alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Unikama Raih Dana Hibah PKKM Ditjen Dikti Kemendikbud

MALANG KOTA – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) mendapat dana Hibah Program Kompetensi Kampus Merdeka (PKKM) senilai Rp 2 miliar. Salah satunya digunakan untuk program Institutional Support System (ISS) sebesar Rp 350 juta.

Tentunya ada beberapa proses yang dilalui. Mulai dari penyusunan proposal, evaluasi kualitas dan kelayakan proposal hingga verifikasi oleh Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2021. Dana tersebut didapatkan setelah melewati sejumlah tahapan, Mulai dari penyusunan proposal, evaluasi kualitas dan kelayakan proposal hingga verifikasi.

Penyusunan perencanaan strategis (Renstra) diselaraskan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan 8 Indikator Kinerja Universitas (IKU). Sehingga pengembangan kampus ke depannya sesuai dengan Renstra tersebut.

Ketua LP2U Drs Choirul Hudha MSi

Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Universitas (LP2U) Unikama Drs Choirul Hudha M.Si menjelaskan, program Institutional Support System (ISS) terbagi menjadi dua program besar, yakni penyelarasan kebijakan Unikama sesuai MBKM, 8 IKU, dan peningkatan kualitas layanan terhadap civitas akademika berbasis Information and Communication Technologi (ICT).

“Dari kedua hal tersebut diwujudkan dalam bentuk berbagai program. Sehingga seluruh kebijakan di lingkungan Unikama benar-benar sesuai MBKM dan tuntutan 8 IKU serta kualitas layanan terhadap civitas akademika semakin meningkat dalam hal kecepatan, akurasi, efektivitas dan efisiensinya,” ujarnya.

Hibah ini bersifat multi years (3 tahun). Jika tahun pertama ini bagus, program sesuai dengan proposal dan ketentuan Dikti, maka akan didanai untuk tahun berikutnya. “Harapannya semoga Unikama bisa memenuhi harapan Dikti sehingga kualitas layanan terhadal civitas akademika semakin meningkat,” tambahnya.

Pewarta: Roisyatul Mufidah

MALANG KOTA – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) mendapat dana Hibah Program Kompetensi Kampus Merdeka (PKKM) senilai Rp 2 miliar. Salah satunya digunakan untuk program Institutional Support System (ISS) sebesar Rp 350 juta.

Tentunya ada beberapa proses yang dilalui. Mulai dari penyusunan proposal, evaluasi kualitas dan kelayakan proposal hingga verifikasi oleh Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2021. Dana tersebut didapatkan setelah melewati sejumlah tahapan, Mulai dari penyusunan proposal, evaluasi kualitas dan kelayakan proposal hingga verifikasi.

Penyusunan perencanaan strategis (Renstra) diselaraskan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan 8 Indikator Kinerja Universitas (IKU). Sehingga pengembangan kampus ke depannya sesuai dengan Renstra tersebut.

Ketua LP2U Drs Choirul Hudha MSi

Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Universitas (LP2U) Unikama Drs Choirul Hudha M.Si menjelaskan, program Institutional Support System (ISS) terbagi menjadi dua program besar, yakni penyelarasan kebijakan Unikama sesuai MBKM, 8 IKU, dan peningkatan kualitas layanan terhadap civitas akademika berbasis Information and Communication Technologi (ICT).

“Dari kedua hal tersebut diwujudkan dalam bentuk berbagai program. Sehingga seluruh kebijakan di lingkungan Unikama benar-benar sesuai MBKM dan tuntutan 8 IKU serta kualitas layanan terhadap civitas akademika semakin meningkat dalam hal kecepatan, akurasi, efektivitas dan efisiensinya,” ujarnya.

Hibah ini bersifat multi years (3 tahun). Jika tahun pertama ini bagus, program sesuai dengan proposal dan ketentuan Dikti, maka akan didanai untuk tahun berikutnya. “Harapannya semoga Unikama bisa memenuhi harapan Dikti sehingga kualitas layanan terhadal civitas akademika semakin meningkat,” tambahnya.

Pewarta: Roisyatul Mufidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru