alexametrics
21.9 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Kolaborasi Guru dan Siswa SMA Lab UM Hasilkan Mini Research

MALANG KOTA – Tantangan dan hambatan selama pandemik bukan hambatan bagi guru untuk terus berusaha meningkatkan kualitas dan pelayanan. Kepercayaan masyarakat yang telah diberikan kepada SMA Laboratorium UM sebagai sekolah swasta favorit di Kota Malang dan dukungan orang tua menjadi energi positif bagi sekolah untuk memberikan pelayanan secara optimal.

Salah satunya dibuktikan dengan hasil karya mini research berjenis R&D (Research and Development) oleh lima tim peneliti. “Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok dengan guru bidang studi lainnya,” jelas Kepala SMA Lab UM, Rosdiana Amini MPd.

Lebih lanjut Rosdiana menjelaskan, penelitian yang dilakukan lebih bersifat praktis artinya bisa digunakan menyelesaikan permasalahan akademis atau non akademis yang dihadapi siswa. “Tahun ini total ada lima karya antara lain dua penelitian dari rumpun MIPA, dua penelitian dari rumpun IPS, dan satu penelitian berbasis teknologi,” jelasnya.

Waka Kurikulum Deddy Setiawan MPd menambahkan, penelitian ini juga hasil kolaborasi antara guru dan siswa. Tujuan melibatkan siswa yakni untuk meningkatkan kemampuan berkolaborasi, menambah pengetahuan, dan mempertajam wawasan tentang kegiatan ilmiah. Menurutnya, dia sangat senang dengan kegiatan ini. Mereka sangat antusias dalam melaksanakannya.

“Siswa yang biasanya kurang semangat dalam mengerjakan tugas menjadi semangat karena ada aktifitas nyata dalam menghubungkan konsep dengan teori,” imbuhnya.

Deddy merinci kelima mini research tersebut menghasilkan karya tulis. Pertama, penelitian menggabungkan IPA dan kewirausahaan yaitu bagaimana memanfaatkan limbah cair tahu dan kelapa menjadi nata de coya yang siap untuk dijual. Peneliti kedua fokus pada pentingnya tes buta warna atasi kebingungan siswa memilih jurusan studi lanjutan. Karya ketiga berhasil mengembangkan software AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) berbasis Web”.

“Penelitian ini mengantarkan SMA Laboratorium UM lebih siap menyambut kegiatan pembelajaran dan tes AKM digital,” ungkap Deddy.

Karya keempat dan kelima berasal dari rumpun IPS. Keduanya mencoba “menghidupkan” dinding dengan cara berbeda. Cara pertama dengan menjadikan dinding sebagai galeri sosial untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa. Sedangkan cara kedua yaitu dengan mengembangankan majalah dinding sebagai media sosialisasi gerakan literasi siswa.

“Mereka berhasil mengembangkan majalah dinding menjadi lebih interaktif,” pungkas Deddy. (tia/fie/fix/rmc)

MALANG KOTA – Tantangan dan hambatan selama pandemik bukan hambatan bagi guru untuk terus berusaha meningkatkan kualitas dan pelayanan. Kepercayaan masyarakat yang telah diberikan kepada SMA Laboratorium UM sebagai sekolah swasta favorit di Kota Malang dan dukungan orang tua menjadi energi positif bagi sekolah untuk memberikan pelayanan secara optimal.

Salah satunya dibuktikan dengan hasil karya mini research berjenis R&D (Research and Development) oleh lima tim peneliti. “Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok dengan guru bidang studi lainnya,” jelas Kepala SMA Lab UM, Rosdiana Amini MPd.

Lebih lanjut Rosdiana menjelaskan, penelitian yang dilakukan lebih bersifat praktis artinya bisa digunakan menyelesaikan permasalahan akademis atau non akademis yang dihadapi siswa. “Tahun ini total ada lima karya antara lain dua penelitian dari rumpun MIPA, dua penelitian dari rumpun IPS, dan satu penelitian berbasis teknologi,” jelasnya.

Waka Kurikulum Deddy Setiawan MPd menambahkan, penelitian ini juga hasil kolaborasi antara guru dan siswa. Tujuan melibatkan siswa yakni untuk meningkatkan kemampuan berkolaborasi, menambah pengetahuan, dan mempertajam wawasan tentang kegiatan ilmiah. Menurutnya, dia sangat senang dengan kegiatan ini. Mereka sangat antusias dalam melaksanakannya.

“Siswa yang biasanya kurang semangat dalam mengerjakan tugas menjadi semangat karena ada aktifitas nyata dalam menghubungkan konsep dengan teori,” imbuhnya.

Deddy merinci kelima mini research tersebut menghasilkan karya tulis. Pertama, penelitian menggabungkan IPA dan kewirausahaan yaitu bagaimana memanfaatkan limbah cair tahu dan kelapa menjadi nata de coya yang siap untuk dijual. Peneliti kedua fokus pada pentingnya tes buta warna atasi kebingungan siswa memilih jurusan studi lanjutan. Karya ketiga berhasil mengembangkan software AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) berbasis Web”.

“Penelitian ini mengantarkan SMA Laboratorium UM lebih siap menyambut kegiatan pembelajaran dan tes AKM digital,” ungkap Deddy.

Karya keempat dan kelima berasal dari rumpun IPS. Keduanya mencoba “menghidupkan” dinding dengan cara berbeda. Cara pertama dengan menjadikan dinding sebagai galeri sosial untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa. Sedangkan cara kedua yaitu dengan mengembangankan majalah dinding sebagai media sosialisasi gerakan literasi siswa.

“Mereka berhasil mengembangkan majalah dinding menjadi lebih interaktif,” pungkas Deddy. (tia/fie/fix/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/