alexametrics
30 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Gandeng Ibu-Ibu, Mahasiswa ITN Bikin Aroma Therapy dari Kulit Jeruk

GONDANGLEGI – Memanfaatkan bahan sisa rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai jual menjadi tren belakangan ini. Alih-alih berakhir di keranjang sampah dengan pengolahan sederhana, kulit jeruk bisa disulap menjadi aromaterapi.

Hal itu lah yang dilakukan tim mahasiswa Teknik Kimia Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang bersama ibu-ibu PKK Desa Panggungrejo Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Pembuatan aromaterapi tersebut dipraktikkan dengan hasil berupa minyak atsiri untuk aroma terapi lilin. “Ternyata dari salah satu ibu-ibu meminta minyak atsiri ini sebagai bahan pewangi bersama kulit jeruk tadi,”  ujar Kaprodi Teknik Kimia ITN Malang Mohammad Istnaeny Hudha ST MT.

Pembuatan minyak atsiri sebagai aromaterapi untuk lilin ini tidak hanya dimanfaatkan untuk pengharum ruangan. Namun juga untuk relaksasi dan mengusir nyamuk. Awalnya, lilin dipotong kecil-kecil dan dinyalakan di atas cawan kecil dan diberi air. Kemudian minyak atsiri diteteskan ke dalam air tersebut.

“Untuk lilinnya sudah kami siapkan. Peserta tinggal meneteskan hasil pembuatan minyak atsiri ke air yang sudah ditambahkan ke cawan tersebut dan nantinya mengeluarkan aroma jeruk,” sambung Itsnaeny.

Untuk pembuatan minyak atsiri, limbah kulit jeruk yang digunakan adalah bagian luarnya saja, tak sampai bagian yang putih. Setelah diparut, hasilnya dijemur, namun tidak sampai terlalu kering. Kulit jeruk yang sudah dijemur itu lantas direndam dengan alkohol dengan pemanasan suhu 35 derajat Celsius. Selanjutnya dilakukan proses perendaman di dalam toples selama 2-3 hari. Setelah itu disaring diambil hanya sari minyaknya saja, dan diuapkan agar kadar alkohol hilang. (adn/nay/rmc)

GONDANGLEGI – Memanfaatkan bahan sisa rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai jual menjadi tren belakangan ini. Alih-alih berakhir di keranjang sampah dengan pengolahan sederhana, kulit jeruk bisa disulap menjadi aromaterapi.

Hal itu lah yang dilakukan tim mahasiswa Teknik Kimia Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang bersama ibu-ibu PKK Desa Panggungrejo Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Pembuatan aromaterapi tersebut dipraktikkan dengan hasil berupa minyak atsiri untuk aroma terapi lilin. “Ternyata dari salah satu ibu-ibu meminta minyak atsiri ini sebagai bahan pewangi bersama kulit jeruk tadi,”  ujar Kaprodi Teknik Kimia ITN Malang Mohammad Istnaeny Hudha ST MT.

Pembuatan minyak atsiri sebagai aromaterapi untuk lilin ini tidak hanya dimanfaatkan untuk pengharum ruangan. Namun juga untuk relaksasi dan mengusir nyamuk. Awalnya, lilin dipotong kecil-kecil dan dinyalakan di atas cawan kecil dan diberi air. Kemudian minyak atsiri diteteskan ke dalam air tersebut.

“Untuk lilinnya sudah kami siapkan. Peserta tinggal meneteskan hasil pembuatan minyak atsiri ke air yang sudah ditambahkan ke cawan tersebut dan nantinya mengeluarkan aroma jeruk,” sambung Itsnaeny.

Untuk pembuatan minyak atsiri, limbah kulit jeruk yang digunakan adalah bagian luarnya saja, tak sampai bagian yang putih. Setelah diparut, hasilnya dijemur, namun tidak sampai terlalu kering. Kulit jeruk yang sudah dijemur itu lantas direndam dengan alkohol dengan pemanasan suhu 35 derajat Celsius. Selanjutnya dilakukan proses perendaman di dalam toples selama 2-3 hari. Setelah itu disaring diambil hanya sari minyaknya saja, dan diuapkan agar kadar alkohol hilang. (adn/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/