ini semoga memperkuat persaudaraan di antara sesama kita dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” kata Klonel Inf Tirton, Direktur Pembinaan, Penelitian, Kajian, dan Pengembangan Poltekad.

Plt Kepala BBPPMPV BOE Abdur Rochim mengatakan, di usia yang baru satu tahun, Ditjen Diksi menginginkan pendidikan vokasi dapat membangun ulang citra positifnya di masyarakat. Sebagai unit baru, citra positif harus terus ditunjukkan.

Ia mengatakan, pendidikan vokasi mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan kompeten. “Sudah sangat bagus pendidikan vokasi lahir, jadi lebih spesifik mengurus pendidikan vokasi, tidak bercampur dengan yang pendidikan dasar dan lain sebagainya,” kata dia.

Ditjen Diksi berharap pendidikan vokasi bisa menjadi salah satu alternatif utama layanan pendidikan pelatihan dimasyarakat. Untuk bisa mewujudkan itu, Rochim menyatakan dies natalies kali ini sebagai upaya menyosialisasikan penyelenggaraan pendidikan vokasi.

Rochim mengatakan, tujuan akhir pendidikan vokasi bukan sekedar menciptakan tenaga terampil, melainkan ada lanjutan hasil yang diharapkan. Menurutnya, keterampilan lulusan vokasi berpengaruh pada kreativitas menciptakan lapangan wirausaha yang baru.

Pewarta: Inifia

MALANG KOTA – Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) baru saja berulang tahun yang pertama, (27/12/20) lalu. Di Malang, perayaan ulang tahun tersebut dimeriahkan pertandingan olahraga cakupan lokal yang digelar Balai Besar Pengembangan Penjamin Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronik (BBPPMPV BOE) Malang mulai 20 hingga 26 Januari 2021.

Pertandingan tersebut diikuti lima lembaga, diantaranya Balai Latihan Kerja Wonojati, Politeknik Angkatan Darat, Akademi Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, termasuk BBPPMPV BOE sebagai kontingen tuan rumah.

Cabang olahraga yang dilombakan adalah bulutangkis, tenis meja dan tenis lapangan. 50 peserta dari seluruh lembaga turut serta dalam kegiatan tersebut. Pertandingan akan berlangsung dari tanggal 20 Januari – 26 Januari 2021.

Kolonel Inf Dr Tirton Nefianto didampingi Kapten Cpl Bambang Ragil memimpin kontingen Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) pada pertandingan tersebut. Ada 15 personil yang diturunkan di seluruh cabang olahraga.

“Kami menyampaikan selamat ulang tahun dan terima kasih atas undangannya. Pertandingan ini semoga memperkuat persaudaraan di antara sesama kita dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” kata Klonel Inf Tirton, Direktur Pembinaan, Penelitian, Kajian, dan Pengembangan Poltekad.

Plt Kepala BBPPMPV BOE Abdur Rochim mengatakan, di usia yang baru satu tahun, Ditjen Diksi menginginkan pendidikan vokasi dapat membangun ulang citra positifnya di masyarakat. Sebagai unit baru, citra positif harus terus ditunjukkan.

Ia mengatakan, pendidikan vokasi mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan kompeten. “Sudah sangat bagus pendidikan vokasi lahir, jadi lebih spesifik mengurus pendidikan vokasi, tidak bercampur dengan yang pendidikan dasar dan lain sebagainya,” kata dia.

Ditjen Diksi berharap pendidikan vokasi bisa menjadi salah satu alternatif utama layanan pendidikan pelatihan dimasyarakat. Untuk bisa mewujudkan itu, Rochim menyatakan dies natalies kali ini sebagai upaya menyosialisasikan penyelenggaraan pendidikan vokasi.

Rochim mengatakan, tujuan akhir pendidikan vokasi bukan sekedar menciptakan tenaga terampil, melainkan ada lanjutan hasil yang diharapkan. Menurutnya, keterampilan lulusan vokasi berpengaruh pada kreativitas menciptakan lapangan wirausaha yang baru.

Pewarta: Inifia

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru