alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Gandeng FIP UM, Malang Autism Center Sukseskan Program Sekolah Autism Rakyat

MALANG KOTA – Malang Autism Center (MAC) menggandeng Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) untuk menyukseskan program Sekolah Autism Rakyat. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan antara Founder MAC Mohammad Cahyadi dengan Kepala Departemen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Prof Dr Mohammaf Efendi MPd MKes, Kamis (22/4) di gedung D3 FIP UM.

Dalam sambutannya, Founder MAC Mohammad Cahyadi mengatakan di Indonesia sendiri data pertama kali perihal anak Autism Spectrum Disorders (ASD) dikeluarkan oleh salah satu harian cetak nasional pada 20 Juli 2015 baru diangka 475.000. Kemudian di 2018 sudah tembus di angka 2,4 juta anak (data dari Kementrian Perempuan dan Anak pada tahun 2018 ) dengan laju pertumbuhannya diperkirakan diangka 500 ribu penyandang ASD per-tahunnya. “Menurut riset, area Malang menyumbang 4 persen angka penyandang ASD nasional. Dan angka itu yang sangat besar,” katanya.

Lebih lanjut Cahyadi menyebut dalam 5 tahun terakhir pertumbuhan autis center di Malang juga cukup banyak. Satu tahun terakhir ini, hampir setiap bulannya ada satu keluarga di MAC yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Ketika saya kuliah S2 di UM dengan dosen yang hebat membuat saya berpikir kembali harus berbuat sesuatu. Di setiap diskusi, dosen saya selalu berpesan seharusnya mahasiswa S2 bisa memberikan produk nyata di market. Oleh karenanya saya menginisiasi Sekolah Rakyat Autism. dimana sekolah ini adalah tempat terapi untuk anak ASD untuk keluarga yang kurang mampu,”ucapnya.

Sementara lingkup kerjasama dengan FIP UM, menurut Kepala Departemen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Prof Dr Mohammaf Efendi MPd MKes lebih dalam level operasionalnya. Dimana pihak departemen PLB memberikan list mahasiswa/mahasiswi yang tertarik untuk bergabung pada program Sekolah Rakyat Autism. “Nilai tambah dari kerjasama ini adalah mahasiswa akan memiliki kompetensi yang komplit. Bukan hanya teori tapi mengimplementasikan ke praktik langsung. Sehingga link and match akan terealisasi langsung ke lapangan. Harapannya, lulusan PLB FIP UM akan lebih kompetitif karena telah memiliki pengalaman lebih,” harap Efendi.

Dijelaskan Cahyadi, antusias mahasiswa yang akan terjun ke program ini juga luar biasa. Pihaknya hanya membutuhkan 12 terapis namun yang mendaftar sampai 35 terapis. “Setelah mahasiswa mendaftar, pihak MAC akan melakukan interview dan sekaligus pelatihan selama 14 hari agar mereka siap untuk menjadi tenaga terapis anak ASD,” tandas Cahyadi.

Sementara itu, Dekan FIP UM Prof Dr Bambang Budi Wiyono MPd menambahkan kerjasama ini memberikan kontribusi positif untuk kedua belah pihak.
Ini juga sebagai upaya FIP UM untuk meningkatkan kualitas yang lebih baik. “Selain menjadi salah satu penerapan MBKM, melalui kerjasama ini mahasiswa bisa praktik lapangan secara langsung. Pun mahasiswa juga bisa memberikan layanan yang terbaik dalam program ini, sehingga harapannya bisa membantu autism yang tidak mampu terapi,” tambahnya. (bin)

Tentang Program Sekolah Autism Rakyat

Sekolah Rakyat Autis adalah sekolah atau tempat terapi untuk anak ASD yang untuk keluarga kurang mampu. Dimana ASD ini akan mendapatkan berbagai fasilitas. Di antaranya, jam terapi sebanyak 20 jam per pekan, didampingi oleh 2 terapis dan biaya terapi per bulannya sesuai dengan kemampuan orang tua serta konsultasi dan evaluasi setiap bulannya.

“Jika mampu hanya 100 ribu satu bulan, ya diperbolehkan selama memang memenuhi syarat. Untuk pembukaan program ini akan kami tampung 6 ASD. Sebelum masuk akan kami screening secara ketat termasuk melakukan visit home. Semua pendaftar juga wajib bersedia untuk di visit di rumahnya masing-masingapabila pendaftaran melebihi dari kuota yang ada,” papar Cahyadi.

Adapun syarat pendaftaran dapat secara online melalui https://forms.gle/Nc8sya3j91Tu8q557. Atau mendaftar secara offline dengan cara mengirimkan pengajuannya dikirimkan ke alamat Malang Autism Center (MAC), jalan manggar no 8, DAU-Sengkaling, Malang. Pendaftaran bakal ditutup pada tanggal 20 Mei 2022 dan akan dimulai ajaran baru pada Juni 2022. (bin)

Mengenai Malang Autism Center

Malang Autism Center (MAC) adalah sebuah Boarding House dengan metode utama ABA yang ditujukan untuk melatih pemahaman, kemandirian perilaku, dan juga interaksi sosial bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

MAC mempunyai staf yang berpengalaman di bidang masing-masing, dan juga menggunakan bahan-bahan organik yang dikhususkan untuk kebutuhan anak. Berlokasi di daerah yang tenang dekat dengan alam, dilengkapi dengan CCTV dan juga Air Pegunungan.

Malang Autism Center memiliki 5 kamar boarding dan 5 ruang belajar untuk masing-masing anak. Dua gazebo dan dapur digunakan sebagai ruang kelas di luar agar tidak bosan dengan ruang tertutup. Setiap anak didampingi 2 pengajar, guru olahraga, juga ahli gizi yang akan terus memantau perkembangannya.

Pada aktivitas sehari-hari, anak akan diajarkan cara mengatasi kebutuhan dasarnya sendiri. Mulai dari pelatihan bina diri serta kemampuan akademiknya, “Sehingga nantinya diharapkan anak akan menjadi mandiri dari sisi prilakunya dan juga akademiknya,” terang Muhammad Cahyadi, founder MAC. (bin)

MALANG KOTA – Malang Autism Center (MAC) menggandeng Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) untuk menyukseskan program Sekolah Autism Rakyat. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan antara Founder MAC Mohammad Cahyadi dengan Kepala Departemen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Prof Dr Mohammaf Efendi MPd MKes, Kamis (22/4) di gedung D3 FIP UM.

Dalam sambutannya, Founder MAC Mohammad Cahyadi mengatakan di Indonesia sendiri data pertama kali perihal anak Autism Spectrum Disorders (ASD) dikeluarkan oleh salah satu harian cetak nasional pada 20 Juli 2015 baru diangka 475.000. Kemudian di 2018 sudah tembus di angka 2,4 juta anak (data dari Kementrian Perempuan dan Anak pada tahun 2018 ) dengan laju pertumbuhannya diperkirakan diangka 500 ribu penyandang ASD per-tahunnya. “Menurut riset, area Malang menyumbang 4 persen angka penyandang ASD nasional. Dan angka itu yang sangat besar,” katanya.

Lebih lanjut Cahyadi menyebut dalam 5 tahun terakhir pertumbuhan autis center di Malang juga cukup banyak. Satu tahun terakhir ini, hampir setiap bulannya ada satu keluarga di MAC yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Ketika saya kuliah S2 di UM dengan dosen yang hebat membuat saya berpikir kembali harus berbuat sesuatu. Di setiap diskusi, dosen saya selalu berpesan seharusnya mahasiswa S2 bisa memberikan produk nyata di market. Oleh karenanya saya menginisiasi Sekolah Rakyat Autism. dimana sekolah ini adalah tempat terapi untuk anak ASD untuk keluarga yang kurang mampu,”ucapnya.

Sementara lingkup kerjasama dengan FIP UM, menurut Kepala Departemen Pendidikan Luar Biasa (PLB) Prof Dr Mohammaf Efendi MPd MKes lebih dalam level operasionalnya. Dimana pihak departemen PLB memberikan list mahasiswa/mahasiswi yang tertarik untuk bergabung pada program Sekolah Rakyat Autism. “Nilai tambah dari kerjasama ini adalah mahasiswa akan memiliki kompetensi yang komplit. Bukan hanya teori tapi mengimplementasikan ke praktik langsung. Sehingga link and match akan terealisasi langsung ke lapangan. Harapannya, lulusan PLB FIP UM akan lebih kompetitif karena telah memiliki pengalaman lebih,” harap Efendi.

Dijelaskan Cahyadi, antusias mahasiswa yang akan terjun ke program ini juga luar biasa. Pihaknya hanya membutuhkan 12 terapis namun yang mendaftar sampai 35 terapis. “Setelah mahasiswa mendaftar, pihak MAC akan melakukan interview dan sekaligus pelatihan selama 14 hari agar mereka siap untuk menjadi tenaga terapis anak ASD,” tandas Cahyadi.

Sementara itu, Dekan FIP UM Prof Dr Bambang Budi Wiyono MPd menambahkan kerjasama ini memberikan kontribusi positif untuk kedua belah pihak.
Ini juga sebagai upaya FIP UM untuk meningkatkan kualitas yang lebih baik. “Selain menjadi salah satu penerapan MBKM, melalui kerjasama ini mahasiswa bisa praktik lapangan secara langsung. Pun mahasiswa juga bisa memberikan layanan yang terbaik dalam program ini, sehingga harapannya bisa membantu autism yang tidak mampu terapi,” tambahnya. (bin)

Tentang Program Sekolah Autism Rakyat

Sekolah Rakyat Autis adalah sekolah atau tempat terapi untuk anak ASD yang untuk keluarga kurang mampu. Dimana ASD ini akan mendapatkan berbagai fasilitas. Di antaranya, jam terapi sebanyak 20 jam per pekan, didampingi oleh 2 terapis dan biaya terapi per bulannya sesuai dengan kemampuan orang tua serta konsultasi dan evaluasi setiap bulannya.

“Jika mampu hanya 100 ribu satu bulan, ya diperbolehkan selama memang memenuhi syarat. Untuk pembukaan program ini akan kami tampung 6 ASD. Sebelum masuk akan kami screening secara ketat termasuk melakukan visit home. Semua pendaftar juga wajib bersedia untuk di visit di rumahnya masing-masingapabila pendaftaran melebihi dari kuota yang ada,” papar Cahyadi.

Adapun syarat pendaftaran dapat secara online melalui https://forms.gle/Nc8sya3j91Tu8q557. Atau mendaftar secara offline dengan cara mengirimkan pengajuannya dikirimkan ke alamat Malang Autism Center (MAC), jalan manggar no 8, DAU-Sengkaling, Malang. Pendaftaran bakal ditutup pada tanggal 20 Mei 2022 dan akan dimulai ajaran baru pada Juni 2022. (bin)

Mengenai Malang Autism Center

Malang Autism Center (MAC) adalah sebuah Boarding House dengan metode utama ABA yang ditujukan untuk melatih pemahaman, kemandirian perilaku, dan juga interaksi sosial bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

MAC mempunyai staf yang berpengalaman di bidang masing-masing, dan juga menggunakan bahan-bahan organik yang dikhususkan untuk kebutuhan anak. Berlokasi di daerah yang tenang dekat dengan alam, dilengkapi dengan CCTV dan juga Air Pegunungan.

Malang Autism Center memiliki 5 kamar boarding dan 5 ruang belajar untuk masing-masing anak. Dua gazebo dan dapur digunakan sebagai ruang kelas di luar agar tidak bosan dengan ruang tertutup. Setiap anak didampingi 2 pengajar, guru olahraga, juga ahli gizi yang akan terus memantau perkembangannya.

Pada aktivitas sehari-hari, anak akan diajarkan cara mengatasi kebutuhan dasarnya sendiri. Mulai dari pelatihan bina diri serta kemampuan akademiknya, “Sehingga nantinya diharapkan anak akan menjadi mandiri dari sisi prilakunya dan juga akademiknya,” terang Muhammad Cahyadi, founder MAC. (bin)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/