alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

Hidup 25 Tahun, Kartini Tetap Dikenang hingga 113 Tahun

MALANG KOTA – Peringatan Hari Kartini di SMAN 4 Kota Malang terbilang cukup istimewa kemarin. Sebab, sekolah itu menghadirkan Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad untuk mengupas citra Kartini dalam jiwa generasi muda. Dalam paparannya, Kurniawan sangat mengapresiasi semangat warga Stetsa, julukan SMAN 4, untuk mengambil nilai-nilai dari gerakan emansipasi yang dilakukan Kartini.
Menurut dia, Kartini adalah sosok yang luar biasa, tapi hidupnya tidak lama. Sebab, pada usia 25 tahun, perempuan kelahiran Jepara itu meninggal dunia. Meskipun usinya tidak terlalu panjang, jasanya hingga 113 tahun ini tetap dikenang. ”Kira-kira, perjuangan apa saja yang dilakukan Kartini hingga dia setenar itu?” tanya Kurniawan pada peserta dengan gaya interaktif.
Dia menyatakan, Kartini telah menempuh banyak perjuangan pahit. Misalnya, dia terbelenggu dengan model adat-istiadat Jawa yang berlaku saat itu. Salah satunya, pada usia 12 tahun, Kartini harus dipingit oleh seseorang yang tidak dicintainya. ”Namun, Kartini tidak menyerah, meskipun dipingit. Dia tetap berjuang lewat korespondensi dengan sahabatnya tokoh feminis dari Belanda, Stella Zeehandelaar,” terang dia.

Pewarta: Kisno Umbar
Fotografer: Bayu Eka Novanta
Editor: Kholid Amrullah

MALANG KOTA – Peringatan Hari Kartini di SMAN 4 Kota Malang terbilang cukup istimewa kemarin. Sebab, sekolah itu menghadirkan Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad untuk mengupas citra Kartini dalam jiwa generasi muda. Dalam paparannya, Kurniawan sangat mengapresiasi semangat warga Stetsa, julukan SMAN 4, untuk mengambil nilai-nilai dari gerakan emansipasi yang dilakukan Kartini.
Menurut dia, Kartini adalah sosok yang luar biasa, tapi hidupnya tidak lama. Sebab, pada usia 25 tahun, perempuan kelahiran Jepara itu meninggal dunia. Meskipun usinya tidak terlalu panjang, jasanya hingga 113 tahun ini tetap dikenang. ”Kira-kira, perjuangan apa saja yang dilakukan Kartini hingga dia setenar itu?” tanya Kurniawan pada peserta dengan gaya interaktif.
Dia menyatakan, Kartini telah menempuh banyak perjuangan pahit. Misalnya, dia terbelenggu dengan model adat-istiadat Jawa yang berlaku saat itu. Salah satunya, pada usia 12 tahun, Kartini harus dipingit oleh seseorang yang tidak dicintainya. ”Namun, Kartini tidak menyerah, meskipun dipingit. Dia tetap berjuang lewat korespondensi dengan sahabatnya tokoh feminis dari Belanda, Stella Zeehandelaar,” terang dia.

Pewarta: Kisno Umbar
Fotografer: Bayu Eka Novanta
Editor: Kholid Amrullah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/