21.6 C
Malang
Friday, 3 February 2023

Verifikasi Nilai Rapor Kerap Jadi Momok Jalur Prestasi

MALANG KOTA – Momen kelulusan pelajar SMA dan yang sederajat masih akan berlangsung pada Juni mendatang. Namun, saat ini siswa kelas XII sudah mulai disibukkan persaingan masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Utamanya bagi mereka yang mengincar jalur prestasi atau tanpa tes.

Berdasar kalender seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru (SNPMB), 15 Februari adalah batas akhir pembuatan akun SNPMB siswa. Sementara pembuatan akun sekolah dibatasi pada 9 Februari 2023. Bagi yang bersaing dalam seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP), pendaftaran mulai dilakukan pad a 14-28 Februari 2023. Tahun ini, para pelajar tidak membuat akun di situs Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Melainkan beralih ke situs Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (SNPMB-BPPP). Secara teknis, prosesnya juga hampir sama.

Wakil I Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA/MA Kota Malang Fitri Kusrini SPSi menyebutkan, SNPMB 2023 dimulai dengan pembuatan akun. Selanjutnya, sekolah mencatat siswa-siswi yang memenuhi syarat (eligible). Jika tidak sesuai, sekolah berhak melakukan sanggah kuota. Setelah itu baru dilakukan penetapan siswa eligible hingga pengisian pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS).

Menurut Rini, pihaknya kini sudah dalam tahap pembuatan akun untuk siswa. Termasuk siswa-siswi eligible. Total, ada 124 siswa di tempatnya yang bisa mendaftar jalur SNBP. Terdiri dari 68 siswa IPA, 43 siswa IPS, serta 13 siswa bahasa. Di samping itu, para guru juga membuat pemetaan jurusan sementara di PTN yang dipilih siswa sambil mengisi PDSS. ”Sejak rangkaian SNPMB dimulai tanggal 9 Januari lalu, tidak ada kendala yang signifikan di sekolah kami. Paling hanya penumpukan siswa yang memilih jurusan tertentu,” ujarnya.

Pada awal pembuatan akun, kata Rini, server juga tidak mengalami kendala yang signifikan. Meski demikian, baik siswa maupun sekolah tidak boleh lengah. Sebab, salah satu proses yang cukup menantang biasanya terjadi selama proses verifikasi nilai oleh para siswa. Saat verifikasi nilai, para siswa harus mengecek nilainilai pada rapor. Nantinya, nilai rapor akan disesuaikan dengan daftar kumpulan nilai (DKN) dari sekolah. Hal ini harus dilakukan karena terkadang ada siswa yang meminta perbaikan nilai atau remidi. Belum lagi jika ada siswa mutasi. Tak hanya itu, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) juga perlu diverifikasi.

”Jangan sampai salah dalam mengecek nilai rapor. Karena akan berpengaruh dalam penetapan eligible,” terang perempuan yang juga Koordinator BK di SMAN 8 Kota Malang itu. Karena membutuhkan waktu untuk verifikasi, pihaknya memiliki strategi. Yakni melakukan verifikasi sebelum siswa menginjak semester lima. Sehingga pada semester berikutnya, siswa bisa melanjutkan verifikasi untuk semester-semester selanjutnya.

Ketepatan dalam verifikasi nilai rapor juga bisa berpengaruh dalam keberhasilan lolos jalur prestasi. Pada saat bernama SNMPTN, tak sedikit siswa yang dinyatakan lolos, namun ditolak saat verifikasi nilai rapor. Sebab ada ketidakcocokan saat siswa yang lolos itu diminta mengunggah nilai rapornya dan diverifikasi oleh panitia. Yang juga perlu menjadi perhatian adalah pembuatan akun maupun pengisian PDSS menjelang batas waktu.

Sebab, seminggu sebelum penutupan biasanya situs akan ramai. Seperti pada waktu mendekati Subuh dan setelah Magrib. Karena itu, prosesnya harus segera dikebut. ”Saya lupa di mana dan kapan, tapi pernah ada kasus seorang guru dikeluarkan. Karena waktu pengisian PDSS tidak memasukkan satu siswanya. Itu kan fatal,” bebernya.

Tantangan lain terjadi saat pemetaan jurusan sementara. Para guru biasanya sudah menyusun strategi agar siswa tidak memilih jurusan yang sama di program studi tertentu. Hal itu akan memperluas peluang siswa bisa diterima di jalur SNBP. Namun, saat pendaftaran banyak siswa yang memutuskan mendaftar di jurusan yang tak sesuai pemetaan. ”Kalau sudah finalisasi begitu kami tidak bisa apa-apa,” imbuhnya.

Rini pun mengimbau agar para siswa selalu berkonsultasi. Baik dalam pemilihan jurusan maupun seluruh proses. Sebab, jika sudah terpilih mendaftar pada jalur SNBP, sayang kalau tak diambil. Selain itu, para siswa harus mempersiapkan diri dengan matang. Ini karena kompetisi di Kota Malang cukup ketat. Siswa harus bersaing dengan ribuan siswa dan puluhan sekolah (selengkapnya baca grafis). Di tempat lain, Ketua MGBK SMK Kota Malang Laluk Susmiati SPd menyatakan hal serupa.

Dari pemantauannya, seluruh SMK yang siswanya memilih kuliah juga sudah mulai membuat akun. Dia melihat tidak ada kendala berarti yang dialami para sekolah. Terlebih lagi, dalam beberapa tahun terakhir tren para siswa SMK masih didominasi pilihan untuk langsung bekerja. “Jadi siswa-siswi SMK yang termasuk eligible masih punya banyak peluang,” tutur guru BK SMK Negeri 10 Kota Malang tersebut. Di tempatnya, dari sekitar 640 siswa yang mendaftar kuliah ada sebanyak 102 siswa. Sementara yang termasuk eligible sebanyak 36 siswa. Lainnya memilih bekerja, berwirausaha, atau berumah tangga.

Terkait kendala, menurut Laluk, adalah saat proses finalisasi. Terkadang ada siswa yang tidak melakukan finalisasi, sehingga otomatis tak terdaftar. Kepada seluruh SMK dia pun mengingatkan agar melakukan proses jauh-jauh hari. Supaya seluruh siswa bisa mendaftar kuliah.(mel/fat)

 

MALANG KOTA – Momen kelulusan pelajar SMA dan yang sederajat masih akan berlangsung pada Juni mendatang. Namun, saat ini siswa kelas XII sudah mulai disibukkan persaingan masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Utamanya bagi mereka yang mengincar jalur prestasi atau tanpa tes.

Berdasar kalender seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru (SNPMB), 15 Februari adalah batas akhir pembuatan akun SNPMB siswa. Sementara pembuatan akun sekolah dibatasi pada 9 Februari 2023. Bagi yang bersaing dalam seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP), pendaftaran mulai dilakukan pad a 14-28 Februari 2023. Tahun ini, para pelajar tidak membuat akun di situs Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Melainkan beralih ke situs Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (SNPMB-BPPP). Secara teknis, prosesnya juga hampir sama.

Wakil I Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA/MA Kota Malang Fitri Kusrini SPSi menyebutkan, SNPMB 2023 dimulai dengan pembuatan akun. Selanjutnya, sekolah mencatat siswa-siswi yang memenuhi syarat (eligible). Jika tidak sesuai, sekolah berhak melakukan sanggah kuota. Setelah itu baru dilakukan penetapan siswa eligible hingga pengisian pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS).

Menurut Rini, pihaknya kini sudah dalam tahap pembuatan akun untuk siswa. Termasuk siswa-siswi eligible. Total, ada 124 siswa di tempatnya yang bisa mendaftar jalur SNBP. Terdiri dari 68 siswa IPA, 43 siswa IPS, serta 13 siswa bahasa. Di samping itu, para guru juga membuat pemetaan jurusan sementara di PTN yang dipilih siswa sambil mengisi PDSS. ”Sejak rangkaian SNPMB dimulai tanggal 9 Januari lalu, tidak ada kendala yang signifikan di sekolah kami. Paling hanya penumpukan siswa yang memilih jurusan tertentu,” ujarnya.

