alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Mahasiswa Unikama Kembangkan Wisata Hutan Pinus di Precet Wagir

RADAR MALANG –  Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) terus berlanjut. Kali ini, giliran masyarakat Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang yang didorong pengembangannya lewat program tersebut.

Sebagai informasi, Desa Precet memiliki potensi berupa wisata hutan pinus. Anggota KKNT Didik Marianto menerangkan, ide tersebut pertama kali tercetus saat mereka mendatangi desa tersebut. Kawasan hutan pinus yang tidak terawat, menjadi perhatian mereka. Didik menyebut, jika hutan pinus ini dikelola dengan baik maka dapat memberikan dampak positif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

“Kami mengajak pemuda karang taruna dan warga masyarakat untuk bergerak mengembangkan hutan pinus yang ada di Dusun Precet,” ujar Didik. Sebab sejak pandemi Covid-19, hutan pinus precet seakan mati suri, karena penutupan tempat wisata sehingga berdampak pada fasilitas-fasilitas yang tidak terawat.

Wisata ini di bawah penggelolanan Karang Taruna Dusun Precet dan Pemerintah Desa Sumbersuko atas perizinan dari beberapa lembaga daerah dan Perum Perhutani. Wisata ini sebenarnya sudah pernah ada sebelumnya dan kini dicoba untuk dihidupkan kembali.

“Dengan adanya konsep baru dan juga ide dari kami diharapkan mampu menumbuhkan daya tarik wisatawan untuk datang ke hutan pinus ini,” harap Mahasiswa Prodi Manajemen Unikama itu. Mereka akan membantu dalam hal pengembangan dengan ide-ide yang kreatif dan inovatif.

Sementara itu,  Kepala Desa Sumbersuko Subkhan dan Kepala Dusun Precet Tiarno sangat mendukung dengan konsep-konsep yang dipresentasikan oleh mahasiswa KKNT. Presentasi tersebut meliputi pemetaan lahan, penyusunan ulang denah lokasi, penataan area bermain dan spot foto. Selain itu, mereka juga membuat bank sampah berbasis wisata sebagai sarana edukasi agar wisatawan yang datang ke hutan pinus turut serta menjaga kelestarian lingkungan.

Terpisah, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Candra Wahyu Hidayat SE MM berharap, nantinya akan ada upaya dari mahasiswa KKNT agar tetap menjaga komunikasi dengan Pemerintah Desa Sumbersuko. “Utamanya dalam hal pengembangan berupa ide-ide inovatif agar masyarakat sekitar menjadi lebih peka terhadap potensi-potensi yang mereka miliki,” terang Candra.

 

Pewarta: Andika Satria Perdana

RADAR MALANG –  Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) terus berlanjut. Kali ini, giliran masyarakat Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang yang didorong pengembangannya lewat program tersebut.

Sebagai informasi, Desa Precet memiliki potensi berupa wisata hutan pinus. Anggota KKNT Didik Marianto menerangkan, ide tersebut pertama kali tercetus saat mereka mendatangi desa tersebut. Kawasan hutan pinus yang tidak terawat, menjadi perhatian mereka. Didik menyebut, jika hutan pinus ini dikelola dengan baik maka dapat memberikan dampak positif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

“Kami mengajak pemuda karang taruna dan warga masyarakat untuk bergerak mengembangkan hutan pinus yang ada di Dusun Precet,” ujar Didik. Sebab sejak pandemi Covid-19, hutan pinus precet seakan mati suri, karena penutupan tempat wisata sehingga berdampak pada fasilitas-fasilitas yang tidak terawat.

Wisata ini di bawah penggelolanan Karang Taruna Dusun Precet dan Pemerintah Desa Sumbersuko atas perizinan dari beberapa lembaga daerah dan Perum Perhutani. Wisata ini sebenarnya sudah pernah ada sebelumnya dan kini dicoba untuk dihidupkan kembali.

“Dengan adanya konsep baru dan juga ide dari kami diharapkan mampu menumbuhkan daya tarik wisatawan untuk datang ke hutan pinus ini,” harap Mahasiswa Prodi Manajemen Unikama itu. Mereka akan membantu dalam hal pengembangan dengan ide-ide yang kreatif dan inovatif.

Sementara itu,  Kepala Desa Sumbersuko Subkhan dan Kepala Dusun Precet Tiarno sangat mendukung dengan konsep-konsep yang dipresentasikan oleh mahasiswa KKNT. Presentasi tersebut meliputi pemetaan lahan, penyusunan ulang denah lokasi, penataan area bermain dan spot foto. Selain itu, mereka juga membuat bank sampah berbasis wisata sebagai sarana edukasi agar wisatawan yang datang ke hutan pinus turut serta menjaga kelestarian lingkungan.

Terpisah, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Candra Wahyu Hidayat SE MM berharap, nantinya akan ada upaya dari mahasiswa KKNT agar tetap menjaga komunikasi dengan Pemerintah Desa Sumbersuko. “Utamanya dalam hal pengembangan berupa ide-ide inovatif agar masyarakat sekitar menjadi lebih peka terhadap potensi-potensi yang mereka miliki,” terang Candra.

 

Pewarta: Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/