alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Mahasiswa KKN UM Gelar Bimbel Gratis di Desa Senggreng

MALANG – Sudah sering kita jumpai fenomena kesulitan pempelajaran di era pandemi ini. Banyak siswa sulit memahami mata pelajaran pada saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kesulitan tersebut antara lain tidak paham dengan sub-bab atau materi baru yang hanya diberikan dalam bentuk tugas, kompetensi yang tidak bisa dicapai, indikator pembelajaran yang tidak memenuhi target, kesulitan mengakses sumber belajar, kurangnya motivasi belajar siswa, sistem pembelajaran yang membosankan, dan masih banyak lagi.

Itu semua disebabkan saat PJJ, siswa dan guru benar-benar memiliki jarak. Jarak di sini bukan hanya tempat, akan tetapi juga hubungan psikologis antara guru dan siswa tidak bisa terbentuk. Ini juga menyebabkan ikatan emosional tidak terjalin dengan mesra pada pembelajaran daring ini. Hal ini juga dialami oleh para siswa di Desa Senggreng.

Para mahasiswa KKN UM berfoto bersama anak didik bimbingan belajar Desa Senggreng (ist)

Berdasarkan permasalahan tersebut, Tim KKN Univeritsa Negeri Malang Desa Senggreng 2021 mencoba mengatasi permasalah tersebut dengan mengadakan Bimbel gratis untuk siswa SD yang dilaksanakan di Balai Desa Senggreng. Pertama-tama anggota KKN UM Desa Senggreng 2021 mengadakan asesmen dengan cara observasi dan penyebaran angket ke beberapa orang tua dan siswa SD di RT 05 RW 02 di Desa Senggreng.

Tempat pemilihan ini karena RT 05 lokasi berdekatan dengan Balai Desa Senggreng sebagai tempat bimbel. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan Tim KKN UM Desa Senggreng 2021 ditemukan mata pelajaran yang menjadi kendala siswa SD di Desa Senggreng adalah Matematika dan Bahasa Inggris.

Berdasarkan hasil analisis kebutuhan tersebut, Tim KKN UM Desa Senggreng 2021 mengadakan bimbel gratis terutama untuk mata pelajaran Matematika, kemudian dilanjutkan dengan mendampingi siswa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dari sekolah seperti tema, agama, dan beberapa matapelajaran lainnya.

Bimbel diikuti oleh 13 siswa, semuanya dari jenjang SD mulai dari kelas 2 sampai 5, dan berasal dari dua SD, yaitu SDN 01 Senggreng dan SD Sunan Giri Ngebruk. Pengajar semuanya dari Tim KKN UM Desa Senggreng 2021 secara bergilir biasanya kurang lebih enam tentor (pengajar). Kegiatan dilaksankan tiap Sabtu. Kegiatan bimbel gratis ini dimulai dari 6 Maret hingga 10 April 2021 selama enam minggu.

Kegiatan bimbel dilakukan dengan menggunakan metode yang unik agar mata pelajaran matematika serta bahasa Inggris menjadi menyenangkan dan mudah dipelajari. Kegiatan seperti perhitungan dan perkalian menggunakan permainan domikado dan kotak pos. Anak dalam permainan ini juga menambah wawasan dari kata yang disebut dan juga melatih logika serta analisis siswa dalam penyelesaian masalah. Kemudian, untuk menambah kosa kata bahasa Inggris, Tim KKN UM Desa Senggreng 2021 menggunakan media petak umpet sebagai sarana bermain kosa kata bahasa Inggris.

Cara bermain kotak pos dan petak umpet ini dengan mengganti nama siswa menjadi nama hewan dalam bahasa Inggris. Hal ini tidak hanya menambah kosakata akan tetapi juga menambah daya ingat para siswa dan ketelitian.

Penulis: Defi Maria

MALANG – Sudah sering kita jumpai fenomena kesulitan pempelajaran di era pandemi ini. Banyak siswa sulit memahami mata pelajaran pada saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kesulitan tersebut antara lain tidak paham dengan sub-bab atau materi baru yang hanya diberikan dalam bentuk tugas, kompetensi yang tidak bisa dicapai, indikator pembelajaran yang tidak memenuhi target, kesulitan mengakses sumber belajar, kurangnya motivasi belajar siswa, sistem pembelajaran yang membosankan, dan masih banyak lagi.

Itu semua disebabkan saat PJJ, siswa dan guru benar-benar memiliki jarak. Jarak di sini bukan hanya tempat, akan tetapi juga hubungan psikologis antara guru dan siswa tidak bisa terbentuk. Ini juga menyebabkan ikatan emosional tidak terjalin dengan mesra pada pembelajaran daring ini. Hal ini juga dialami oleh para siswa di Desa Senggreng.

Para mahasiswa KKN UM berfoto bersama anak didik bimbingan belajar Desa Senggreng (ist)

Berdasarkan permasalahan tersebut, Tim KKN Univeritsa Negeri Malang Desa Senggreng 2021 mencoba mengatasi permasalah tersebut dengan mengadakan Bimbel gratis untuk siswa SD yang dilaksanakan di Balai Desa Senggreng. Pertama-tama anggota KKN UM Desa Senggreng 2021 mengadakan asesmen dengan cara observasi dan penyebaran angket ke beberapa orang tua dan siswa SD di RT 05 RW 02 di Desa Senggreng.

Tempat pemilihan ini karena RT 05 lokasi berdekatan dengan Balai Desa Senggreng sebagai tempat bimbel. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan Tim KKN UM Desa Senggreng 2021 ditemukan mata pelajaran yang menjadi kendala siswa SD di Desa Senggreng adalah Matematika dan Bahasa Inggris.

Berdasarkan hasil analisis kebutuhan tersebut, Tim KKN UM Desa Senggreng 2021 mengadakan bimbel gratis terutama untuk mata pelajaran Matematika, kemudian dilanjutkan dengan mendampingi siswa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dari sekolah seperti tema, agama, dan beberapa matapelajaran lainnya.

Bimbel diikuti oleh 13 siswa, semuanya dari jenjang SD mulai dari kelas 2 sampai 5, dan berasal dari dua SD, yaitu SDN 01 Senggreng dan SD Sunan Giri Ngebruk. Pengajar semuanya dari Tim KKN UM Desa Senggreng 2021 secara bergilir biasanya kurang lebih enam tentor (pengajar). Kegiatan dilaksankan tiap Sabtu. Kegiatan bimbel gratis ini dimulai dari 6 Maret hingga 10 April 2021 selama enam minggu.

Kegiatan bimbel dilakukan dengan menggunakan metode yang unik agar mata pelajaran matematika serta bahasa Inggris menjadi menyenangkan dan mudah dipelajari. Kegiatan seperti perhitungan dan perkalian menggunakan permainan domikado dan kotak pos. Anak dalam permainan ini juga menambah wawasan dari kata yang disebut dan juga melatih logika serta analisis siswa dalam penyelesaian masalah. Kemudian, untuk menambah kosa kata bahasa Inggris, Tim KKN UM Desa Senggreng 2021 menggunakan media petak umpet sebagai sarana bermain kosa kata bahasa Inggris.

Cara bermain kotak pos dan petak umpet ini dengan mengganti nama siswa menjadi nama hewan dalam bahasa Inggris. Hal ini tidak hanya menambah kosakata akan tetapi juga menambah daya ingat para siswa dan ketelitian.

Penulis: Defi Maria

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/