Pada awal pembuatan akun, kata Rini, server juga tidak mengalami kendala yang signifikan. Meski demikian, baik siswa maupun sekolah tidak boleh lengah. Sebab, salah satu proses yang cukup menantang biasanya terjadi selama proses verifikasi nilai oleh para siswa. Saat verifikasi nilai, para siswa harus mengecek nilainilai pada rapor. Nantinya, nilai rapor akan disesuaikan dengan daftar kumpulan nilai (DKN) dari sekolah. Hal ini harus dilakukan karena terkadang ada siswa yang meminta perbaikan nilai atau remidi. Belum lagi jika ada siswa mutasi. Tak hanya itu, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) juga perlu diverifikasi.

”Jangan sampai salah dalam mengecek nilai rapor. Karena akan berpengaruh dalam penetapan eligible,” terang perempuan yang juga Koordinator BK di SMAN 8 Kota Malang itu. Karena membutuhkan waktu untuk verifikasi, pihaknya memiliki strategi. Yakni melakukan verifikasi sebelum siswa menginjak semester lima. Sehingga pada semester berikutnya, siswa bisa melanjutkan verifikasi untuk semester-semester selanjutnya.

Ketepatan dalam verifikasi nilai rapor juga bisa berpengaruh dalam keberhasilan lolos jalur prestasi. Pada saat bernama SNMPTN, tak sedikit siswa yang dinyatakan lolos, namun ditolak saat verifikasi nilai rapor. Sebab ada ketidakcocokan saat siswa yang lolos itu diminta mengunggah nilai rapornya dan diverifikasi oleh panitia. Yang juga perlu menjadi perhatian adalah pembuatan akun maupun pengisian PDSS menjelang batas waktu.

Sebab, seminggu sebelum penutupan biasanya situs akan ramai. Seperti pada waktu mendekati Subuh dan setelah Magrib. Karena itu, prosesnya harus segera dikebut. ”Saya lupa di mana dan kapan, tapi pernah ada kasus seorang guru dikeluarkan. Karena waktu pengisian PDSS tidak memasukkan satu siswanya. Itu kan fatal,” bebernya.

Tantangan lain terjadi saat pemetaan jurusan sementara. Para guru biasanya sudah menyusun strategi agar siswa tidak memilih jurusan yang sama di program studi tertentu. Hal itu akan memperluas peluang siswa bisa diterima di jalur SNBP. Namun, saat pendaftaran banyak siswa yang memutuskan mendaftar di jurusan yang tak sesuai pemetaan. ”Kalau sudah finalisasi begitu kami tidak bisa apa-apa,” imbuhnya.

Rini pun mengimbau agar para siswa selalu berkonsultasi. Baik dalam pemilihan jurusan maupun seluruh proses. Sebab, jika sudah terpilih mendaftar pada jalur SNBP, sayang kalau tak diambil. Selain itu, para siswa harus mempersiapkan diri dengan matang. Ini karena kompetisi di Kota Malang cukup ketat. Siswa harus bersaing dengan ribuan siswa dan puluhan sekolah (selengkapnya baca grafis). Di tempat lain, Ketua MGBK SMK Kota Malang Laluk Susmiati SPd menyatakan hal serupa.

Dari pemantauannya, seluruh SMK yang siswanya memilih kuliah juga sudah mulai membuat akun. Dia melihat tidak ada kendala berarti yang dialami para sekolah. Terlebih lagi, dalam beberapa tahun terakhir tren para siswa SMK masih didominasi pilihan untuk langsung bekerja. “Jadi siswa-siswi SMK yang termasuk eligible masih punya banyak peluang,” tutur guru BK SMK Negeri 10 Kota Malang tersebut. Di tempatnya, dari sekitar 640 siswa yang mendaftar kuliah ada sebanyak 102 siswa. Sementara yang termasuk eligible sebanyak 36 siswa. Lainnya memilih bekerja, berwirausaha, atau berumah tangga.

Terkait kendala, menurut Laluk, adalah saat proses finalisasi. Terkadang ada siswa yang tidak melakukan finalisasi, sehingga otomatis tak terdaftar. Kepada seluruh SMK dia pun mengingatkan agar melakukan proses jauh-jauh hari. Supaya seluruh siswa bisa mendaftar kuliah.(mel/fat)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru