alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Viral Kasus Bullying, SMPN 16 Malang Perketat Pengawasan Luar Kelas

KOTA MALANG – Kasus dugaan bullying yang menimpa MS, 13 tahun siswa SMPN 16 Malang menjadi catatan hitam sekaligus pelajaran berharga bagi sekolah.
Tak mau kejadian serupa terulang, SMPN 16 Malang kini memperketat pengawasan pada siswanya. Juga meningkatkan rasa aman kepada siswa yang belajar di sana.
Tak ada yang berbeda dari perlakuan guru terhadap murid saat di kelas. Justru yang berbeda adalah pada saat siswa tak lagi berada di kelas.
“Sekarang setiap istirahat harus ada guru yang ngecek kelas, kantin, lapangan. Ada pembagian tugasnya. Kami nggak mau kecolongan,” ujar Waka Kurikulum SMPN 16 Malang, Eka Rahayu, S.Pd.
Termasuk waktu salat dzuhur atau ashar, Eka mengatakan kini selalu ada guru yang berjaga. Para guru pun harus ada yang berjaga di sekolah sampai seluruh siswa benar-benar tak ada di sekolah.
“Peristiwa kemarin (dugaan bullying pada MS) menjadi sejarah dan semoga yang terakhir. Ini pelajaran berharga untuk kami agar lebih hati-hati. Semoga SMPN 16 Malang bisa lebih kuat dan hebat lagi,” harapnya.
Selain pengawasan, pihak sekolah juga selalu menyiagakan guru BK agar selalu ada. Untuk menerima segala aduan dan keluh kesah siswa. Sehingga siswa merasa aman.
Seperti yang telah diwartakan, MS diduga mengalami bullying dari teman sekolahnya. Hingga luka-luka dan harus menjalani operasi amputasi jari tengah tangan sebelah kanannya.
Saat ini MS belum masuk sekolah. Kasusnya pun sudah dalam proses penyerahan berkas ke kejaksaan. Dengan ditetapkan 2 tersangka anak yang terancam pidana 5 tahun dan denda Rp 100 juta.
Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia

KOTA MALANG – Kasus dugaan bullying yang menimpa MS, 13 tahun siswa SMPN 16 Malang menjadi catatan hitam sekaligus pelajaran berharga bagi sekolah.
Tak mau kejadian serupa terulang, SMPN 16 Malang kini memperketat pengawasan pada siswanya. Juga meningkatkan rasa aman kepada siswa yang belajar di sana.
Tak ada yang berbeda dari perlakuan guru terhadap murid saat di kelas. Justru yang berbeda adalah pada saat siswa tak lagi berada di kelas.
“Sekarang setiap istirahat harus ada guru yang ngecek kelas, kantin, lapangan. Ada pembagian tugasnya. Kami nggak mau kecolongan,” ujar Waka Kurikulum SMPN 16 Malang, Eka Rahayu, S.Pd.
Termasuk waktu salat dzuhur atau ashar, Eka mengatakan kini selalu ada guru yang berjaga. Para guru pun harus ada yang berjaga di sekolah sampai seluruh siswa benar-benar tak ada di sekolah.
“Peristiwa kemarin (dugaan bullying pada MS) menjadi sejarah dan semoga yang terakhir. Ini pelajaran berharga untuk kami agar lebih hati-hati. Semoga SMPN 16 Malang bisa lebih kuat dan hebat lagi,” harapnya.
Selain pengawasan, pihak sekolah juga selalu menyiagakan guru BK agar selalu ada. Untuk menerima segala aduan dan keluh kesah siswa. Sehingga siswa merasa aman.
Seperti yang telah diwartakan, MS diduga mengalami bullying dari teman sekolahnya. Hingga luka-luka dan harus menjalani operasi amputasi jari tengah tangan sebelah kanannya.
Saat ini MS belum masuk sekolah. Kasusnya pun sudah dalam proses penyerahan berkas ke kejaksaan. Dengan ditetapkan 2 tersangka anak yang terancam pidana 5 tahun dan denda Rp 100 juta.
Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Penyunting: Fia

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/