alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

UIN Maliki Jadi PTKI dengan Mahasiswa Asing Terbanyak

MALANG KOTA – Prestasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang patut diapresiasi. Pasalnya, pada 30 Desember lalu kampus ini diberi penghargaan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dengan mahasiswa asing terbanyak.

Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr Abdul Haris MAg mengungkapkan, saat ini UIN Maliki sedang proses menuju World Class University. Hal tersebut didukung makin banyaknya mahasiswa luar negeri yang kuliah di UIN Maliki. “Tercatat terakhir sebelum tahun ini, jumlah mahasiswa asing kami ada sebanyak 499 orang dari 40-an negara,” katanya.

Dia menuturkan ada beberapa alasan mahasiswa asing memilih studi di UIN Maliki. “Kami punya unggulan-unggulan. Salah satunya, kami menguatkan multibank bahasa. Selain bahasa Indonesia, ada bahasa Arab, Inggris, Mandarin, dan Persia. Bahkan, mungkin nanti bahasa-bahasa dari negara yang banyak mahasiswanya di sini,” terangnya.

Keunggulan lainnya, UIN Maliki juga memiliki mahad. “Nah, mahasiswa S-1 harus masuk mahad. Otomatis para mahasiswa asing kami memperoleh pendidikan yang memungkinkan mereka punya religiusitas yang tinggi, pendidikan karakter yang baik, bahkan rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia,” tambah Haris. Selain itu, UIN Maliki Malang juga mempunyai Rumah Tahfiz Quran dan saat ini sedang membangun Rumah Tafqih (ta’lim fiqih).

Staf Kantor Urusan Internasional (KUI) UIN Maliki Malang Muhammad Faruq menambahkan beberapa daya tarik yang dimiliki UIN Maliki. “Pertama, UIN Maliki Malang berada di Kota Malang. Kedua, UIN Maliki Malang merupakan perguruan tinggi Islam. Ketiga, UIN Maliki Malang adalah kampus negeri,” jelasnya. Selain itu, masih kata Faruq, tentu karena sistem pendidikan yang disajikan UIN Maliki Malang. Yaitu, menggunakan sistem integrasi antara sains dan agama.

Saat ini mahasiswa asing yang aktif di UIN Maliki ada 93 orang dari 27 negara. “Untuk menjadi World Class University, perguruan tinggi harus mempunyai beberapa mahasiswa dari beberapa negara. Meskipun pandemi, kami tetap menerima mahasiswa asing. Karena pembelajaran juga bisa dilakukan online,” katanya.

Tahun ini pun UIN Maliki masih menyediakan program beasiswa bagi mahasiswa asing. Sama seperti tahun lalu, kuota yang disuguhkan dalam beasiswa tersebut ada 30 orang. Namun, ada yang berbeda. Jika sebelumnya beasiswa mahasiswa asing hanya berlaku untuk mahasiswa S-1, kali ini berlaku juga untuk mahasiswa S-2 dan S-3. “Rinciannya, S-1 ada 20 orang, S-2 ada 8 orang, dan S-3 ada 2 orang,” imbuh Faruq.

Faruq menyampaikan, upaya UIN Maliki dalam mempermudah urusan mahasiswa asing getol dilakukan. Salah satunya, kini UIN Maliki mempunyai Kantor Urusan Internasional (KUI) atau International Office. “Kantor ini bertujuan untuk melayani mahasiswa asing dengan sistem layanan satu pintu. Jadi kendala ataupun urusan mahasiswa asing bisa terselesaikan di sini,” ungkapnya.

Salah satu mahasiswa asing UIN Maliki Malang asal Kota Xining, China, Aisyah Ling Ma mengaku senang bisa kuliah di UIN Maliki. “Dalam perkuliahan merasa mudah karena dapat bantuan dari dosen dan teman-teman,” kata mahasiswi sastra Inggris semester 8 itu. (rma/ila/c1/ik)

MALANG KOTA – Prestasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang patut diapresiasi. Pasalnya, pada 30 Desember lalu kampus ini diberi penghargaan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dengan mahasiswa asing terbanyak.

Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr Abdul Haris MAg mengungkapkan, saat ini UIN Maliki sedang proses menuju World Class University. Hal tersebut didukung makin banyaknya mahasiswa luar negeri yang kuliah di UIN Maliki. “Tercatat terakhir sebelum tahun ini, jumlah mahasiswa asing kami ada sebanyak 499 orang dari 40-an negara,” katanya.

Dia menuturkan ada beberapa alasan mahasiswa asing memilih studi di UIN Maliki. “Kami punya unggulan-unggulan. Salah satunya, kami menguatkan multibank bahasa. Selain bahasa Indonesia, ada bahasa Arab, Inggris, Mandarin, dan Persia. Bahkan, mungkin nanti bahasa-bahasa dari negara yang banyak mahasiswanya di sini,” terangnya.

Keunggulan lainnya, UIN Maliki juga memiliki mahad. “Nah, mahasiswa S-1 harus masuk mahad. Otomatis para mahasiswa asing kami memperoleh pendidikan yang memungkinkan mereka punya religiusitas yang tinggi, pendidikan karakter yang baik, bahkan rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia,” tambah Haris. Selain itu, UIN Maliki Malang juga mempunyai Rumah Tahfiz Quran dan saat ini sedang membangun Rumah Tafqih (ta’lim fiqih).

Staf Kantor Urusan Internasional (KUI) UIN Maliki Malang Muhammad Faruq menambahkan beberapa daya tarik yang dimiliki UIN Maliki. “Pertama, UIN Maliki Malang berada di Kota Malang. Kedua, UIN Maliki Malang merupakan perguruan tinggi Islam. Ketiga, UIN Maliki Malang adalah kampus negeri,” jelasnya. Selain itu, masih kata Faruq, tentu karena sistem pendidikan yang disajikan UIN Maliki Malang. Yaitu, menggunakan sistem integrasi antara sains dan agama.

Saat ini mahasiswa asing yang aktif di UIN Maliki ada 93 orang dari 27 negara. “Untuk menjadi World Class University, perguruan tinggi harus mempunyai beberapa mahasiswa dari beberapa negara. Meskipun pandemi, kami tetap menerima mahasiswa asing. Karena pembelajaran juga bisa dilakukan online,” katanya.

Tahun ini pun UIN Maliki masih menyediakan program beasiswa bagi mahasiswa asing. Sama seperti tahun lalu, kuota yang disuguhkan dalam beasiswa tersebut ada 30 orang. Namun, ada yang berbeda. Jika sebelumnya beasiswa mahasiswa asing hanya berlaku untuk mahasiswa S-1, kali ini berlaku juga untuk mahasiswa S-2 dan S-3. “Rinciannya, S-1 ada 20 orang, S-2 ada 8 orang, dan S-3 ada 2 orang,” imbuh Faruq.

Faruq menyampaikan, upaya UIN Maliki dalam mempermudah urusan mahasiswa asing getol dilakukan. Salah satunya, kini UIN Maliki mempunyai Kantor Urusan Internasional (KUI) atau International Office. “Kantor ini bertujuan untuk melayani mahasiswa asing dengan sistem layanan satu pintu. Jadi kendala ataupun urusan mahasiswa asing bisa terselesaikan di sini,” ungkapnya.

Salah satu mahasiswa asing UIN Maliki Malang asal Kota Xining, China, Aisyah Ling Ma mengaku senang bisa kuliah di UIN Maliki. “Dalam perkuliahan merasa mudah karena dapat bantuan dari dosen dan teman-teman,” kata mahasiswi sastra Inggris semester 8 itu. (rma/ila/c1/ik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/