alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Daftar Keunggulan Prodi Pendidikan Geografi Unikama, Check!

MALANG KOTA – Program Studi (Prodi) Pendidikan Geografi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), memiliki keunggulan yang tentu berbeda dari kampus lain. Pasalnya, perkembangan teknologi yang semakin cepat dan canggih, berdampak pada penggunaan Learning Management System (LMS) dalam perkuliahan yang memudahkan dosen serta mahasiswanya.

Kepala Prodi Pendidikan Geografi Unikama, Dra Siti Halimatus Sakdiyah, SPd MPd mengatakan, Prodi Pendidikan Geografi terbagi tiga kriteria, yakni teori, praktikum, dan Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), hingga Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT). Dimana metode pembelajaran yang diberikan merupakan gabungan indoor dan outdoor.

“Memang di masa pandemi saat ini, pembelajaran daring sangat tepat, tetapi kami juga membutuhkan pembelajaran tatap muka secara indoor dan outdoor untuk praktek serta KKL,” ujarnya.

Sebagai pencetak calon pendidik mata pelajaran geografi, Unikama layak menjadi pilihan, karena Pendidikan geografi merupakan jurusan double knowledge, IPA dan IPS. Walaupun jurusan pendidikan geografi ini menjurus ke IPS, namun ternyata juga diperlukan ilmu IPA dalam penelitian dan prakteknya.

“Jadi berkuliah di prodi pendidikan Geografi tidak hanya mempelajari bidang IPS saja akan tetapi juga mempelajari bidang IPA, Misalnya menghitung debit air, mengukur sungai, dan mengetahui warna tanah, geologi dan geomorfologi. Ilmu apa lagi yang tidak dibutuhkan kalau bukan ilmu Fisika, Kimia, dan Biologi,” katanya.

Kedua, kuliah di prodi pendidikan geografi tidak akan membuat jenuh. Pasalnya, laporan bisa dikerjakan sambil keluar kampus seperti mengunjungi objek wisata.

“Meskipun laporan tugasnya berat akan tetapi karena kita mengerjakannya sambil keluar kampus mengunjungi objek wisata, seperti pantai, air terjun, gunung, lembah, akan terasa menyenangkan,” tambahnya.

Ketiga, peka dengan sosial budaya, dimana mahasiswa pendidikan Geografi mempelajari sosial kultur masyarakat setempat dan posisi strategis suatu negara.

Keempat, Pendidikan Geografi menawarkan banyak peluang kerja. Tak melulu pendidik, lulusan Pendidikan Geografi bisa juga menjadi perencana tata kota, kartografer, BMKG, ahli transportasi, manajemen lingkungan, peneliti, manajemen bencana, pariwisata, BKSDA.

“Kami berharap kedepan prodi pendidikan geografi, bisa menghasilkan lulusan yang mampu menerapkan prinsip, konsep, dan pendekatan geografi dalam melakukan penelitian bidang geografi dan pembangunan berkelanjutan, serta menghasilkan lulusan berbudaya akademik, mencintai budaya lokal, menghargai budaya orang lain, dan berjiwa geoentrepreneur yang berpihak terhadap lingkungan,” pungkasnya.

Pewarta : Roisyatul Mufidah/Defi Maria

MALANG KOTA – Program Studi (Prodi) Pendidikan Geografi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), memiliki keunggulan yang tentu berbeda dari kampus lain. Pasalnya, perkembangan teknologi yang semakin cepat dan canggih, berdampak pada penggunaan Learning Management System (LMS) dalam perkuliahan yang memudahkan dosen serta mahasiswanya.

Kepala Prodi Pendidikan Geografi Unikama, Dra Siti Halimatus Sakdiyah, SPd MPd mengatakan, Prodi Pendidikan Geografi terbagi tiga kriteria, yakni teori, praktikum, dan Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), hingga Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT). Dimana metode pembelajaran yang diberikan merupakan gabungan indoor dan outdoor.

“Memang di masa pandemi saat ini, pembelajaran daring sangat tepat, tetapi kami juga membutuhkan pembelajaran tatap muka secara indoor dan outdoor untuk praktek serta KKL,” ujarnya.

Sebagai pencetak calon pendidik mata pelajaran geografi, Unikama layak menjadi pilihan, karena Pendidikan geografi merupakan jurusan double knowledge, IPA dan IPS. Walaupun jurusan pendidikan geografi ini menjurus ke IPS, namun ternyata juga diperlukan ilmu IPA dalam penelitian dan prakteknya.

“Jadi berkuliah di prodi pendidikan Geografi tidak hanya mempelajari bidang IPS saja akan tetapi juga mempelajari bidang IPA, Misalnya menghitung debit air, mengukur sungai, dan mengetahui warna tanah, geologi dan geomorfologi. Ilmu apa lagi yang tidak dibutuhkan kalau bukan ilmu Fisika, Kimia, dan Biologi,” katanya.

Kedua, kuliah di prodi pendidikan geografi tidak akan membuat jenuh. Pasalnya, laporan bisa dikerjakan sambil keluar kampus seperti mengunjungi objek wisata.

“Meskipun laporan tugasnya berat akan tetapi karena kita mengerjakannya sambil keluar kampus mengunjungi objek wisata, seperti pantai, air terjun, gunung, lembah, akan terasa menyenangkan,” tambahnya.

Ketiga, peka dengan sosial budaya, dimana mahasiswa pendidikan Geografi mempelajari sosial kultur masyarakat setempat dan posisi strategis suatu negara.

Keempat, Pendidikan Geografi menawarkan banyak peluang kerja. Tak melulu pendidik, lulusan Pendidikan Geografi bisa juga menjadi perencana tata kota, kartografer, BMKG, ahli transportasi, manajemen lingkungan, peneliti, manajemen bencana, pariwisata, BKSDA.

“Kami berharap kedepan prodi pendidikan geografi, bisa menghasilkan lulusan yang mampu menerapkan prinsip, konsep, dan pendekatan geografi dalam melakukan penelitian bidang geografi dan pembangunan berkelanjutan, serta menghasilkan lulusan berbudaya akademik, mencintai budaya lokal, menghargai budaya orang lain, dan berjiwa geoentrepreneur yang berpihak terhadap lingkungan,” pungkasnya.

Pewarta : Roisyatul Mufidah/Defi Maria

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru